Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024 tengah viral di media sosial. Berawal dari banyak anggota KPPS membuat jokes tentang pekerjaannya.
Mulai dari jokes anggota KPPS adalah abdi negara karena sudah dilantik. Hingga menyebut anggota KPPS menjadi menantu idaman karena gajinya yang mencapai jutaan rupiah dalam sehari.
BACA JUGA: Detik-detik Ade Armando Diskakmat Usai Sentil Pendukung Anies-Ganjar Bakal Gabung di Putaran 2
"ALHAMDULILLAH!!! Halo dek, mau sama abdi negara gak? Sekarang abang sudah jadi abdi negara dilantik menjadi KPPS," bunyi konten TikTok @rickyerlangga05.
"Bangga banget aku sudah dilantik jadi anggota KPPS, akulah calon menantu idaman mama mu," cuit akun X (Twitter) @pranatadayken.
"Pns gaji 3,5 perbulan Kpps 1 juta perhari Kuulangi lagi PERHARI Jelas menantu idaman kpps," cuitan lain dari @profesor_saham.
"Enak ya yang udah dilantik jadi anggota KPPS. Gaji sehari 1,2juta. Sebulan 36juta. Setahun 500juta (Emoji menangis). Gimana gak pada senang mereka," tulis akun TikTok @srirahmadona3.
"Gaji terbesar di Indonesia saat ini adalah jadi anggota KPPS, 1 juta sehari," kata @dian.pertiwi.0106 dalam konten TikToknya.
BACA JUGA: Belum Selesai Soal ITB Tawarkan Bayar UKT Sistem Pinjol, Kini Heboh Mahasiswa Jual Beli Mata Kuliah
Berapa sih gaji menjadi anggota KPPS di pemilu 2024?
Besaran gaji KPPS tertuang dalam Surat Kementerian Keuangan Nomor S-647/MK.02/2022 tanggal 5 Agustus 2022 tentang Satuan Biaya Masukan Lainnya (SBML) untuk Tahapan Pemilihan Umum dan Tahapan pemilihan.
KPU menetapkan gaji KPPS Pemilu 2024 sebesar Rp1,2 juta untuk ketua dan Rp1,1 juta untuk anggota. Diketahui besaran gaji ini naik dari Pemilu 2019, ketua KPPS hanya menerima Rp550 ribu serta anggota Rp500 ribu.
Masa kerja KPPS tidak hanya satu hari kerja saat hari H pemilu. Namun, dimulai sebelum pemilu tanggal 25 Januari dan berakhir setelah pemilu pada 25 Februari 2024.
Cek berita yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi
-
Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai
-
Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus
-
4 Tone Up Cream SPF 30 Sat-set Bikin Wajah Cerah, Fresh, dan Terlindungi
-
Gaji Terbatas, Pengeluaran Terus Berjalan: Bisakah Downgrade Lifestyle Jadi Solusi?
Artikel Terkait
News
-
Belajar dari Ubud, I Made Gunarta Dorong Ekosistem Wellness di JCWF 2026
-
Sebut Mirip Orba, Pakar UGM Kritik Pemasangan Kawat Berduri di Jogja
-
Krisis Sampah Perkotaan, Mengapa Perempuan Jadi yang Paling Terdampak?
-
Dari Masjid Ke Masjid, Menyusuri Jejak Sejarah di Sudut Jakarta
-
Lewat Sanggar Belajar, UPNVJ Dampingi Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia
Terkini
-
Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi
-
Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai
-
Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus
-
4 Tone Up Cream SPF 30 Sat-set Bikin Wajah Cerah, Fresh, dan Terlindungi
-
Gaji Terbatas, Pengeluaran Terus Berjalan: Bisakah Downgrade Lifestyle Jadi Solusi?