Pergerakan progresif induk sepak bola Indonesia, PSSI dalam usahanya mengamankan peluang untuk melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 membuat mereka mendapatkan sorotan luas.
Bukan hanya dari dalam negeri, sorotan terkait langkah-langkah yang dilakukan oleh PSSI dan Erick Thobir ini bahkan mendapatkan atensi tersendiri dari media negeri tetangga.
Dalam sebuah artikelnya yang berjudul "Timnas Indonesia tetapkan tenggat waktu penyelesaian prosedur naturalisasi 3 pemain untuk bermain melawan Australia, termasuk kiper di Serie A" beberapa waktu lalu, thethaovanhoa bahkan sampai menyebut Indonesia memiliki ambisi besar untuk berkiprah di gelaran Piala Dunia.
"Indonesia menaruh ambisi yang sangat tinggi terhadap misi meraih tiket ke Piala Dunia 2026 dengan terus menaturalisasi pemain-pemain berkualitas. Tak lama lagi 3 nama besar berikutnya akan resmi rampung." tulis thethaovanhoa menyikapi langkah PSSI belakangan ini yang tengah mengurus proses alih kewarganegaraan Emil Audero, Joey Pelupessy dan Dean James.
Sejatinya, apa yang dituliskan oleh media Vietnam tersebut tidaklah salah. Pasalnya, dengan masih terbukanya peluang Indonesia untuk bermain di pentas Piala Dunia, PSSI sah-sah saja untuk melakukan segala cara untuk mewujudkan hal tersebut.
Terlepas dari pandangan media Vietnam tersebut yang menyatakan Indonesia sangat ambisius untuk bisa bermain di Piala Dunia, penambahan kekuatan Timnas Indonesia yang dilakukan oleh PSSI juga tak bisa dikatakan sebagai sebuah hal yang salah.
Karena, selain hal tersebut akan membuat anak asuh Patrick Kluivert tersebut menjadi lebih kuat dari era sebelumnya, penambahan pemain dengan kualitas mumpuni yang dilakukan oleh PSSI ini juga akan sangat bermanfaat bagi Indonesia untuk gelaran-gelaran lain.
Terlebih lagi, berdasarkan informasi yang ada di laman AFC, Indonesia sendiri sudah memastikan satu tiket ke putaran final Piala Asia 2027 yang bakal dihelat di Arab Saudi. Sehingga, penambahan kekuatan ini menjadi sebuah hal yang sangat mutlak diperlukan, mengingat mereka juga harus bersaing dengan negara-negara lain di level benua.
Jadi, sejatinya tak masalah jika media Vietnam tersebut menuliskan bahwa Indonesia sangat ambisius untuk bisa bermain di Piala Dunia dengan menambah para pemain keturunan. Karena selain untuk tetap menjaga peluang kelolosan ke putaran final, hal itu juga bisa menjadi sebuah cara untuk menaikkan level persaingan Pasukan Merah Putih di pentas sepak bola internasional.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Hadapi Inggris, Norwegia Diliputi Pola Bertuah Tim Samurai Biru
-
Inggris vs Norwegia: Tuah Dukun Afrika Melawan Pasukan Viking yang Tersisa
-
Prancis vs Maroko: Mengapa Penunjukan Wasit Argentina Menuai Polemik Pencinta Sepak Bola?
-
Piala Dunia 2026: Juara Bertahan Terus Bersinar, tapi Dihantui Segudang PR Besar
-
Akhiri Perjalanan Panjang di Piala Dunia, Ronaldo Penggendong Prestasi Sepak Bola Portugal
Artikel Terkait
-
Harganya Gila! Emil Audero Bikin Pemain ASEAN Cuma Jadi 'Remahan Rengginang' Usai Perkuat Timnas Indonesia
-
Media Vietnam Prediksikan Wakil Indonesia di ASEAN All Stars, Para Pendukung Siap-Siap Kecewa
-
Diprediksi Tanpa Kevin Diks, 3 Pemain Ini Bisa Isi Posisi Bek Kanan Timnas
-
Kabar Baik untuk Indonesia, FIFA Berencana Ubah Peserta Piala Dunia 2030 Jadi 64 Negara
-
Dibisiki Ragnar Oratmangoen, Joey Pelupessy: Saya Harus Segera...
Sport
-
Media Asing Sebut Timnas Indonesia Tak Miliki Filosofi Permainan yang Jelas
-
Lando Norris dan Oscar Piastri Siap Bersaing untuk Gelar Juara Dunia 2025
-
Disebut akan Dinaturalisasi, 2 Pemain Ini Disebut Sedang Dipantau oleh PSSI
-
Dragan Talajic Sindir Timnas Indonesia Terkait Jumlah Pemain Naturalisasi
-
Usulan Aprilia Kembali Dapat Penolakan, Kemarin Ducati Sekarang Jack Miller
Terkini
-
Dari Istana ke Paspor: Mengapa Politik Menentukan Kesempatan Kerja?
-
FH UNY Berdayakan UMKM Desa Galuhtimur Lewat Legalitas Hukum & Inovasi Produk
-
Layak Tonton atau Lewatkan? Kupas Tuntas Film Moana Live Action 2026
-
Tim FIP UNY Bekali Guru PCM Tonjong Modul Ajar Berbasis Deep Learning
-
FH UNY Gelar PkM di MIM Tonjong, Kenalkan Pendekatan 'Deep Learning' untuk Guru Muhammadiyah