M. Reza Sulaiman | Tika Maya Sari
ilustrasi bermain basket (Unsplash/Carolina Almeida)
Tika Maya Sari

Pernahkah kamu menonton pertandingan bola basket? Seperti pertandingan bergengsi ala NBA, pertarungan sengit antarsekolah, hingga adaptasi tema dunia bola basket melalui anime Kuroko no Basket.

Bermain bola basket memang kerap menjadi materi pelajaran olahraga di sekolah. Namun, tahukah kamu bahwa bermain bola basket sangat berguna untuk kesehatan mental?

Beragam Studi Meneliti Manfaat Bermain Bola Basket

Melansir laman Moa Basketball, bermain bola basket ternyata tidak hanya memberikan keseruan dalam permainan, melainkan juga berefek baik bagi fisik maupun mental. Tidak tanggung-tanggung, ada tiga jurnal penelitian yang menyebutkan manfaatnya bagi tubuh manusia:

Journal of Health Psychology

Olahraga aerobik yang teratur seperti basket ternyata mampu mengurangi stres dan kecemasan, serta mampu melepaskan hormon endorfin yang mendorong rasa senang. Kegiatan basket juga bisa meningkatkan relaksasi tubuh serta kejernihan mental. Secara sederhana, olahraga ini bisa dijadikan pelampiasan stres dan burnout.

American Journal of Psychology

Melakukan olahraga seperti basket ternyata bisa menurunkan tingkat depresi, meningkatkan kepercayaan diri, dan menguatkan ketahanan mental. Meskipun terkadang ada motif memamerkan keterampilan (flexing skill) melalui permainan basket, sebagai penonton pun ternyata seru untuk melihatnya.

Frontiers in Psychology

Kegiatan olahraga mampu meningkatkan fleksibilitas kognitif, memori, dan keterampilan memecahkan masalah. Dalam hal ini, permainan basket tentu saja unggul. Pemain harus bisa mengusung strategi menghadapi lawan, membaca arahan pelatih tim lawan, hingga perhitungan shooting bola ke dalam ring. Bisa juga sebagai ajang "telepati" terhadap kawan setim untuk melancarkan strategi rahasia, mirip di anime Kuroko no Basket.

Koneksi Pertemanan Melalui Permainan Basket

Pada praktiknya, permainan bola basket memang bertujuan untuk mengasah ketahanan fisik, sebagaimana cabang olahraga lainnya. Maka, tidak heran jika olahraga ini kerap dimasukkan sebagai salah satu materi pelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas) di sekolah.

Selain itu, ada juga tujuan yang bisa diperoleh melalui permainan bola basket selain manfaat fisik dan mental, yaitu koneksi pertemanan. Semisal saja, bermain bola basket di lapangan sekolah bisa diikuti oleh banyak siswa dari beragam kelas. Kawan-kawan yang tadinya kurang kita kenal pun akhirnya bisa menjadi teman akrab. That simple!

Atau ketika berlaga di kompetisi basket antarsekolah, tentu kita akan melawan tim dari sekolah lain yang diikuti dengan bersalaman di akhir pertandingan. Nah, dari sini pun kita bisa mengajak berkomunikasi dan menambah relasi pertemanan.

Hal yang paling unik, kamu juga bisa bermain basket di lapangan taman kota. Dari penjuru yang tidak diduga, akan ada orang-orang yang ikut bergabung dalam permainan bola basket. Hal ini pernah dialami oleh adikku sendiri sewaktu dia iseng bermain basket di Taman Hijau SLG (Simpang Lima Gumul), Kediri.

Basket adalah Pemersatu

Permainan bola basket memang asyik untuk dijadikan momentum kebersamaan. Sekalipun aku tidak pernah berhasil memasukkan bola ke dalam ring, menonton pertandingan yang memicu adrenalin serta mengamati taktik dan gerakan pemain yang hati-hati tetapi lugas ternyata sangat seru. Ini dari sudut pandangku sebagai penonton.

Namun, sebagai orang yang pernah bermain basket meskipun sangat amatir, permainan bola basket itu sulit. Di sisi pergerakan yang bisa diblokir lawan, kita harus berpacu dengan waktu dan menjalankan strategi tim. Sisi baiknya, fisik dan mental kita terasah, hingga mendapat bonus memiliki teman-teman baru dari tim lawan. Sebab setahuku, di akhir pertandingan mereka biasanya bercakap-cakap, entah mengomentari pemain yang agresif atau gaya manipulasi bola. Intinya, bermain bola basket bukan hanya sekadar permainan, melainkan mampu menjadi terapi pereda stres dan depresi jika mengikuti takaran yang tepat.