Meskipun sudah mengerjakan shalat wajib lima waktu (Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh) tetapi umat Islam disunahkan untuk melakukan shalat-shalat sunah lainnya seperti shalat Tahajjud, shalat Hajat,shalat Taubat, dan lain sebagainya. Meskipun hukumnya sunah, tetapi jangan pernah kita menyepelekan shalat-shalat sunnah tersebut. Karena pahala yang akan kita peroleh sangatlah besar. Bukankah kita merasa senang ketika mendapapatkan pahala dari-Nya?
Dalam Buku Pintar Shalat Malam dijelaskan sederet shalat-shalat sunah yang dikerjakan malam hari, yang dapat menambah pahala dan juga kebaikan bagi kehidupan kita selaku umat Islam. Salah satu shalat sunah yang dibahas ialah shalat Tahajjud. Dalam Al-Qur’an , Surat Al-Israa’ 79 dijelaskan: “Dan, pada sebagian malam hari, bershalat Tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”.
Shalat Tahajjud sebagaimana diungkap Tendi Krishna Mukti dalam Kujemput Jodoh dengan Tahajjud (2010) diyakini memiliki berbagai macam kesitimewaan bagi pelakunya. Salah satunya ialah memberi kesehatan fisik dan mental (Buku Pintar Shalat Malam, halaman 8).
Orang yang istiqamah mengamalkan shalat Tahajjud diyakini akan memperoleh nikmat yang berlimpah dari Allah Swt. Ketahuilah bahwa nikmat itu bukan hanya sekadar berupa kekayaan yang melimpah. Akan tetapi, kesehatan, kesempatan, dan pandangan positif orang lain terhadap diri kita (Buku Pintar Shalat Malam, halaman 31).
Shalat sunah berikutnya yang dijelaskan dalam buku ini adalah shalat Hajat. Salah satu keutamaan atau fadhilah shalat Hajat ialah untuk mengatasi masalah hidup. Bukankah semua manusia memiliki cita-cita dalam hidup ini? Kita semestinya sadar bahwa keinginan yang paling mulia adalah keinginan akan selalu dekat dengan Allah Swt. Shalat hanya menjadi media bagi kita untuk kelancaran proses hidup. Selebihnya, kita harus berusaha sendiri menuju hidup yang lebih baik dan mulia.
Keutamaan lain dari umat Islam yang mengamalkan shalat hajat ialah akan dijauhkan dari hati yang sombong, riya’, dan dengki. Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah Swt. berfirman, “Ketika hati sudah sakit dan rusak maka sangat sulit bagi seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Sang Khaliq menciptakan hati pada diri manusia sebagai tempat bersemayam diri-Nya. Langit dan bumi tidak dapat meliputi-Ku, hanya hati yang dapat meliputi-Ku” (Buku Pintar Shalat Malam, halaman 65).
Mudah-mudahan terbitnya buku berjudul Buku Pintar Shalat Malam (Saufa, 2015) karya H.M. Amrin Ra’uf ini dapat menjadi penyemangat bagi umat Islam untuk meningkatkan amalan ibadah shalat sunnahnya. Terlebih di bulan suci Ramadan ini. Semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
Buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas: Sebuah Upaya Menghalau Kecemasan
-
Motivasi Menulis untuk Calon Penulis: Buku Menjual Gagasan dengan Tulisan
-
Review Buku Etiket Bekerja: Upaya Meningkatkan Kualitas Diri
-
Review Buku Puasa Para Nabi: Mengurai Hikmah Bulan Ramadan
-
Sampaikanlah Walau Satu Konten, Kiat Menjadi Kreator Konten Profesional
Artikel Terkait
Ulasan
-
Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya: Surat Cinta Pamungkas Vidi Aldiano yang Menembus Batas Waktu
-
Mengungkap Kedok Maskapai Super Buruk di Novel Efek Jera Karya Tsugaeda
-
Kenakalan Miss Keriting, si Guru Matematika di Novel Selena Karya Tere Liye
-
Review Film Memoria: Tutorial Bingung Secara Estetik Bareng Tilda Swinton
-
Number One: Film Melankolis Lembut dengan Akhir yang Menenangkan Hati
Terkini
-
Sholat Ied atau Khutbah Dulu? Ini Hukum jika Tidak Mendengarkan Ceramah
-
Evolusi Doa: Saat Saya Berhenti Meminta Dunia dan Mulai Meminta Ketenangan
-
Tayang 24 April, Girl from Nowhere Kembali Hadir Versi Remake Jepang
-
Siomay Bukan Dimsum: Memahami Istilah yang Tertukar dalam Kuliner Tiongkok
-
Mudik Jalur Sabar: Tutorial Gak Emosi Pas Macet Demi Sepiring Opor Ibu