Film yang mengangkat kisah antara ibu dan anak memang akan selalu mengundang perhatian bagi para pecinta film. Pasalnya, dalam sebuah hubungan yang melibatkan antara ibu dan anak, akan terdapat banyak sekali sisi yang bisa dieksplore maupun yang diekspose oleh para sineas guna mendapatkan kisah yang menarik. Termasuk sebuah film berjudul A Long Visit yang dirilis oleh Sineas Korea Selatan pada tahun 2010 lalu. Film berdurasi 107 menit ini ditulis oleh 4 penulis kenamaan dalam dunia perfilman Korea Selatan, Jang Hye-Sun, Ko Hye-Jeong, Yoo Sung-Yup dan Yoo Young-A, dan diproduseri oleh Yoo Sung Yup.
Secara garis besar, film ini menceritakan tentang kedekatan hubungan seorang anak dengan ibunya dalam menghabiskan hari-hari terakhir dalam hidup sang anak. Iya, dalam film ini, Ibu Ji Suk (diperankan oleh Kim Hae Sook), adalah seorang wanita biasa dan pekerja keras di suatu wilayah pedesaan. Sebagai seorang single parents, sang ibu selalu membanggakan Ji Suk (diperankan oleh Park Jin Hee) dan menceritakan apapun pencapaian yang telah diraih oleh sang anak.
Untuk membahagiakan Ji Suk, sang ibu melakukan apapun, meski dirinya harus terluka dan bekerja semakin keras. Sebagai seorang anak, tentu saja Ji Suk bersyukur memiliki ibu sebaik itu. Namun di saat yang bersamaan pula, dirinya mengeluh karena merasa sudah dewasa, sementara dirinya masih saja diperlakukan seperti anak kecil oleh ibunya. Ketika dewasa, Ji Suk bekerja di kota, dan membangun rumah tangga di sana. Meskipun dengan berat hati, sang ibu pun melepaskan sang putri untuk mandiri. Akan tetapi, dirinya tetap saja menceritakan capaian-capaian yang diraih oleh sang putri yang kini tinggal di kota.
Hingga suatu ketika, Ji Suk kembali ke desa untuk menemui ibunya secara tiba-tiba, dan memberikan pernyataan akan memenuhi apapun permintaan sang ibu. Ji Suk bahkan membawa sang ibu berjalan-jalan, dan beberapa waktu terakhir, selalu ingin dekat dengan sang ibu. Tentu saja ibunya sangat bahagia, karena puteri kebanggaannya kembali ke desa untuk menjenguk dan membahagiakannya.
Namun, apa jadinya jika perjalanan tersebut adalah sebuah perjalanan terakhir bagi Ji Suk? Iya, Ji Suk didiagnosa tak akan memiliki umur Panjang oleh dokter. Sehingga, dirinya ingin menebus semua kebaikan yang telah dilakukan oleh sang ibu untuknya. Lalu, bagaimana reaksi dari sang ibu ketika mengetahui hal ini? Sudah bisa membayangkan bukan, betapa mengharu birunya film ini? Iya, jika ingin menonton secara lengkap kisah Ji Suk dan ibunya yang menguras air mata ini, teman-teman bisa langsung meluncur ke platform streaming kesayangan masing-masing ya! Jangan lupa, siapkan tisu untuk menyeka air mata yang deras berderai!
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film Cocktail 2: Racikan Ego, Kesetiaan, dan Badai Asmara di Sisilia
-
Tuhan, Aku Ingin Sembuh: Buku Healing Bernuansa Spiritual yang Menguatkan
-
Review Jodohku Om-Om: Konflik Tak Seberapa dengan Alur Manis bak Stevia
-
Review The Death of Robin Hood: Saat Sang Legenda Menepi di Pulau Terpencil
-
Apakah Semua Orang Berhak Mendapat Kesempatan Kedua? Menakar Film DOSA
Terkini
-
Kejutkan Publik! Anne Hathaway Pamer Baby Bump untuk Anak Ketiga
-
Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'
-
Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?
-
Gaya Bahasa Jakselan di Kampus yang Bikin Logika Bahasa Baku Jadi Korban
-
Influencer Digital Hari Ini: Antara Pengaruh dan Tanggung Jawab