Kuasa amukan alam melingkupi segenap hantaran rupa-rupa kehidupan. Amukan alam memecut semua manusia. Sebagai buah karma dari kelicikan tingkah manusia. Yang tertawan dalam nafsu serakah membutakan naluri kecil. Bertindak gegabah melenyapkan kelestarian lingkungan.
Hamparan hutan yang tertancap amat kokoh nan tangguh lenyap semuanya. Tiada yang tersisa sedikitpun. Mengundang alam berkata penuh umpatan pada manusia. Bersiaplah manusia menunggu petaka dari alam.
Amukan alam berkata memberi isyarat yang keras akan tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia dalam bauran kepongahan melawan seruan Illahi agar tak merusak lingkungan. Melampaui urat manusiawi yang menjadi bagian nurani kecil manusia. Menjawab semua balasan yang dilakukan manusia.
Nestapa petaka bergemuruh dari jeritan manusia kian kencang. Kiasan kehidupan yang berhias melibas nyawa. Bauran kelicikan ulah manusia dalam sesal merasakan petaka dari alam. Segenap bencana mendera nyawa manusia.
Rupa-rupa nyawa yang bergerak lambat dalam gelimpangan mayat-mayat. Sangat miris mendera sanubari menatap nyawa-nyawa terkapar dalam petaka yang dihantarkan dari alam. Nelangsa nyawa yang berdetak sebagai ungkapan mawas diri akan tingkah yang diperbuat.
Letupan layunya kepongahan manusia menjadi sadarnya manusia tuk berbenah merubah tingkah. Sangat berfaedah lingkungan bagi rupa segenap nyawa. Amukan alam sebagai gejolak nyata semakin tak tertahankan. Membalas sangat dahsyat bagi manusia tanpa kenal ampun. Misteri hunian dunia semakin tak terjawab nasib lingkungan yang tak menentu.
Baca Juga
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
BTS Rayakan 13 Tahun Debut dengan Vinyl Spesial ARIRANG, Berisikan 16 Trek
-
Less Waste, More Awareness: Cara Gen Z Melihat Masa Depan Lingkungan
-
Filosofi Hidup Oreki dan Misteri yang Tak Bisa Ia Hindari di Novel Hyouka
-
Drama Korea Teach You a Lesson: Kala Pendidikan Butuh Reformasi Ekstrem
-
Jojo Rabbit: Ketika Komedi Gelap Membedah Kengerian Perang Dunia II