Ilmu pengetahun merupakan hal yang sangat penting dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Tanpa membekali diri dengan beragam ilmu pengetahuan, tentu kita akan sulit meraih kesuksesan. Seorang ulama misalnya, ia menjadi dan dijuluki ahli agama atau ulama setelah belajar berbagai ilmu agama yang banyak di pondok-pondok pesantren.
Seorang pebisnis sukses juga rasanya tak mungkin alias mustahil bisa meraih kesuksesan tanpa didasari dengan ilmu pengetahuan. Selain ilmu pengetahuan, skill atau keterampilan juga sangat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Bicara tentang skill, setiap orang bisa mempelajarinya, tentu dengan ketelatenan, ketekunan dan kesabaran. Juga jangan lupa untuk berguru kepada orang-orang yang memiliki skill tinggi atau pengalaman sesuai bidang masing-masing.
Karenanya, tak heran bila Farel Rossy dalam bukunya, No Gain Without Pain, menjelaskan bahwa modal sukses itu ada dua, yakni pengetahuan dan skill. Ya, benar sekali, bahwa bekal yang paling berharga dalam mengarungi hidup ini adalah pengetahuan dan skill (keterampilan). Contoh sederhana, kita punya uang untuk membeli mobil tapi kita tak memiliki pengetahuan mengemudi, maka yang terjadi adalah: kita tak mungkin bia menyetir. Ini artinya, kita harus belajar, harus memiliki pengetahuan tentang cara mengemudi yang baik dan benar.
Contoh lain, ketika kamu punya semangat yang kuat untuk bisa kuliah ke luar negeri, tapi semuanya itu tidak mungkin terwujud kalau kamu tidak memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan berbahasa asing. Itu artinya, kamu harus belajar dan belajar tentang bahasa asing (No Gain Without Pain, halaman 114).
Saya setuju dengan Farel Rossy, bahwa pengetahuan dan keterampilan jelas menjadi dasar dan penyangga yang kuat bagi bangunan kesuksesan kita. Bangunan kesuksesan tak mungkin terwujud bila kita tak punya fondasi keilmuan dan keterampilan yang kuat. Itulah modal yang paling berharga untuk kesuksesan masa depan kita.
Menarik membaca buku motivasi berjudul No Gain Without Pain karya Farel Rossy ini. Buku terbitan FlashBooks (2014) ini cocok dijadikan sebagai referensi berharga buat para pembaca yang sedang berjuang meraih kesuksesan di bidang masing-masing.
***
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Juvenile Justice: Sebuah Pengungkapan Kasus Brutal pada Remaja
-
Ulasan Uncle Samsik: Potret Korea Selatan di Ambang Krisis Politik 1960
-
Satu Makan Siang dan Kenangan Cinta Pertama di Buku Makan Siang Okta
-
Sekolah Bukan Pabrik Nilai, Melainkan Tempat Menumbuhkan Potensi
-
Pintar tapi Tidak Bermoral? Inilah Alasan Mengapa Kecerdasan Bukan Jaminan Kebaikan
Terkini
-
Adu Domba Digital Borneo: Sisi Lain Hoaks Hubungan RI-Malaysia
-
4 Moisturizer Ampuh Atasi Kulit Kering Sekaligus Kusam tanpa Pori Tersumbat
-
Hilangnya Habitat, Kematian Indro, dan Masa Depan Gajah Sumatera yang Terancam
-
Duel Panas Demi 16 Besar: Portugal Siap Habisi Kroasia atau Justru Tumbang?
-
Nami Jadi Model Sepatu? Intip Bocoran Cerita Unik di 'One Piece: Heroines' yang Tayang di Netflix