Noah Sinclair tengah jadi sorotan wargnaet usai kedapatan ikut merayakan Hari Natal. Padahal seperti yang telah diketahui bahwa Noah menganut agama Islam. Lantas, bagaimana hukum orang Islam merayakan Natal? Berikut ini ulasannya.
Diketahui, Noah Sinclair merupakan putra semata wayang pasangan Bunga Citra Lestari (BCL) dan Ashraf Sinclair (alm). Sama seperti kedua orangtuanya, Noah pun menganut agama Islam. Namun, Noah kedapatan merayakan Hari Natal.
Kabar Noah merayakan Hari Natal tersebut tampak dalam sebuah video yang diunggah ke media Sosial TikTok oleh akun @bclnoah. Dalam video tersebut, Noah tampak sedang buka kado hadiah di hadapan pohon Natal.
Hal ini pun lantas menimbulkan pertanyaan, bagaimana hukum orang islam merayakan Natal? Nah untuk mengetahui hukumnya, mari simak penjelasannya berikut ini yang dirangkum dari berbagai sumber.
Hukum Orang Islam Merayakan Natal
Menghadiri maupun mengikuti hari raya atau hari besar agama lain yang ada nuansa kebaktian agama menurut pandangan Islam tidak diperbolehkan. Pasalnya, itu termasuk menghadiri serta menyaksikan kemungkaran sebagaimana disampaikan oleh Imam Adz Dzahabi.
“Jika orang-orang Nasrani mempunyai hari raya, orang-orang Yahudi juga mempunyai hari raya, hari raya mereka tersebut khusus buat mereka, maka seorang muslim tidak boleh ikut merayakannya, sebagaimana dia tidak mengikuti syariat mereka, termasuk qiblat mereka”.
Hal ini juga disampaikan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi yang bunyi hadisnya sebagai berikut.
“Tinggalkanlah bahasa kaum ajam (non-Arab). Janganlah kalian memasuki (perkumpulan) kaum Musyrik dalam hari raya mereka di gereja-gereja mereka. Karena murka Allah akan diturunkan kepada mereka.” (HR Al-Baihaqi)
Penting untuk diketahui bahwa dalam islam juga ada konsep toleransi antar umat beragama. Ini tertuang dalam Al Qur’an Surat Al Kaafiruun ayat 6 yang bunyi ayatnya sebagai berikut:
“Untukmu agamamu dan Untukku agamaku”. (QS Al Kafiruun: 6)
Toleransi bisa dilakukan di luar ibadah, semisal masalah sosial. Adapun urusan ibadah ini termasuk perayaan hari raya. Itu artinya, bukan berarti agama lain bisa ikut merayakan hari raya agama kita.
Demikian ulasan mengenai hukum orang islam merayakan Natal yang baru-baru ini sedang jadi perbincangan hangat usai Noah putra BCL ikut merayakan Natal.
Kontributor : Ulil Azmi
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Instruksi Gubernur Aceh: Warga Kini Wajib Salat Berjamaah, Bagaimana Reaksi Mereka?
-
Ariel NOAH Blak-blakan Soal Hubungannya dengan BCL Dulu: Waktunya Nggak Pernah Tepat
-
Mengapa Rezeki Bisa Seret? Ini Penyebabnya dalam Islam
-
Bolehkah Menikah dengan Sepupu? Ini Hukumnya dalam Islam
-
Menikah dengan Sepupu, Halal atau Haram dalam Islam? Ini Penjelasannya
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
4 Drama dan Film China Garapan Sutradara Guo Jingming, Semuanya Booming!
-
Sentilan Luhut dan Demokrasi Sopan Santun: Ketika Kritik Dianggap Ancaman
-
Bisnis Musiman Pasca-Lebaran: Peluang yang Masih Bisa Digali
-
Gol Tunggal Bersejarah! Timnas Indonesia U-17 Bungkam Korea Selatan di Piala Asia U-17
-
Suka Nonton The Life List? Ini 5 Film dengan Vibes Serupa yang Heartwarming