OpenAI resmi merilis ChatGPT Atlas, browser baru yang dirancang dengan kecerdasan buatan. Tak sekadar tempat berselancar di internet, Atlas membawa konsep baru dengan berbagai fitur yang canggih.
Peluncuran ini menandai langkah besar OpenAI dalam memperluas kemampuan ChatGPT ke ranah browsing. Berikut deretan fitur canggih yang membuat ChatGPT Atlas berbeda dari browser pada umumnya.
1. Sidebar ChatGPT
Melansir dari laman resmi chatgpt.com, fitur ini mampu memberikan jendela yang dapat secara langsung menampilkan ChatGPT. Jendela ini dapat digunakan untuk merangkum serta menganalisis data dari situs yang sedang dibuka.
Lewat sidebar ini, pengguna bisa menyorot teks atau konten di halaman web, lalu meminta AI untuk merangkum, menjelaskan, atau menganalisis informasi tersebut secara instan.
2. Agen ChatGPT
Fitur yang satu ini mampu untuk melakukan hal yang pengguna perintahkan di dalam browser. Melalui Agent Mode, AI dapat membuka tab, meng-klik tautan, mengisi formulir, hingga membantu menyelesaikan tugas-tugas tertentu secara otomatis.
Pengguna bisa meminta ChatGPT mencari informasi spesifik, menyiapkan daftar belanja, atau merangkum beberapa sumber sekaligus tanpa harus melakukan semuanya secara manual.
Dengan kemampuan ini, Agent ChatGPT menghadirkan pengalaman browsing yang lebih interaktif dan efisien, seolah memiliki asisten pribadi yang selalu siap membantu.
3. Memori Browser
Melalui fitur ini, pengguna dapat memberikan prompt untuk menentukan informasi apa saja yang ingin diingat oleh ChatGPT. Dengan begitu, setiap kali diperlukan, AI akan menghadirkan detail yang relevan secara otomatis.
Fitur ini membuat ChatGPT dapat menghadirkan konteks relevan ketika dibutuhkan, misalnya mengenali topik yang sering ditelusuri atau mengingat informasi penting dari sesi browsing sebelumnya.
Fitur ini juga membuat pengguna terasa lebih personal, karena AI tidak hanya merespons secara instan, tetapi juga menyesuaikan jawaban berdasarkan sejarah interaksi.
4. Kontrol Privasi & Data
Selain fitur interaktif dan memori browser, ChatGPT Atlas juga menekankan kontrol privasi dan data bagi penggunanya.
Mengutip dari chatgpt.com, pengguna tentunya tetap dapat menentukan situs mana yang boleh diakses AI, mengaktifkan mode incognito, atau menonaktifkan memori browser kapan saja.
Secara default, konten browsing tidak digunakan untuk melatih model lain, kecuali pengguna secara eksplisit mengizinkannya.
Fitur ini memastikan pengalaman browsing tetap aman dan transparan. Dengan demikian, pengguna tetap bisa menikmati kecanggihan AI tanpa harus merasa curiga akan kebobolan privasi dan keamanan data pribadi.
Dengan sederet fitur canggih tersebut, ChatGPT Atlas menawarkan pengalaman browsing yang lebih dari sekadar membuka halaman web. Kini pengguna dapat merasakan pengalaman browsing dengan lebih cepat dan praktis.
Baca Juga
-
Tanam Mangrove dan Berkarya, Kolaborasi Seniman dan Penulis di Pantai Baros
-
4 Rekomendasi Social Space di Jogja untuk Nongkrong dan Diskusi Santai
-
Lagu Digunakan Tanpa Izin, Band Wijaya 80 Laporkan Pelanggaran Hak Cipta
-
Menunggu Hari Perempuan Bisa Benar-Benar Aman dan Nyaman di Konser Musik
-
Diduga Selingkuh Lagi, Jennifer Coppen Singgung Sosok Jule di Live
Artikel Terkait
News
-
Dibalik Skandal Kuota Haji: Ketika Aturan Dibengkokkan dan Ibadah Masuk Meja Transaksi
-
Membaca Adalah Olahraga Otak: Cara Alami Tingkatkan Daya Ingat dan Fokus
-
Mengenal Non-Apology Apology: Analisis Permintaan Maaf Azkiave yang Tuai Kritik.
-
Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah: Drama Keluarga yang Penuh Konflik
-
HP Oppo 3 Jutaan Terbaik 2026: Mana yang Paling Layak Dibeli?
Terkini
-
Pulih dari Cedera, Shayne Pattynama Dirumorkan Merapat ke Liga Indonesia?
-
Ruang Hampa di Kepala Elias
-
Resmi Berakhir, Pengembangan Alice in Borderland Ditutup di Musim 3
-
Ulasan Novel Romansa Opium, Kejahatan, Kekuasaan, dan Cinta di Era Kolonial
-
Review Lagu Aperture Harry Styles: Makna di Balik Metafora Cahaya dan Kejujuran