Mendidik anak termasuk tanggung jawab setiap orangtua. Mendidik tentu tak sekadar mengajarkan teori, tapi juga harus berusaha mencontohkan, atau memberikan keteladanan yang baik kepada mereka.
Jangan sampai orangtua hanya gemar mendidik secara teori, misal hobi memberikan nasihat, tapi tidak memberikan contoh yang baik pada anak-anaknya. Seorang anak tentu akan sulit menerima nasihat dari ayahnya, misal sang ayah menasihati agar jangan merokok, tetapi realitas yang ada sang ayah malah seorang perokok berat.
Seorang ayah ketika menasihati anaknya, misalnya menjelaskan tentang pentingnya shalat berjemaah, tapi dia tak memberikan keteladanan dan tak pernah mempraktikkan nasihat tersebut (misalnya mengajak anak berjamaah di masjid), saya yakin nasihat tersebut tak akan digubris oleh anaknya. Karena anak tak hanya butuh nasihat, tapi yang lebih penting ialah keteladanan dari orangtuanya.
Suyadi dalam buku “Cerdas dengan Spiritual Educational Games” memaparkan, untuk membina ketaatan beribadah pada anak usia dini, sebaiknya tidak perlu dijelaskan secara detail mengenai kewajiban beribadah. Pembinaan ketaatan beribadah ini jauh lebih efektif melalui pembiasaan dan keteladanan dari kedua orangtuanya. Sebab, anak usia dini belum mampu menangkap penjelasan logis transendental secara optimal.
Pengalaman yang ditangkap melalui panca indra anak akan menghunjam ke dalam relung hati yang paling dalam sehingga anak bisa lebih menghayati berbagai pengalamannya tersebut. Lalu, pengalaman sebagaimana dirasakannya inilah yang akan menjadi dasar atau fondasi bagi pengalaman-pengalaman spiritual selanjutnya (Cerdas dengan Spiritual Educational Games, halaman 131).
Banyak cara yang bisa dilakukan oleh orangtua atau para guru, agar anak memiliki kecerdasan spiritual. Misalnya, mengajak anak menikmati pemandangan alam seperti laut atau gunung. Katakan pada anak, bahwa alam yang indah dan luas tersebut merupakan bukti kemahabesaran Tuhan.
Keindahan alam yang memesona mempunyai daya tarik tersendiri bagi anak, demikian pula dengan orang dewasa. Membawa anak menikmati keindahan alam akan menimbulkan rasa takjub terhadap sang maha pencipta. Kesan takjub atau kagum tersebut akan menstimulasi imajinasi anak untuk menikmati pemandangan alam tersebut dalam perspektif ruhaninya. Dengan pola ini, anak akan tanpa sadar mengagumi kebesaran Tuhan yang telah menciptakan mahakarya abadi, yakni alam semesta (Cerdas dengan Spiritual Educational Games, halaman 132).
Mendidik anak agar memahami agama dengan baik memang tak mudah, tapi harus terus diupayakan oleh setiap orangtua. Dalam hal ini orangtua harus berusaha menggunakan berbagai cara yang mampu membuat anak tersadar, bahwa mematuhi hukum Tuhan adalah sebuah keniscayaan, bahwa aturan-aturan tersebut dibuat untuk kemaslahatan dan kebahagiaan umat manusia. Jadi, sama sekali bukan untuk memberatkan manusia.
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
-
Penyidikan Kecelakaan Putra Gubernur Kaltara Sekaligus Kasat Polairud Polres Berau Dihentikan
-
Melihat Momen Saat Habib Luthfi bin Yahya Membercandai Dua Anak Kecil di Acara Maulid, Bikin Senyum-senyum Sendiri
-
RM Cabuli 2 Santriwati Usia Belasan di Balikpapan, Polisi Buka Ruang Bagi Orangtua, Ini Kata Kombes Pol Yusuf Sutejo
Ulasan
-
Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei
-
Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru
-
The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper
-
Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita
-
Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender
Terkini
-
Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!
-
5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten
-
Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia
-
Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z
-
Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua