Meski kini tengah berdamai dan juga terlihat adem-ayem, namun sebenarnya daratan Korea masih menyimpan bara yang sewaktu-waktu bisa meletupkan konflik perang saudara.
Seperti yang kita ketahui bersama, pebedaan ideologi dari dua negara bersaudara tersebut bahkan pernah menyulut perang saudara yang kita kenal dengan perang Korea pada tahun 1950 hingga tahun 1953 lalu. Penghentian pertempuran yang hanya berupa traktat atau perjanjian tanpa landasan yang kuat, membuat perang bisa kembali pecah setiap saat, bahkan hingga saat ini.
Mengulik Perang Korea, salah satu film yang mengangkat tentang konflik bersaudara ini adalah film yang berjudul “The Sacrifice”. Uniknya, film ini seolah menjadi antithesis dari film-film bertemakan perang korea yang dibuat oleh Korea Selatan atau Amerika Serikat.
Film yang dibuat oleh China ini mengangkat cerita bergabungnya China dala Perang yang melibatkan Korea Utara dan China melawan Korea Selatan yang dibantu oleh Amerika Serikat tersebut. Dan ternyata, dalam film ini, dijabarkan pula alasan mengapa China pada akhirnya menerima permintaan Korea Utara untuk membantunya dalam peperangan. Alasan apa sajakah itu? Mari kita simak!
1. Provokasi Amerika Serikat
Dalam narasi awal film, salah satu hal yang membuat China pada akhirnya bergabung dalam perang Korea adalah karena provokasi Amerika Serikat yang menyerang secara tiba-tiba wilayah mereka di Sungai Yalu yang menjadi pembatas antara daratan Korea dan China.
Karena kedaulatannya dilanggar, maka tentu saja China berupaya untuk mempertahankannya, sekaligus untuk melindungi rakyat yang berada di wilayah tersebut. Dan tampaknya, hal ini tak kita temukan di film-film bertemakan perang Korea yang dibuat oleh Amerika Serikat dan juga Korea Selatan.
2. Demonstrasi kekuatan China
Sudah sejak zaman kerajaan China terkenal dengan agresi penaklukannya dan kekuatan militernya. Dan pasca perang dunia kedua, China pun berpikiran yang sama, ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka memiliki kekuatan bersenjata yang patut untuk disegani, dengan salah satunya bergabung di perang Korea untuk melawan provokasi Amerika Serikat.
3. Konsilidasi rezim baru China
Tahun 1950 an, China tengah berupaya untuk bangkit dari porak-poranda perang saudara antara kubu nasionalis dan kubu Komunis yang pada akhirnya dimenangkan oleh Kubu Komunis. Dan demi konsolidasi nyata di pemerintahan yang dipimpin oleh Mao Zedong, China perlu merapatkan barisan dengan melakukan Tindakan “revolusioner” atau unjuk gigi, yakni menyatukan satu komando di bawah komando ketua Mao, dengan terjun ke perang Korea.
Nah, itulah tiga alasan mengapa China pada akhirnya mau untuk terjun ke perang Korea, yang kita dapatkan dari film The Sacrifice. Ingin lebih jelas mengenai alurnya? silakan teman-teman tonton di situs film kesayangan teman-teman. Happy watching!
Baca Juga
-
Dear Ivar Jenner, Meskipun Tak Miliki Klub, Tolong Jadikan Liga Indonesia sebagai Opsi Terakhir!
-
Maarten Paes, Ajax Amsterdan dan Beban Pembuktian Julukan Mewah yang Dia Umumkan Sendiri
-
Anomali Maarten Paes, Naik Kelas Bergabung Raksasa Dunia saat Kompatriotnya Turun Kasta
-
Bertarung di FIFA Series 2026, Indonesia Dipastikan Tak Bisa Dapatkan Poin Maksimal dari Lawannya
-
Meskipun Meredup, Penggemar Liga Indonesia Harus Berterima Kasih ke Rafael Struick! Kok Bisa?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Bedah Makna Lagu Bernadya "Kita Buat Menyenangkan": Seni Memaafkan Hal Kecil
-
Review Buku 'Tahun Penuh Gulma': Suara Masyarakat Adat Melawan Rakusnya Korporasi
-
Meninggalkan Dunia Nyaman Demi Kebebasan Sejati: Menyelami Kisah 'Into The Wild'
-
Film Kuyank: Prekuel Saranjana yang Penuh Misteri Gelap!
-
The Lost Library: Menyusuri Jejak Rahasia Perpustakaan yang Hilang
Terkini
-
Ramadhan Sananta Bidik Jalan Pulang ke Liga 1, Persebaya Surabaya Siap Menampung?
-
Trend 2026 is the New 2016 Viral di TikTok, Gen Z Nostalgia Era Jadul
-
Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya
-
Demon Slayer Infinity Castle dan Gundam GQuuuuuX Raih Best Picture TAAF 2026
-
Bocoran Samsung Galaxy S26 Series: Spek Canggih, Bikin Tech Enthusiast Gak Sabar