Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang berakar pada pengabdian tulus kepada masyarakat, para calon guru Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Program Studi Bahasa Indonesia, Kelas B, Kelompok 2, Universitas Lampung, sukses menyelenggarakan pelatihan pembuatan kerajinan tangan buket bunga yang penuh keceriaan bagi anak-anak yang tinggal di Yayasan Panti Asuhan Bussaina, Lampung.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari penuh, pada tanggal 19 dan 20 April 2025, ini disambut dengan kehangatan luar biasa oleh jajaran pengurus panti asuhan dan diwarnai dengan antusiasme yang membara dari para peserta cilik.
Dari Teori ke Praktik Kreatif Merangkai Buket Bunga
Pelatihan yang dirancang secara interaktif ini berfokus pada penguasaan keterampilan membuat kerajinan tangan buket bunga yang menawan. Bahan-bahan sederhana seperti kertas krep berwarna-warni, lembaran plastik lentur, dan kawat bulu dimanfaatkan secara kreatif untuk dirangkai menjadi beragam bentuk buket yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai estetika yang patut diacungi jempol.
Dalam sesi pelatihan ini, anak-anak Panti Asuhan Bussaina tidak hanya diajarkan teknik-teknik dasar dalam merangkai bunga kertas, melainkan juga didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, melatih ketelitian dalam setiap tahapan proses pembuatan, serta menumbuhkan jiwa seni dalam diri mereka.
"Kami memiliki harapan besar bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi wadah untuk mempelajari keterampilan baru," ungkap Rizky Yoga Laksana, S.Pd., salah satu peserta PPG yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana kegiatan dengan penuh semangat.
"Lebih dari itu, kami ingin melalui kegiatan ini dapat membangun rasa percaya diri yang kuat dalam diri anak-anak, memupuk kemandirian mereka, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan."
Antusiasme Anak-Anak dalam Berkarya
Anak-anak Panti Asuhan Bussaina menunjukkan semangat luar biasa sepanjang pelatihan. Mereka mengikuti setiap sesi dengan serius dan bersemangat mencoba berbagai teknik baru. Hasil kerajinan yang mereka buat pun beragam, menunjukkan kreativitas masing-masing peserta.
"Kami senang sekali dan berterima kasih. Kakak-kakak dari PPG sabar dan baik dalam mengajarkan. Sekarang saya dan teman-teman saya jadi tahu cara buat buket bunga yang cantik," ungkap Moza (12 tahun), salah satu anak panti yang mengikuti pelatihan.
Pihak pengurus Panti Asuhan Bussaina pun menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif dan pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. Menurut mereka, kegiatan semacam ini memiliki dampak positif yang signifikan bagi perkembangan anak-anak panti.
"Pelatihan pembuatan buket bunga ini memberikan pengalaman yang sangat berharga dan baru bagi anak-anak kami," jelas Tarmidzi, pengurus utama di Panti Asuhan Bussaina, dengan nada penuh terima kasih. "Mereka tidak hanya mendapatkan keterampilan praktis yang bermanfaat, tetapi juga merasakan perhatian dan mendapatkan motivasi yang tulus dari para calon guru yang peduli dengan masa depan mereka."
Harapan bagi Masa Depan
Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek kepemimpinan dalam rangkaian Pendidikan Profesi Guru. Melalui kegiatan ini, para calon guru tidak hanya mengaplikasikan teori-teori kepemimpinan yang telah mereka pelajari, tetapi juga belajar untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata. Para calon guru berharap, pengalaman berharga dalam menyelenggarakan pelatihan ini dapat menjadi inspirasi dan pemicu bagi munculnya kegiatan-kegiatan sosial edukatif lainnya di masa mendatang.
"Semoga kegiatan ini bukan menjadi akhir dari segalanya, tetapi justru menjadi awal dari terjalinnya kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan antara dunia pendidikan dengan upaya pengabdian kepada masyarakat," pungkas Rizky, menyampaikan harapannya untuk masa depan.
Adapun Kelompok 2 Bahasa Indonesia Kelas B yang penuh dedikasi ini terdiri dari Rizki Yoga Laksana, Muntahana Risva Hamida, Cindy Kartika, Hermalia, Nopita Sari, Mutiara Lita, Anis Setia Ningsih, Monika Afriyanti, dan Agnes F. Parhusif, yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan dan kepemimpinan melalui kegiatan yang bermanfaat bagi komunitas.
Dengan dilandasi semangat gotong royong yang tinggi dan dedikasi yang tak kenal lelah, para calon guru PPG Prodi Bahasa Indonesia Kelas B Kelompok 2 ini telah membuktikan bahwa peran pendidikan tidak hanya terbatas pada ruang-ruang kelas formal, tetapi juga mampu menjangkau dan memberikan dampak positif secara langsung bagi kehidupan masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan dan keterampilan dapat dibagikan untuk menumbuhkan harapan dan memberikan kebahagiaan bagi sesama.
Baca Juga
-
Review Novel Mustika Zakar Celeng: Satire Tajam tentang Obsesi Manusia
-
Mata Ganti Mata, Gigi Ganti Gigi: Novel Penebusan karya Misha F. Ruli
-
Darurat Arogansi Aparat: Menilik Dampak Kerugian Pedagang karena Es Gabus Dikira Spons
-
Lestarikan Bahasa Daerah, Mahasiswa Unila Gelar Layar Sastra Dua Bahasa
-
Singgung Profesionalisme: Vtuber ASN DPD RI, Sena Dapat Kritik Pedas Publik
Artikel Terkait
News
-
UI Green Marathon 2026: Saleh Husin Siap Taklukkan 42 KM demi Masa Depan Mahasiswa
-
Avec le Temps: Harmoni Puitis Prancis dan Arab di Jantung Yogyakarta
-
Penyuluh Agama Islam Perkuat Kolaborasi, Tebar Toleransi dari Karanganyar
-
Mimpi yang Terparkir: Saat Ekonomi Menjadi Rem Bagi Ambisi Generasi Muda
-
Ichigo Ichie: Seni Menikmati Hidup di Era Distraksi Digital
Terkini
-
Ruang Tenang: Validasi untuk Jiwa yang Lelah dan Hati yang Ingin Rehat
-
Kuroko no Basket: Persahabatan, Persaingan Sehat, Pengakuan, & Bola Basket
-
Perempuan Bermata Kelam yang Menjanjikan Kemakmuran
-
Sinopsis We Are Worse at Love than Pandas, Drama yang Dibintangi Ikuta Toma
-
Mau Kulit Cerah Merata? 5 Rekomendasi Sabun Batang untuk Atasi Kulit Kusam