Gea dan Vina kini telah tumbuh menjadi gadis remaja. Mereka berdua adalah gadis kembar yang terlahir dari seorang perempuan bernasib malang. Perempuan itu menikah muda, tetapi akhirnya bercerai karena sudah tidak ada lagi kecocokan karakter dengan suaminya yang juga masih berusia muda.
Mereka berdua menikah pada usia 19 tahun dan bercerai pada usia 21 tahun. Pernikahan yang masih seumur jagung. Pernikahan yang tidak dibekali ilmu yang memadai.
Bahkan, suami perempuan itu kemudian pergi entah ke mana dan tidak mau memberikan nafkah bagi kedua putri kembarnya. Karena tidak kuat menanggung beban ekonomi, akhirnya perempuan itu memilih pergi ke luar negeri dan menitipkan anak kembarnya kepada ayah dan ibunya.
Setiap bulan, perempuan itu mengirim uang kepada ayah dan ibunya di kampung untuk keperluan putri kembarnya. Begitu seterusnya sampai Gea dan Vina tumbuh besar dan menjadi gadis SMA. Sementara itu, ibu Gea dan Vina masih betah hidup di luar negeri, bahkan pernah mengatakan kepada kedua orang tuanya ingin hidup menetap di sana.
Pernah suatu hari perempuan itu mengajak Gea dan Vina agar tinggal saja di Taiwan, tetapi mereka menolak karena lebih betah tinggal di negeri sendiri. Terlebih Vina yang saat itu sudah memiliki pacar. Ia enggan meninggalkan kekasihnya.
***
Meskipun terlahir kembar, Gea dan Vina adalah dua pribadi yang berbeda. Gea lebih pendiam dan kesehariannya mengenakan baju tertutup, sementara Vina justru sebaliknya. Selain senang mengenakan baju superketat dan selalu mengikuti tren terkini, Vina juga termasuk anak yang agak sulit diatur oleh kakek dan neneknya.
Gea termasuk anak yang pintar dan selalu masuk peringkat sepuluh besar sejak SMP. Sementara itu, Vina kebalikannya; ia cenderung malas dan hobi bermain bersama teman-temannya. Bahkan, ia mulai senang berpacaran. Saat ini, ia sedang menjalin hubungan dengan Feri, murid pindahan dari luar kota yang satu kelas dengannya.
***
Suatu hari, Feri mengajak Vina pergi ke tempat wisata. Pantai adalah tempat yang dipilih oleh mereka berdua. Setelah puas jalan-jalan di pantai dan menikmati seafood di warung yang ada di sana, mereka pun pulang.
Sebelum mengantar Vina pulang, Feri menawari Vina untuk mampir ke rumah neneknya. Saat ini Feri tinggal bersama sang nenek, sementara kedua orang tuanya tinggal di luar kota. Menurut cerita Feri, kedua orang tuanya adalah pebisnis yang sangat sibuk sehingga akhirnya menitipkan Feri kepada nenek di kampung.
***
Sesampainya di rumah nenek Feri, Vina pun masuk dan berkenalan dengan sosok yang ternyata sangat ramah tersebut. Vina dan Nenek pun mengobrol panjang lebar. Mereka berdua tampak begitu akrab meski baru pertama kali bertemu.
Nenek tampak menyukai Vina yang cantik dan senang bercerita. Namun, Nenek langsung terdiam dan tampak murung saat Vina bercerita perihal kedua orang tuanya yang telah bercerai. Nenek terkejut bukan main saat Vina menyebutkan nama ibunya beserta alamat rumahnya.
Sungguh, Nenek tidak mengira ternyata Vina adalah cucunya. Cucu yang dulu tidak pernah diakui keberadaannya karena sejak awal Nenek tidak menyetujui pernikahan putranya dengan ibu Vina.
Kebumen, 8 Januari 2026
Baca Juga
Artikel Terkait
Cerita-fiksi
Terkini
-
10 Kesalahan Fatal dalam Membuat CV dan Tips Ampuh Menghindarinya
-
Sudah Sukses Tapi Merasa Hampa? Kenali Fenomena Hedonic Adaptation
-
Film We Bury the Dead: Duka di Tanah Penuh Zombie yang Mengerikan!
-
4 Drama Korea Adaptasi Webtoon dibintangi Oh Yeon Seo
-
5 Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada The Housemaid hingga Modual Nekad