Menikahlah atas izin dan restu kedua orangtua, sebab ridha Allah itu ada pada ridha kedua orangtua, itulah pesan yang hendak disampaikan oleh Dandang A. Dahlan dalam novel Penari terbitan Dar! Mizan ini.
Adalah Tejo Kartiko anak bungsu sekaligus perjaka tua yang belum mau menikah. Kedua orangtuanya sudah berkali-kali mencoba menjodohkannya dengan gadis cantik anak orang terpandang. Beberapa calon yang dianggap cocok, sederajat, dan baik, namun tidak satu pun yang berkenan di hati Tejo Kartiko. Akhirnya, kedua orangtuanya pun pasrah.
Saat kedua orangtuanya memasrahkan urusan hati ini kepada anaknya, Tejo baru kali ini menemukan kekasih hatinya yang dirasa cocok.
Perempuan yang menarik hatinya itu adalah Ganis, seorang ledek tayub yang ayu, luwes, ramah, keibuan, dan terkenal. Tejo menyukainya sebab kecantikan dan kelembutannya. Tejo tidak peduli dengan status ledek tayub yang disandang Ganis.
Tejo pun tahu Ganis ledek tayub yang bukan sembarang ledek. Sekalipun beratus kali pipinya dicolek lelaki di panggung tayuban, namun ia masih suci. Ia juga tidak pernah berbuat macam-macam dengan siapa pun dan dengan bayaran berapa pun.
Ganis yang mencium ketertarikan Tejo atas dirinya, tak kuasa mengelak. Ia pun menyetujui. Namun, ia takut saat hendak dikenalkan ke orangtua Tejo, sebab orangtua Tejo tahu kalau Ganis adalah gadis ledek tayub. Sedangkan ibu Tejo terkenal dengan mulutnya yang suka ceplas-ceplos tanpa peduli orang lain akan tersinggung atau tidak.
Ganis yang diam-diam juga menyukai Tejo haruskah melepas status sebagai ledek tayub? Sementara profesi ledek tayub yang telah digeluti Ganis selama dua belas tahun itu telah menyelamatkan tiga adiknya yang berotak berlian.
Sugito yang selalu juara kelas sejak duduk di bangku sekolah dasar hampir drop out saat kelas tiga SMP lantaran bapaknya tidak kuat membayar SPP. Begitu juga adiknya, Gilis Suweni, gadis kecil yang cerdas, penuh ambisi, dan bercita-cita tinggi itu hampir terpuruk karena kemelaratan bapaknya.
Ia selalu merengek kepada Ganis karena takut tidak bisa melanjutkan sekolahnya ketika hendak lulus di kelas enam. Begitu pula adik terkecilnya, Seno Aji, biaya sekolahnya juga ditanggung oleh Ganis.
Namun, betapa pun besar cinta Tejo terhadap Ganis, Ganis tetap memohon kepada Tejo untuk meminta restu kedua orangtuanya jika benar-benar bermaksud ingin menikahinya. Bukti permintaan itu sebagaimana kutipan dalam percakapan berikut:
"Pokoknya, akan kutolak lamaran Mas Tejo kalau tanpa ada restu dari ibu, sekalipun aku dilamar dengan emas dan intan. Dan akan kuterima dengan cinta yang dalam kalau ibu merestui, sekalipun aku dilamar hanya dengan setandan pisang. Yang kubutuhkan hanya restu orangtua, Mas. Bukan emas, berlian, atau intan."
"Jangan khawatir, Dik. Ibu pasti merestui kita."
"Mas yakin, ibu akan merestui kita?"
"Demi Dik Ganis, Mas akan melakukan segalanya untuk merayu ibu. Aku tidak akan berhenti merayu sebelum mendapatkannya."
Demikianlah inti kisah novel ini. Dengan membaca novel ini, kita akan mendapatkan banyak pelajaran hidup, terutama hal pernikahan, termasuk persiapan menuju pernikahan, seperti jumlah angka kelahiran kedua calon mempelai, dan lain sebagainya.
Baca Juga
-
Potret Hidup yang Perih dan Berisik dalam Novel Jakarta Selintas Aram
-
MacBook Air M4 13 Inci: Laptop Tipis dengan Tenaga yang Tak Terduga
-
Novel Kotak-Kotak Ingatan: Kotak yang Tak Pernah Benar-Benar Terkunci
-
HONOR Win H9: Laptop Gaming yang Mengurangi Rasa Pusing hingga 58%
-
Mengulik Amanat dalam Novel Bukan Semillah: Jejak Hidayah di Meja Judi
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel 'Menyemai Cinta', Butuh Perjuangan Demi Mewujudkan Cita-cita
-
Presiden Jokowi Akan Jadi Wali Nikah Adik Kandung dengan Ketua MK Anwar Usman di Solo
-
Dipacari Egy Maulana 4 Tahun, Umi Pipik Beri Restu Nikah Muda pada Adiba Khanza
-
Cerita Pemeran Hantu Film KKN di Penari Dibayar Rp 75 Ribu, Dilarang Hapus Make Up 24 Jam
-
Desa Rowo Bayu: Diduga jadi Lokasi Tragedi KKN Desa Penari, Terhubung dengan Kerajaan Blambangan
Ulasan
-
Ulasan Novel Beauty Case, Membedah Obsesi Standar Kecantikan bagi Perempuan
-
Review Film Monster: Refleksi Diri tentang Prasangka Kita pada Orang Lain
-
Potret Hidup yang Perih dan Berisik dalam Novel Jakarta Selintas Aram
-
Bukan Lagi Dilan yang Kita Kenal: Mengapa 'Dilan ITB 1997' Lebih Sunyi dan Penuh Luka?
-
Bertahan di Tempat yang Menyakitkan: Kisah Lela dan Anak-Anak Terlupakan
Terkini
-
4 Rekomendasi Sheet Mask Witch Hazel untuk Atasi Pori-Pori Besar dan Jerawat
-
4 Low pH Cleanser Panthenol Rp30 Ribuan, Perkuat Skin Barrier Kulit Kering
-
Di Balik Centang Biru: Kecemasan Baru dalam Komunikasi
-
Tragedi Hutan Gambut dan Ilusi Pemulihan yang Kita Percaya
-
4 Clay Mask Centella untuk Pori Bersih Tanpa Bikin Kulit Kering