Hikmawan Firdaus | Natasya Regina
Ilustrasi demonstrasi (Pexels/Muhammad Renaldi)
Natasya Regina

Tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan usai terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob memicu kericuhan di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat. Aksi massa tersebut meluas hingga ke kawasan Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Jakarta Timur, pada Jumat (29/8/2025) dini hari. Kericuhan ditandai dengan pembakaran ban hingga penyanderaan seorang polisi lalu lintas.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, mengungkapkan bahwa kericuhan di kawasan Otista pecah sekitar pukul 03.00 WIB. Massa yang masih diliputi emosi turun ke jalan dan melakukan aksi bakar ban sebagai bentuk protes.

Tidak hanya itu, massa juga sempat menyandera seorang anggota polisi lalu lintas yang tengah bertugas di lokasi.

“Mereka sempat bakar ban dan menculik salah satu anggota polisi lalu lintas,” ungkap Alfian, dikutip dari Suara.com.

Beruntung, penyanderaan tersebut tidak berujung kekerasan. Anggota lantas yang sempat ditahan massa akhirnya berhasil diselamatkan oleh aparat kepolisian.

“Nggak dipukuli. Disandera tapi bisa kita ambil, kita amankan,” tegas Alfian.

Hingga Jumat pagi, situasi di Jalan Otista masih dijaga ketat aparat kepolisian. Proses negosiasi terus dilakukan agar massa bersedia membubarkan diri dan kondisi bisa segera kembali kondusif seperti sebelumnya.

Kronologi Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Melansir dari Suara.com, kericuhan di Jakarta Pusat pada Kamis (28/8/2025) malam dipicu peristiwa tragis yang menimpa seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan. Ia dilaporkan tewas usai terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob di kawasan Jalan Penjompongan, Jakarta Pusat.

Insiden bermula ketika aparat berusaha membubarkan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI yang kemudian merembet ke sejumlah titik sekitar lokasi. Dalam situasi penuh kepanikan itu, Affan menjadi korban.

Didin Indrianto, rekan sekaligus saksi mata, menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi tepat di sampingnya. Ia menyebut Affan sempat panik hingga terjatuh sebelum akhirnya tertabrak dan dilindas rantis.

“Itu kejadian pas di samping saya,” kata Didin kepada wartawan.

Menurut kesaksiannya, massa yang berada di sekitar lokasi sudah berteriak memperingatkan aparat karena melihat korban berada di bawah kendaraan. Namun peringatan itu tidak dihiraukan.

“Padahal sempat ditahan sama massa, sudah teriak ada gojek di bawah, tapi tetap enggak digubris. Dilindes habis sampai ban depan, ban belakang,” ujarnya.

Menanggapi insiden ini, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan tujuh anggota Brimob untuk menjalani pemeriksaan. Mereka masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka D.

Ketujuh anggota tersebut kini diperiksa secara intensif oleh Divisi Propam bersama Brimob Polri di Mako Brimob Kwitang. Abdul Karim menegaskan, pihaknya masih menelusuri siapa yang sebenarnya mengemudikan rantis saat kejadian.

“Siapa yang nyetir masih kami dalami. Kami masih belum bisa tahu. Tapi yang jelas tujuh orang ini ada dalam satu kendaraan,” jelas Abdul.

Kematian Affan Kurniawan: Fakta-Fakta Penting di Balik Insiden Tragis

Kematian pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan memicu perhatian publik. Sejumlah fakta terungkap terkait peristiwa nahas yang menimpanya hingga menyoroti dugaan keterlibatan aparat dalam insiden tersebut.

1. Tujuh Anggota Brimob Diamankan dan Diperiksa

Polri melalui Kadiv Propam, Irjen Pol Abdul Karim, mengonfirmasi bahwa sedikitnya tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya telah ditahan dan diperiksa. Mereka diduga terlibat dalam insiden yang menyebabkan tewasnya Affan, termasuk di antaranya yang mengendarai kendaraan taktis (rantis) saat kejadian.

Nama-nama yang kini diperiksa antara lain Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka D.

2. Affan Merupakan Sosok Tulang Punggung Keluarga

Di balik tragedi ini, Affan dikenal sebagai tulang punggung keluarga. Hidup bersama orang tua, seorang abang, dan adik perempuan di kontrakan kecil berukuran 3x11 meter di kawasan Jatipulo, Jakarta Barat, ia berusaha keras membantu ekonomi keluarga.

Sehari-harinya, Affan bekerja sebagai pengemudi ojek online, meski sebelumnya ia sempat berprofesi sebagai satpam di kawasan Menteng.

3. Korban Bukanlah Demonstran

Fakta penting lain, Affan bukan bagian dari massa aksi. Saat insiden terjadi, ia tengah mengantarkan pesanan makanan di sekitar lokasi. Kehadirannya yang kebetulan di tengah kerumunan membuatnya menjadi korban yang tidak sengaja berada di waktu dan tempat yang salah.

4. Detik-Detik Mengerikan Terekam Kamera

Insiden tragis ini sempat terekam dalam video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak sebuah kendaraan taktis Brimob melaju kencang dengan sirine menyala untuk membubarkan massa.

Naasnya, Affan yang berada di lokasi tidak sempat menghindar. Ia tertabrak, terkapar di jalan, bahkan diduga sempat terlindas kendaraan tersebut sebelum mobil rantis itu melaju pergi meninggalkan lokasi. Sejumlah saksi mata menuturkan, laju mobil dinilai ugal-ugalan dan berbahaya.

5. Amarah Massa Usai Kejadian

Peristiwa itu sontak menyulut emosi massa di sekitar lokasi. Dalam video yang sama, terlihat ratusan orang berusaha mengejar mobil taktis Brimob sambil melempar dan mencoba memukulinya. Namun, mobil berhasil melarikan diri lebih jauh dan terhindar dari amuk warga yang marah.

Kematian Affan Kurniawan menjadi sorotan besar karena menyisakan duka bagi keluarga sekaligus membuka persoalan serius mengenai prosedur pengamanan demonstrasi.

Di satu sisi, publik menuntut keadilan bagi Affan yang tidak terlibat dalam aksi, sementara di sisi lain pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap anggota Brimob yang diduga terlibat. Tragedi ini diharapkan menjadi momentum evaluasi agar insiden serupa tidak kembali terulang.