Buku Sepotong Dunia Emha merupakan sebuah buku kajian (nonfiksi) karya Latief S. Nugraha yang pada mulanya berupa tesis mengenai pergulatan Emha Ainun Nadjib (atau yang biasa dipanggil Cak Nun) di arena sastra dan di arena sosial.
Buku ini secara rinci menjelaskan bagaimana peranan Emha Ainun Nadjib sehingga dirinya bisa terbilang sukses sebagai sastrawan dalam arena sastra, dan sebagai cendekiawan serta budayawan dalam arena sosial.
Buku ini mengkaji berbagai sikap dan upaya Emha Ainun Nadjib dengan menggunakan pendekatan sosiologi, seperti mengkaji pergulatan Emha sebagai sastrawan dan cendekiawan serta mengkaji karya-karya Emha guna mencari data tentangnya dan menghubungkannya dengan situasi-kondisi masyarakat yang ada.
Selain itu, buku ini juga mengulas sejarah kepenyairan Emha pada awal periode 1970-an hingga akhir 1977-an di Kota Yogyakarta, di mana saat itu Emha Ainun Nadjib beserta teman-teman penyair yang lainnya sedang berusaha menaikkan eksistensinya di bidang sastra dengan bergabung bersama kelompok atau komunitas sastra yang bernama Persada Studi Klub (PSK), yang dipimpin oleh penyair asal Sumba yakni Umbu Wulang Landu Paranggi.
Persada Studi Klub sendiri merupakan sebuah komunitas sastra yang lebih banyak berkecimpung dalam dunia perpuisian Kota Yogyakarta. Para anggota Persada Studi Klub yang kemudian menjadi sastrawan-sastrawan nasional antara lain ialah Umbu Landu Paranggi, Linus Suryadi AG, Iman Budhi Santosa, Korrie Layun Rampan, serta Emha Ainun Nadjib.
Selain bereksistensi di dalam arena sastra, Emha Ainun Nadjib juga berupaya menaikkan eksistensinya di dalam arena sosial dengan mendirikan komunitas Maiyah dengan membawa tema-tema keagamaan setiap kali komunitas tersebut mengadakan suatu acara.
Karena memang konsep dari setiap acara yang diusung dalam kegiatan Maiyah tersebut bersifat sosialisasi. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa Emha Ainun Nadjib beserta komunitas Maiyahnya berupaya melakukan sosialisasi keagamaan dengan masyarakat.
Buku ini sangat cocok bagi kalian yang sudah mengetahui Cak Nun tetapi belum mengetahui seluk-beluk eksistensinya. Selain itu, dalam buku ini juga dijelaskan mengenai beberapa tokoh yang sangat mempengaruhi Cak Nun dalam berkarya sehingga ia bisa seperti sekarang ini.
Itu tadi merupakan ulasan mengenai buku Sepotong Dunia Emha karya Latief S. Nugraha. Adapun ulasan ini bersifat objektif berdasarkan pada data yang ada dalam buku tersebut. Di akhir kalimat saya ucapkan semoga apa yang saya ulas dapat memberikan manfaat, dan kurang serta lebihnya saya ucapkan terima kasih.
Baca Juga
-
Ulasan Film Never Back Down: Kisah Remaja yang Mendalami Mix Martial Arts
-
Ulasan Film Warrior: Kisah Kakak-beradik yang Kembali Bertemu di Atas Ring
-
Ulasan Film Unbroken: Kisah Atlet Olimpiade yang Menjadi Tawanan Perang
-
Ulasan Film The Fighter: Kisah Seorang Pria Meraih Gelar Juara Tinju Dunia
-
Ulasan Film Rocky: Kisah Petinju Lokal Meraih Kesuksesan di Dunia Tinju
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Film Ain: Menghadirkan Pesan Spiritual tentang Bahaya Hasad dan Iri
-
Bukan Pisang Biasa, Menikmati Hidangan Penutup Adat Desa Muaro Jambi
-
Review The Boys Season 5: Kritik Tajam Otoritarianisme di Dunia Modern!
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
Terkini
-
Paradise of Rumors Milik AKMU jadi Lagu Kedua Raih Perfect All-Kill di 2026
-
Perempuan Harus Terus Membuktikan Diri: Tanda Emansipasi Setengah Jalan?
-
Saat Rupiah Melemah, Apakah Side Hustle Jadi Jawaban Keresahan Finansial?
-
Lee Byung Hun Dikonfirmasi Bintangi Film Aksi Bela Diri Berjudul Nambeol
-
Tampil 13 Agustus, Musikal Frozen Korea Rilis Jajaran Pemain Utama