Program Subsidi Tepat adalah program pemerintah yang dilakukan bermaksud agar penyaluran BBM tepat sasaran dan merata di seluruh Indonesia. Dilansir dari mypertamina.id, adanya program tersebut bertujuan untuk mengontrol distribusi bahan bakar solar dan pertalite agar tercatat oleh pemerintah. Program tersebut dijalankan melalui aplikasi MyPertamina yang diklaim dapat memudahkan konsumen bertransaksi bahan bakar minyak diantaranya yaitu pertalite dan bio solar.
Pendaftaran program Solar Subsidi atau Pertalite Roda 4 sudah dimulai per 1 Juli 2022 lalu. Tetapi hingga kini, ditemukan banyak masyarakat yang memiliki kendala pada pendaftaran, masalah nopol sudah digunakan, hingga masalah tidak terdaftar dalam penerima subsidi BBM. Kendati pun demikian, publik merasa kecewa karena sistem pelayanan MyPertamina tidak solutif.
BACA JUGA: Outlet ZARA di Kanada Terkena Aksi Vandalisme Buntut Dukung Genosida
Terhitung Desember 2023, proses pendaftaran program Subsidi Tepat di aplikasi MyPertamina ternyata terdapat perubahan yang dinilai semakin menyulitkan masyarakat. Perbedaan tersebut ada pada input data yang harus dilakukan realtime atau saat itu juga, padahal saat dirilis tahun 2022, input data di aplikasi MyPertamina terhitung mudah karena bisa menggunakan file gambar yang disimpan di smartphone.
Menurut Hery Susanto Ombudsman RI, ia menegaskan bahwa Ombudsman RI akan melakukan kajian cepat dalam waktu dekat terkait efektivitas aplikasi MyPertamina untuk pembatasan kuota BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar. Dirinya juga mengatakan bahwa sarana pendistribusian BBM bersubsidi harus memenuhi standar pelayanan publik.
Fakta di lapangan, MyPertamina tidak meriset permasalahan apa saja yang terjadi di masyarakat sehingga kendala itu tidak terselesaikan dengan baik. Mestinya MyPertamina membuat daftar masalah berikut solusinya sehingga masyarakat bisa mengupayakan secara mandiri atas kendala yang dihadapi. Apalagi jika aduan masyarakat tidak dikoordinir dengan baik akibatnya membutuhkan waktu yang lebih lama.
Di samping itu, upaya edukasi dan sosialisasi Subsidi Tepat tidak terlihat ada di tengah-tengah masyarakat. Banyak warga menengah ke bawah yang belum mengetahui program tersebut. Banyak juga warga awam yang bingung ketika menghadapi problem, karena tidak adanya akses detail untuk mempermudah pengaduan.
"Bisa gak min, jawaban dan responnya jangan template gitu. Dikasih solusi. Gak fisik, gak digital menyusahkan masyarakat. Sorry, udah kecewa banget berbulan-bulan pengaduan dan ngurus barcode, disuruh ngurus ini itu (upload stnk, bpkb ,foto, video fisik unit) tapi tidak ada kelanjutan sama sekali ujungnya," aduan dari akun instagram @novamhstiranii pada akun MyPertamina.
Selain itu, beberapa warga menyayangkan jika email pengaduan tidak merespon dengan cepat sehingga ada yang menunggu hingga berbulan-bulan. Hal serupa terjadi di nomor pengaduan 135 yang bertele-tele dan tidak solutif, apalagi mesti pakai pulsa yang membuat sebagian warga enggan mengadu via telepon.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Letting Go, Buku Self Improvement tentang Kekuatan Pasrah
-
Mengenal Buku Kontras Aku Sayang Ayah dan Ibu, Stimulasi untuk Newborn
-
Temukan Pedoman Zen dalam Buku Haemin Sunim, When Things Don't Go Your Way
-
Membludak! Floating Market Pertama di Surabaya Diserbu Pengunjung
-
Ulasan Buku 'I DO', Siapkan Pernikahan dan Putus Rantai Trauma Keluarga
Artikel Terkait
-
Program TKM Terbuka untuk Umum, Menaker Ajak Masyarakat Akses Kemnaker.go.id
-
Motor Listrik Honda EM1e: Penuhi Syarat Subsidi Rp7 Juta, Masih Mahal atau Murah?
-
Ini Syarat dari Pemerintah Jika Ingin Pertalite Turun
-
Ini Biang Kerok Realisasi Penyaluran KUR 2023 Tersendat
-
Pemerintah Beri Subsidi Tiket LRT Jabodebek, Totalnya Rp 120 Miliar
News
-
Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern
-
Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak
-
Ancaman El Nino 2026: Luas Area Terindikasi Terbakar Capai Tiga Kali Lipat Daratan Jakarta
-
Pariwisata Maju, Lalu Lintas Mundur: Sisi Gelap di Balik Viralnya Situ Kamojing Cikampek
-
Garam Palungan Desa Les: Menjaga Warisan Leluhur di Bawah Matahari Bali Utara
Terkini
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
"The Rock from the Sky" dan Pelajaran tentang Berani Menghadapi Perubahan
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?