Tere liye selalu berhasil membuat karya yang epic penuh kejutan. Buku terbitan Kompas Gramedia ini salah satunya. Buku ini adalah sebuah novel yang berisi tentang kisah persahabatan, tentang cinta, tentang melupakan, tentang perpisahan, dan tentang hujan.
Membaca buku ini seperti membaca tentang masa depan. Tentang teknologi yang begitu canggih, yang akan kita temui dalam keseharian. Tentang mobil terbang, alat kedokteran yang makin canggih sampai bisa menghapuskan memori yang pernah terekam di kepala. Dan masih banyak lagi. Rasa-rasanya hal itu bisa saja menjadi nyata di kemudian hari. Kecanggihan teknologi yang semakin hari membuat geleng-geleng kepala.
Tokoh utama dalam novel ini bernama Esok dan Lail. Persahabatan yang terjalin sejak kecil dari pertemuan yang tak disengaja saat tragedi gunung meletus skala 8 VEI itu terjadi. Kejadian memilukan itu telah merenggut keluarga Lail. Semua bangunan telah rata dengan tanah. Ada banyak orang yang terdampak dari bencana ini. Perjalanan mereka dari satu tenda ke tenda pengungsian yang lainnya, telah membuat banyak cerita di antara keduanya. Begitulah hari-hari dijalani mereka berdua dan para korban bencana lainnya.
Sampai suatu ketika, Esok dan Lail berpisah menempuh jalan yang berbeda. Esok diangkat sebagai anak oleh sebuah keluarga dan akan disekolahkan tinggi. Sementara Lail bergabung dengan teman-teman yang lain di panti sosial. Di sana ia menghabiskan waktu bersama teman-teman barunya, bersekolah, bekerja, dan bermain. Ia bertemu dengan teman barunya bernama Maryam yang lucu dan menggemaskan dengan rambut kribonya.
Keseruan demi keseruan terjadi menghampiri kehidupan Esok dan Lail. Sampai hari di mana Lail benar-benar ingin menghapuskan segala kenangan tentang Esok, laki-laki yang begitu ia cintai. Memori-memori yang terekam di kepalanya ingin dihapus selama-lamanya. Namun, apa yang terjadi di akhir cerita novel ini? Ah tidak seru jika disampaikan di ulasan ini. Supaya lebih seru, kalian baca versi lengkapnya di buku ya.
Buku ini recommended untuk kamu yang suka sekali berfantasi. Tere Liye selalu bisa menghadirkan cerita yang membuat kita para pembaca hadir di momen-momen penting di alur cerita yang disampaikan. Di buku ini juga dia begitu. Selamat membaca!
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Pesulap Ini Sebut Pawang Hujan Sengaja Disiapkan Hanya untuk Jadi Alasan Saja, Kritik Soal MotoGP Mandalika?
-
Bedah Buku Takdir Allah Tak Pernah Salah: Ubah Kesedihan Jadi Kebahagiaan
-
Tak Selamanya Buruk! Ini 5 Keuntungan Punya Pasangan Workaholic
-
Waspada! Jawa Tengah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Ini Penjelasan BMKG
Ulasan
-
Review The Motorcycle Diaries: Awal Mula Lahirnya Sang Che Guevara
-
Review Buku "Tentang Dewasa": Teman Renungan dalam Menjalani Kehidupan
-
Dunia yang Menghakimi Sebelum Memahami: Pelajaran Berharga dari Film Saat Aku Bersuara
-
Bukan Sekadar Buku Nasihat, Ini Alasan "4 You, Ladies" Berasa Seperti 'Teman Ngobrol' Sehari-hari
-
Ahmad Tohari dan Realisme Magis yang Sunyi dalam Lintang Kemukus Dini Hari
Terkini
-
Sinopsis Toy Story 5, Usaha Woody dan Mainan Hidup Lawan Kehadiran Gadget
-
Lamine Yamal Jadi Starter, Prediksi Lini dan Taktik Spanyol vs Arab Saudi
-
Bye Daki! 5 Body Exfoliating Toner untuk Kulit Badan Auto Cerah dan Halus
-
Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi
-
Kopdes Merah Putih: Niat Mulia Memutus Rantai Tengkulak atau Proyek Ambisius yang Terburu-buru?