Perayaan Lebaran tinggal menghitung hari. Sambil bersilaturahmi dan bermaaf-maafan, Lebaran juga menjadi ajang untuk dapat mencicipi aneka sajian kue yang disuguhkan. Salah satu yang sering dijumpai di setiap rumah yaitu nastar. Keberadaannya selalu menjadi kue yang dinanti di meja tamu.
Nastar dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda, pada penamaannyapun berasal dari Bahasa Belanda yaitu “Ananas” yang berarti nanas dan “Taart” yang berarti kue, kemudian pelafalannya berkembang menjadi nanas dan dapat diartikan sebagai kue tar yang berisikan selai nanas.
Resep kue nastar sendiri terinspirasi dari pie yang dibuat menggunakan selai blueberry dan strawberry, namun karena buah-buahan tersebut sulit ditemukan di Indonesia pada saat itu lalu digunakanlah buah nanas sebagai pengganti, begitupula dengan bentuknya yang mengalami modifikasi hingga sekarang.
Menjadi kue yang keberadaannya selalu dinanti saat Lebaran, nastar ternyata membawa berkah tersendiri bagi para produsen kue kering. Salah satunya Henny, seorang produsen kue asal kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten.
Usaha kue kering yang sudah digelutinya hampir 5 tahun ini selalu banjir orderan, meskipun usahanya masih kelas rumahan dan hanya menerima pesanan kue kering selama bulan Ramadhan saja, namun keuntungan yang didapatkan mencapai jutaan rupiah.
“Alhamdulillah biasanya semakin mendekati Lebaran semakin banyak yang order, paling banyak waktu itu sampai 30 toples dan paling sedikit 3 toples," ujar Henny pada 29 Maret 2024.
Pada saat proses produksinya, henny turut dibantu oleh suaminya untuk dapat menyelesaikan semua pesanan. Di antara berbagai macam kue kering yang diproduksi, nastar menjadi pilihan kue dengan pemesanan terbanyak.
Satu toples nastar ukuran 500 gram dibagi menjadi 2 jenis, untuk nastar standar dihargai Rp 60.000 dan untuk nastar premium dihargai Rp 90.000, perbedaan harga ini dibuat untuk menyesuaikan harga barang bahan baku yang juga mengalami kenaikan saat Ramadhan sampai menjelang Lebaran, sehingga para pembelinya dapat menyesuaikan dengan budgetnya.
“Kita hanya menerima orderan dari awal Ramadhan sampai H-7 Lebaran aja agar tidak ada penumpukan pesanan yang menjadi dikirimnya setelah Lebaran,” ucapnya. Henny mengandalkan promosi melalui whatsapp dan world of mouth (pemasaran yang dilakukan dari mulut ke mulut).
Seperti yang diketahui bahwa bisnis kuliner menyumbang kontribusi yang besar terhadap tenaga kerja sektor ekonomi kreatif, maka memulai usaha kue kering pada saat Ramadhan dapat menjadi pilihan yang tepat karena tingginya minat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap kue kering.
Beberapa strategi yang dapat dilakukan jika ingin mempersiapkan usaha kue kering di bulan Ramadhan dengan menyiapkan bahan baku dari sebelum Ramadhan untuk menghindari kenaikan harga, mendesign kemasan yang menarik, dan memaksimalkan promosi online. Peningkatan keterampilan berwirausaha ini akan membawa kemandirian ekonomi bagi masyarakat Indonesia.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
3 Rekomendasi Serial Netflix Berdasarkan Kisah Nyata, Tayang Lebaran 2024
-
5 Ide Kegiatan Anak Libur Lebaran di Kampung Halaman: Ada Acara Carnaval di Hotel untuk Semua Umur!
-
Jelang Lebaran, Emiten DAYA Tebar Promo Diskon Hingga 70%
-
Mudik Lebaran 2024 Aman dan Nyaman, Ikuti Tips dari Polisi
-
Jadwal Ganjil Genap Mudik Lebaran Terbaru, Nekat Melanggar Siap-siap Denda Rp500 Ribu!
News
-
Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern
-
Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak
-
Ancaman El Nino 2026: Luas Area Terindikasi Terbakar Capai Tiga Kali Lipat Daratan Jakarta
-
Pariwisata Maju, Lalu Lintas Mundur: Sisi Gelap di Balik Viralnya Situ Kamojing Cikampek
-
Garam Palungan Desa Les: Menjaga Warisan Leluhur di Bawah Matahari Bali Utara
Terkini
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam