Hari ketiga sekaligus penutup rangkaian Masa Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) 63 Sekolah Vokasi IPB University berlangsung meriah di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB University, Rabu (12/8). Setelah menjalani rangkaian pembekalan selama tiga hari, mahasiswa baru disuguhkan perpaduan kegiatan edukatif, interaktif, dan hiburan sebagai penutup perjalanan awal mereka di Sekolah Vokasi IPB University.
Rangkaian hari terakhir diawali dengan Talkshow 3 bersama Chandra Liow yang membahas etika digital dan keberanian dalam berkarya. Di hadapan mahasiswa baru, Chandra membagikan pengalaman mengenai pentingnya menemukan ciri khas, keluar dari zona nyaman, dan bijak dalam menggunakan media sosial.
Chandra juga mendorong mahasiswa baru untuk berani memulai dan membangun kepercayaan diri dalam berkarya, khususnya bagi mereka yang ingin terjun sebagai content creator. “Kalau kalian ingin menjadi content creator harus percaya diri, karena gak apa pede yang penting IPB. Kalau pede pasti bisa!” pesan Chandra kepada mahasiswa baru.
Semangat mahasiswa baru semakin membara melalui penampilan The Overtunes sebagai guest star. Alunan musik yang dibawakan turut menciptakan suasana meriah sekaligus memberikan hiburan setelah mahasiswa mengikuti berbagai rangkaian pembekalan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memberikan pembekalan mengenai kehidupan, kebangsaan, dan peran mahasiswa dalam menghadapi berbagai persoalan di masyarakat. Sesi tersebut berlangsung interaktif melalui tanya jawab bersama mahasiswa baru.
Tidak hanya memberikan pembekalan, Kang Dedi juga membagikan sejumlah hadiah kepada mahasiswa yang berhasil menjawab pertanyaan. Dalam sesi tersebut, ia turut memberikan beasiswa selama lima semester kepada lima mahasiswa baru serta bantuan kepada sejumlah mahasiswa yang menyampaikan kondisi mereka secara langsung.
Menjelang akhir rangkaian, mahasiswa baru kembali disuguhkan penampilan musik dari Jaz. Penampilan tersebut menjadi salah satu momen hiburan sekaligus penutup rangkaian kegiatan hari ketiga MPKMB 63 Sekolah Vokasi IPB University.
Tiga hari perjalanan MPKMB 63 menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, membangun karakter, mengembangkan potensi, serta mendapatkan berbagai perspektif dari tokoh dan figur inspiratif. Berbagai pembekalan yang diberikan juga mengajak mahasiswa untuk mulai menentukan arah, berani mencoba, dan siap menghadapi tantangan selama menjalani kehidupan perkuliahan.
Berakhirnya rangkaian MPKMB 63 Sekolah Vokasi IPB University bukan menjadi akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal bagi mahasiswa baru untuk menjalani kehidupan sebagai bagian dari keluarga besar IPB University. Bekal yang diperoleh selama tiga hari diharapkan dapat menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk terus berkembang, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Penulis : Rachel Sarah
Baca Juga
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
Artikel Terkait
-
IPB University Ajak Mahasiswa Baru Sekolah Vokasi Siapkan Kompetensi hingga Adaptasi terhadap AI
-
Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak
-
Tips Pindahan Kos Praktis dan Hemat Beban untuk Mahasiswa Baru
-
Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta
-
Terungkap! Kode Rahasia Rektor Unsoed Ahmad Sodiq untuk Terima Uang 'Titipan' Mahasiswa Baru
News
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
Terkini
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar