Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi diperbolehkan masuk ke halaman sekolah dan hanya harus berhenti di luar pagar, sebagai bagian dari pengetatan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Hal ini dikarenakan insiden kecelakaan yang menimpa siswa dan guru di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12/2025) pekan lalu.
Keputusan tersebut diumumkan BGN melalui keterangan resmi yang disampaikan oleh Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dalam upaya mencegah terulangnya kejadian serupa di sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia.
“Usahakan tidak masuk membawa makanan ke halaman. Cukup diantar di depan pagar. Karena meskipun tidak ada upacara, anak-anak itu sering lari-lari di halaman,” kata Nanik, dikutip dari Suara.com pada Selasa (16/12/2025).
Kendaraan distribusi MBG hanya diperbolehkan berhenti di luar pagar sekolah untuk menyerahkan makanan, yang kemudian diambil oleh petugas sekolah atau tim yang ditunjuk.
Selain pengaturan lokasi pengantaran, BGN menegaskan bahwa pengemudi mobil pengantar MBG harus memiliki kualifikasi profesional.
Mereka diwajibkan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) yang memadai, serta pengalaman dan pemahaman terhadap medan serta jalur distribusi.
Pengemudi yang ditugaskan juga harus memenuhi persyaratan lain, termasuk memiliki kepribadian baik, tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal seperti narkoba, serta dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
Dalam aturan baru ini, kepala Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) juga diberikan tanggung jawab untuk memastikan SOP dipatuhi di masing-masing lokasi pelayanan MBG.
Termasuk di antaranya mengatur jam kerja agar pengawasan distribusi MBG berjalan efektif dan memadai.
“Saya minta perhatian sama mitra, jangan karena Anda mau bayar murah, lalu main cabut saja, sekarang saya rekomendasikan agar SPPG itu disuspend dalam waktu yang tidak ditentukan. Nanti kalau ada kejadian, saya pun akan merekomendasikan hal yang sama kepada bapak ibu,” tuturnya.
Sebelumnya, BGN juga telah melakukan sosialisasi dan penguatan tata kelola program MBG di sejumlah daerah, termasuk Lumajang, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi standar baru ini di lapangan.
Dengan aturan ini, BGN berharap distribusi makanan di program MBG tetap berjalan efektif namun lebih aman bagi siswa di lingkungan sekolah di seluruh Indonesia.
Tag
Baca Juga
-
Dari Lumpur Pantai Baros: Mengubah Aksi Tanam Mangrove Jadi Seni dan Refleksi Diri
-
Lebih dari Sekadar Angkat Senjata, Ini Cara Bela Negara di Kehidupan Sehari-hari
-
Restitusi untuk Korban Tindak Pidana Masih Sulit Direalisasikan
-
Dirut ANTAM dari Eks Tim Mawar, Negara Tutup Mata soal Rekam Jejak HAM
-
Rp17 Miliar Terkumpul, Musisi Indonesia Peduli bagi Korban Bencana
Artikel Terkait
-
BGN Minta Kepala SPPG Awasi Ketat Proses Memasak dan Distribusi MBG
-
BGN Perketat SOP, Mobil Pengantar MBG Tak Lagi Masuk Halaman Sekolah
-
Sekolah Kembali Normal, Gubernur DKI Pastikan Korban Kecelakaan Mobil MBG Ditangani Maksimal
-
7 Siswa Korban Insiden Mobil MBG di SDN 01 Kalibaru Kembali Sekolah, Polisi Beri Trauma Healing
-
Pasca Insiden Cilincing, Mobil Pengantaran MBG Harus di Luar Pagar
News
-
Tanpa Alas Kaki dan Tanpa Suara, Makna di Balik Mubeng Beteng Malam 1 Suro
-
Catat Tanggalnya! Intip Keseruan Event Besar Thai Festival Jakarta 2026
-
3 Tahun Kabar Terdepan: Merajut Keberagaman, Mengawal Kebenaran
-
Beruang Kutub Dulu Putih Kini Kelabu: Tanda Alam yang Terabaikan dari Krisis Iklim Global
-
Bosan Kerja Sendirian? WFC Journal Mengubah Meja Kopi Jadi Lingkaran Pertemanan
Terkini
-
Inggris vs Kroasia: Misi 'The Three Lions' Muda Bungkam Senioritas Luka Modric
-
Anti Basic! 4 OOTD Luxury City Boy ala Wooyoung ATEEZ yang Edgy Maksimal
-
Anime Sasaki and Peeps Season 2 Umumkan Tayang Oktober, Rilis Trailer Baru
-
Sisi Gelap Label Introvert yang Bikin Generasi Sekarang Makin Egois
-
Saat Perempuan Begadang Demi Piala Dunia 2026, Apa yang Salah?