Setiap orang memiliki kisah atau perjalanan cinta yang unik. Lika-liku cinta seseorang biasanya memiliki kesan yang begitu mendalam. Dari mulai proses perkenalan dengan calon pasangan, hingga saat akan melangsungkan akad pernikahan. Semua perlu persiapan yang matang untuk menuju gerbang suci bernama pernikahan.
Apa yang dituturkan dokter Gia Pratama dalam novel Berhenti di Kamu layak disimak dan dibaca agar kita bisa mengambil hikmah dari perjalanan cinta yang tidak biasa. Cinta yang prosesnya begitu rumit, tidak gampangan ala sinetron atau film. Proses yang memiliki keunikan tersendiri.
Dalam novel ini dikisahkan, dalam sebuah perjalanan umrah ke Tanah Suci Makkah bersama keluarganya, Gia pernah menambatkan hatinya pada seorang gadis bernama Elsa yang pertama kali dilihatnya di pesawat yang membawanya ke Tanah Suci.
Dari pakaian yang dikenakan, Gia yakin bahwa Elsa satu rombongan jemaah dengannya. Meskipun penasaran, Gia berusaha menahan untuk tidak berkenalan, hingga ia kembali bertemu dengan gadis tersebut saat berdesakan ketika melakukan doa di Hijr Ismail.
Manusia hanya dituntut untuk berikhtiar atau berusaha. Demikianlah yang dirasakan Gia. Hubungan yang dijalaninya dengan Elsa ternyata tak seperti yang diharapkan. Mereka harus berpisah, dan keduanya harus bisa menerima kenyataan pahit itu. Meskipun begitu, Gia tak pernah lelah berdoa, suatu saat nanti akan ada perempuan yang siap dinikahinya.
Waktu berjalan, Gia kembali sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter. Selama bertugas, ia dipertemukan dengan banyak pasien dari berbagai latar belakang kehidupan. Bahkan, ia pernah menangani pasien seorang laki-laki yang tangannya terluka akibat pecahan kaca. Setelah ditanya, ternyata ia memukul kaca saat bertengkar dengan istrinya. Gia membayangkan action pertengkaran seperti apa yang mereka praktikkan hingga berakhir celaka.
Patah hati tidak lantas membuat Gia mengunci hatinya untuk perempuan lain. Elsa adalah masa lalu. Ia harus bisa menguburnya. Lewat kenalan Mamanya, Gia melakukan taaruf (perkenalan) dengan seorang gadis di Surabaya.
Gia datang langsung ke Surabaya untuk mengenal lebih dekat Syafira, gadis yang diharapkannya kelak jadi istrinya. Ngobrol banyak hal dengan Fira, Gia sedikit tahu tentang impian mereka ke depan. Hingga akhirnya, mereka pun terikat hubungan bernama pertunangan (hlm. 270).
Petualangan serta kisah Gia Pratama dalam novel 284 halaman yang dikisahkan dengan bahasa sederhana ini mengajak pembaca memaknai sebuah usaha dan kesabaran. Bahwa proses untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkan, lebih-lebih tentang pencarian pasangan hidup, itu harus dijalani dengan sabar dan banyak berdoa.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Kalau Tujuan Deddy Corbuzier Kampanyekan LGBT, Gus Miftah: Saya Akan Lawan!
-
Perwakilan Pemerintah dan Parlemen Korsel Temui Megawati, Bahas Perdamaian Korea
-
Soroti Podcast Deddy Corbuzier Undang Pasangan Gay, MUI Tangsel: Jangan Melukai Muslim Indonesia
-
Lama Tidak Hubungan Intim dengan Pasangan? Ini 7 Hal yang Bakal Terjadi
-
Wajib Tahu, Ini 7 Hal yang Bakal Terjadi Saat Berhenti Berhubungan Seks
Ulasan
-
The Odyssey: Kejeniusan Christopher Nolan dalam Menerjemahkan Sebuah Epos
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Belajar dari Iblis dan Maling? Seni Menang di Buku Jadilah yang Terbalik!
-
Review Serial The Hawk: Ketika Ambisi dan Ego Berbenturan di Lapangan Golf
-
Review Juno: Kisah Kehamilan Remaja yang Hangat dan Penuh Pelajaran Hidup
Terkini
-
Angkat Kisah Perempuan Melawan, My Brilliant Career Bakal Tayang 13 Agustus
-
BTS Absen di Grammy Awards 2027, Buntut Kategori Baru Musik Asia?
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Magic Cat Leave the Trees, Please: Puisi Indah untuk Menyelamatkan Bumi
-
Cegah Kusam! Ini 5 Night Cream Vitamin C untuk Kulit Tampak Cerah Merata