Sebelum Charles Darwin terkenal dengan Teori Evolusi, ada seorang ilmuwan bernama Alfred Russel Wallace yang telah mengusulkan sebuah teori tentang seleksi alam. Wallace adalah seorang pemikir yang banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan Teori Evolusi. Lahir pada 8 Januari 1823, ia juga dikenal sebagai seorang antropolog, naturalis, penjelajah, pengembara, dan ahli biologi dari Inggris.
Pada tahun 1846 di usianya yang masih relatif muda yaitu 23 tahun, ia melakukan penelitian di Sungai Amazon. Lalu, selanjutnya ia melakukan penelitian di Kepulauan Nusantara. Wallace tercatat banyak melakukan peneletian lapangan.
Wallace mendapatkan modal awal untuk penjelajahan di Nusantara yaitu dengan mengoleksi beragam serangga dari hasil ekspedisinya di Amazon. Kemudian, koleksinya itu dibawa pulang dan dijual ke Eropa yang pada saat itu sedang tergila-gila terhadap temuan-temuan baru dari belahan dunia lain.
Pada tahun 1848, Wallace melakukan perjalanan dan akhirnya pada tahun 1854 tiba di Singapura. Selama penjelajahan di Kepulauan Nusantara ia menuliskan buku The Malay Archipelago, buku itu hasil dari menjelajah selama delapan tahun dari 1854 sampai 1862.
Dalam buku 108 Ilmuwan & Penemu Dunia, selama berekspedisi di Nusantara, diperkirakan Wallace telah menempuh jarak tidak kurang dari 22.500 km, melakukan 60 atau 70 kali perjalanan terpisah, dan mengumpulkan 125.660 spesimen dan tulang aneka satwa, 310 spesimen mamalia, serta 100 spesimen reptil. Selebihnya, mencapai 109.700 spesimen serangga, termasuk kupu-kupu yang paling disukainya.
Wallace memiliki kebiasaan mencatat, yang membuat kagum yaitu ketika singgah di Pulau ternate pada 8 januari 1858 hingga 25 Maret 1858, Wallace terserang penyakit malaria, tetapi tetap memaksakan diri menulis surat. Dirinya menjaga catatan-catatan itu dengan cara mengirimkan kepada Charles Darwin di Inggris melalui pos kapal-kapal dagang Eropa.
Suratnya dari Ternate yang dikirim kepada Charles Darwin dikenal sebagai Latter from Ternate. Dengan disertai makalah yang diberi judul “On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitelty from the Orginal type,” membuat surat itu menjadi terkenal. Wallace saat itu dalam makalahnya membuat kerangka dasar pemahaman seleksi alam, Wallace berpendapat mengenai proses seleksi alam dalam mempertahankan satu spesies di Dunia. Ia menyebutkan spesies yang dapat bertahan tidak akan punah.
Setelah satu tahun dari penulisan makalah tersebut, pada 1859 pemikiran itu dapat menunjang pemikiran Charles Darwin melaui Teori Evolusi yang begitu populer dalam buku The Origin of species. Pada 1 Juli 1858, Darwin dan Wallace dideklarasikan sebagai penemu dasar Evolusi, oleh teman Darwin, yaitu Charles Lyell dan joseph Hooker melalui rekayasa pertemuan ilmiah di Linnean Society.
Pada 7 November 1913 dalam usia 90 tahun ia meninggal. Banyak penghargaan yang diterimanya. Nama Wallace diabadikan sebagai salah satu nama kawah di Mars dan di Bulan.
Tag
Baca Juga
-
Prediksi Skor Inggris vs Senegal: Ambisi Berebut Tiket Perempat Final
-
Postingan Jokowi tentang Hari Dokter Nasional Disorot, Kucing Oren Bikin Salfok
-
Fakta Unik Film ''Ngeri-Ngeri Sedap', Salah Satunya Didominasi Para Komika
-
3 Manfaat Luar Biasa dari Membaca Buku, Salah Satunya dapat Berpikir Kritis
-
Kaesang Pangarep Siap Maju Ketum PSSI, Warganet: Gaspol!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Perebutan Kuasa Tertinggi Asia Pasifik, Membaca Kisah Bujang di Novel Pergi
-
Review Film Nuremberg: Duel Psikologis di Balik Pengadilan Sejarah Terbesar
-
Ramadan di Wisconsin
-
Film Komang: Angkat Kisah Cinta Penyanyi Raim Laode dan Toleransi Beragama
-
Menanam Mindset Baru, Setiap Luka Bisa Jadi Peluang di From Zero to Survive
Terkini
-
Harmoni dalam Perbedaan: Refleksi Nyepi dan Dinamika Idulfitri di Indonesia
-
Konspirasi Basa-Basi: Lebaran Itu Silaturahmi atau Ruang Interogasi?
-
Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace
-
Tarian Darah dari Rawa
-
Silaturahmi Lebaran dan Budaya Gosip: Ketika Obrolan Hangat Berubah Arah