Sang kuda berlari cepat dengan lincahnya yang tak kenal akan rasa penat yang sangat melukai raga. Lincah berlari dalam pecutan sang penunggang. Terus berlari tak terhenti sama sekali. Yang patuh pada segala perintah tuan penunggang.
Walau panas dan hujan bahkan angin, sang kuda terus berlari mengikuti arahan pecut. Arahan pecut yang mendorong semangat sang kuda terus melangkah tuk berlari semakin cepat.
Sang kuda yang sangat kuat raganya dalam ringkikan bunyinya. Banyak yang terpikat dengan permai kuda yang sangat terlihat imut. Yang membuat anak-anak tertawa riang hati kala memandang sang kuda.
Ganasnya kuda berpacu dengan lawan sesama kuda yang lain. Tuk bersaing memperebutkan siapa yang hebat. Yang membuat jutaan pasang mata bersorak gembira. Bersorak gembira menghantarkan dukungan.
Sang penunggang kuda yang terus memecut kuda tuk memacu semangat kuda dalam berlari. Berlari dalam arena pacuan kuda yang sangat riuh dengan gemuruh sorakan jutaan pasang mata yang menyaksikan.
Menerjang debu yang melayang mengangkasa dalam semburan terik panas sang surya. Sang surya yang menjilat panas terik kala waktu siang hari. Waktu siang hari begitu panjang rasanya.
Dalam debu yang terasa menyiksa raga, namun berkobarlah semangat yang terus menemani sang kuda. Tuk bersaing menjadi jawara arena pacuan kuda. Yang selalu berlari saling balap-membalap dengan pesaing bersama kuda yang lain.
Baca Juga
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Nyala Jiwa Ibu Berjilbab Pink: Elegi Perjuangan di Negeri yang Tengah Lebur
-
Affan Kurniawan: Hidup Tertindas, Gugur Dilindas, dan Perjuangan Tak Kandas
-
Samsung Segera Kenalkan Galaxy S25 FE, Dibekali Prosesor Exynos 2400 dan CPU 10 Core
-
Eliano Reijnders Dikabarkan Mendekat, Persib Kian Disesaki Pemain Berlabel Timnas Indonesia
-
Kekerasan Aparat vs Janji Reformasi: Membaca Pesan di Balik Kematian Affan Kurniawan