Kursi pimpinan Komisi III DPR RI resmi berganti tangan dari Ahmad Sahroni ke Rusdi Masse Mappasessu. Penunjukan oleh Partai NasDem ini sontak membuat publik menyoroti sosok Rusdi Masse, politisi senior yang ternyata memiliki jejak karier yang penuh liku.
Dilansir dari Suara.com, penunjukan Rusdi Masse dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam rapat yang digelar di kompleks parlemen, Jakarta, pada Kamis (4/9/2025).
Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan DPR yang membawahi urusan politik, hukum, dan keamanan, Dasco menegaskan bahwa pergantian ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi yang diajukan oleh Fraksi Partai NasDem.
Siapakah sebenarnya Rusdi Masse? Berikut adalah profil dan tujuh fakta menarik tentang perjalanan hidupnya, dari seorang sopir truk hingga kini menduduki jabatan strategis di parlemen.
1. Asal dan Latar Belakang
Rusdi Masse menyandang nama lengkap Rusdi Masse Mappasessu. Politisi ini lahir pada 3 Maret 1973 di Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Ia merupakan suami dari Fatmawati Rusdi.
2. Merintis dari Nol: Pernah Jadi Sopir Truk
Jauh sebelum menduduki jabatan strategis, Rusdi pernah merasakan kerasnya hidup saat merantau ke Jakarta.
Untuk menyambung hidup, ia tidak langsung menikmati kesuksesan dan sempat bekerja sebagai buruh kasar serta sopir truk.
3. Sukses Sebagai Pebisnis Kapal
Kerja kerasnya di perantauan membawanya pada kesuksesan di dunia bisnis.
Salah satu puncak kariernya di luar politik adalah menjadi petinggi PT Bayumas Jasa Mandiri (BJM) Jakarta, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri kapal.
4. Terjun ke Politik Hingga Jadi Bupati Dua Periode
Gerbang politiknya terbuka saat bergabung dengan Partai Bintang Reformasi (PBR) dan menjadi anggota DPRD.
Puncak karier politiknya di daerah adalah saat ia memenangkan Pilbup Sidrap pada 2008 dan berhasil menjabat sebagai Bupati Sidrap selama dua periode.
5. Karier Moncer di Partai NasDem
Langkah politiknya semakin mantap saat berlabuh di Partai NasDem. Di partai ini, ia dipercaya memegang jabatan sebagai Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan dan menjadi pengurus DPP.
Kepercayaan ini dibayarnya dengan sukses melenggang ke Senayan pada Pemilu 2019 dengan perolehan 119.064 suara dari Dapil Sulsel 3.
6. Diguyur Sederet Penghargaan Bergengsi
Dedikasinya sebagai kepala daerah dan politisi diganjar berbagai penghargaan. Beberapa di antaranya adalah Prestasi Kinerja Tertinggi dalam Penyelenggaraan Pemerintah Bupati Sidrap dan penghargaan LITERASI terbaik ke-4 di Indonesia. Penghargaan paling mentereng yang pernah diraihnya adalah Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI.
7. Resmi Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR
Partai NasDem menunjuk Rusdi Masse Mappasessu sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, menggantikan posisi Ahmad Sahroni.
Komisi III sendiri memiliki lingkup tugas strategis yang mencakup bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan, menjadikannya salah satu posisi penting di DPR.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
Artikel Terkait
-
Jam Tangan Rp11,7 M Ahmad Sahroni Dikembalikan, Kenapa Harganya Super Fantastis?
-
Gaji Terancam Disetop, Dari Mana Saja Penghasilan Nafa Urbach Selain dari Gaji DPR?
-
DPR Obral Maaf dan Janji Tobat Usai Demo, Benar Bakal Berubah Atau Sekadar Pemanis Mulut?
-
Nafa Urbach, Eko Patrio Hingga Uya Kuya Terancam Tak Terima Gaji DPR Usai Dinonaktifkan
-
Dasco Akhirnya Tetapkan Pengganti Ahmad Sahroni di Komisi III DPR, Ini Sosoknya
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam