Presiden Prabowo Subianto resmi merombak Kabinet Merah Putih dengan mengganti lima menteri. Salah satu nama besar yang ikut tergeser adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Keputusan ini sontak menjadi sorotan publik, mengingat posisi bendahara negara adalah salah satu kursi paling strategis dalam pemerintahan.
Namun, di balik kabar pencopotannya, perhatian publik juga kembali tertuju pada kekayaan pribadi Sri Mulyani yang terus mengalami lonjakan sejak pertama kali duduk di kursi menteri pada 2004 silam.
Kekayaan Sri Mulyani Tembus Hampir Rp100 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), perjalanan kekayaan Sri Mulyani menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Pada awal kariernya sebagai Menteri Bappenas di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2004, hartanya tercatat Rp4,5 miliar.
Setahun kemudian, saat dipercaya menjabat Menteri Keuangan, kekayaan Sri Mulyani naik menjadi Rp7,3 miliar dan melonjak drastis hingga Rp20 miliar pada 2009. Tahun 2010, sebelum meninggalkan kursi kabinet untuk berkarier di Bank Dunia, kekayaannya tercatat Rp21,8 miliar.
Saat kembali dipanggil Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Keuangan pada 2016, harta Sri Mulyani sudah menyentuh Rp45,8 miliar. Angka itu terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga laporan terakhir pada 31 Desember 2024, kekayaannya tercatat Rp92,8 miliar.
Sebenarnya jumlah total hartanya mencapai Rp102,1 miliar, namun ia tercatat memiliki utang Rp9,3 miliar.
Aset Terbesar: Tanah, Bangunan, dan Surat Berharga
Harta paling dominan milik Sri Mulyani berada pada aset tanah dan bangunan, dengan nilai Rp49,5 miliar. Disusul surat berharga senilai Rp34,9 miliar. Sementara kas dan setara kas mencapai Rp16,5 miliar, serta aset transportasi senilai Rp782 juta.
Karier Panjang, Reputasi Internasional
Sri Mulyani dikenal sebagai sosok ekonom tangguh yang sudah dua dekade berkecimpung di panggung nasional maupun global. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia (2010–2016), sebelum akhirnya kembali dipercaya Presiden Jokowi, lalu bertahan hingga kabinet Presiden Prabowo.
Baca Juga
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual
Artikel Terkait
News
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!
-
Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026
-
Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026
-
AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta
Terkini
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual