Anyaman bambu adalah salah satu kerajinan lokal yang masih ada hingga sekarang. Walaupun hanya berbahan dasar bambu, tetapi kerajinan ini memiliki keunikan yang membuatnya berbeda dari kerajinan-kerajinan lainnya.
Anyaman bambu menarik perhatian masyarakat lokal karena unik dan langka. Hal ini membuatnya menjadi kekuatan budaya yang mencerminkan kearifan lokal.
Kendati demikian, tidak banyak usaha lokal yang memproduksi kerajinan anyaman bambu. Di Yogyakarta sendiri, salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang masih memproduksi kerajinan anyaman bambu hingga saat ini adalah Prinxmas.
Prinxmas berlokasi di Desa Brajan, Sleman. Usahanya sudah berdiri lebih dari 10 tahun. Kerajinan bambu Prinxmas masih terus memproduksi anyaman bambu, bahkan berkembang secara pesat hingga saat ini. Maka, tidak heran jika sebagian besar masyarakat sudah pernah mendengar soal kerajinan anyaman bambu itu.
"Kami sudah sudah cukup terkenal hingga saat ini. Bahkan sudah dikenal sebagai pusat kerajinan bambu, jadi banyak orang yang memesan kerajinan bambu langsung ke sini," ujar Sulisman, pemilik kerajinan bambu Prinxmas.
Kerajinan bambu Prinxmas berinovasi dengan anyaman bambunya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat lokal di era modern. Hal tersebut adalah salah satu upaya yang dilakukan Prinxmas dalam memproduksi karya rajutan yang relevan pada pasar saat ini.
Walaupun kerajinan anyaman bambu ini termasuk salah satu produk budaya yang sudah lama, dengan modifikasi desain produk bambu yang terus dilakukan oleh Prinxmas, terbukti berhasil menarik kembali minat masyarakat lokal setempat.
"Kami memang mempertahankan usaha ini untuk lebih semakin banyak penggemarnya. Dengan desain yang baru ini, kami berhasil menarik kembali minat masyarakat sekitar," jelas Sulisman.
Tidak cuma mengundang pelanggan baru, pelanggan yang sudah lama juga masih sering membeli dan menanyakan desain terbaru.
Jadi, apakah kamu tertarik untuk membeli produk kerajinan bambu? Yuk, bersama-sama kita lestarikan anyaman budaya lokal.
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Biaya Editing hingga Mic Rp0, Fakta di Balik Kasus Videografer Amsal Sitepu
-
8 Cara Menghidupkan HP yang Mati Total Tanpa Tombol Power dan Volume
-
Fakta Hukum Mengejutkan: Mengapa Menteri Korupsi, Presiden Tetap 'Kebal Hukum'?
-
Misi Menyelamatkan Kewarasan dengan Weekly Life Review
-
Pekerja Seni vs. Hukum: Dilema Empati Publik di Kasus Videografer Amsal Sitepu
Terkini
-
Modal 2 Juta Bisa Punya "Laptop" Mini? Cek 5 Rekomendasi Tablet Kece Buat Nulis
-
Menimbang Ulang Sekolah Daring di Tengah Krisis Global
-
Dari Perpustakaan ke Hamburg: Manis-Pahit Kisah Alster Lake
-
4 Toner Lokal Ukuran 200-500 ML, Solusi Awet Andalan Kulit Cerah dan Lembap
-
Selat Hormuz Ditutup, Laptop Dibuka: Apakah WFH Solusi Penghematan BBM Nasional?