Menjelang kelulusan kerap sudah menjadi tradisi di SMK Bakti Karya Parigi, yakni siswa kelas XII diwajibkan untuk melaksanakan peer teaching. Padila adalah salah satu siswa kelas XII yang siap untuk melaksanakan ujian peer teaching ini, ia baru pertama kali merasakan jadi seorang tutor sebaya.
Kegiatan peer teaching ini diadakan pada penghujung ujian sekolah, pada tanggal 24 - 28 Mei 2022. Kegiatan ini melibatkan dari 35 siswa kelas XII yang menjadi tutor untuk teman-teman sebayanya yaitu kelas X, XI dan guru sebagai penyelenggara. Berbagai macam mata pelajaran yang diambil oleh siswa diantaranya Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Sejarah, Penjaskes, Wawasan Ekologi, Simulasi Digital, Animasi 3D, dan Matematika. Selain itu ada beberapa siswa yang mengimplementasikan materi selama magang, salah satunya Padila yang mengambil materi selama Prakerin di Anindhaloka yaitu “Pemimpin Berkesadaran dalam Perjalanan Empati dan Journaling.”
Bagi Padila, peer teaching ini adalah salah satu tutor yang belum ia alami sebelumnya, dimana peer teaching ini mengubah posisi siswa menjadi guru, ia berkesempatan dengan adanya peer teaching ini bisa berbagi ilmu sama teman sebaya juga bisa belajar bersama dengan berbagai macam pembahasan.
“Peer Teaching juga sangat penting agar siswa siswi merasakan menjadi sebagai guru itu seperti apa. Materi yang aku ambil yaitu Pemimpin Berkesadaran tentang Perjalanan Empati dan Journaling,” ujarnya.
Kini ia sadari betapa susahnya mengajar itu, karena harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan mengajar dengan durasi 30 menit. Ia harus menyesuaikan materi yang sudah direncanakan supaya kompetensi dasar (KD) nya tercapai. Padila juga memuat materi yang sudah dipelajari saat magang di Anindhaloka. Ia menggunakan metode yang sangat sederhana, yakni metode diskusi.
“Aku memberikan sedikit materi tentang Perjalanan Empati dan Journaling. Teman-teman kelas X aku persilahkan untuk saling tukar cerita tentang apapun itu yang belum orang lain ketahui, baik tentang keluarga, pacar, kehidupan waktu kecil, hobi, hal yang disukai dan tidak disukai dan masih banyak lagi. Di perjalanan empati ini teman teman kelas X bebas untuk berekspresi,” ungkap Padila.
Materi yang ia berikan untuk melatih siswa agar bisa lebih berani dalam bercerita tentang dirinya kepada teman-temannya, Padila juga memberikan tips kepada teman-temannya agar bisa mengembangkan diri dengan menulis journaling yaitu 4F, Fact, Finding, Feeling, dan Forward. Fact itu hal berkesan atau sangat menonjol yang mereka dapatkan, adapun Finding itu hal baru apa yang mereka dapatkan, Feeling yaitu apa yang mereka rasakan saat itu, senang, sedih, kesal, atau marah dan Forward adalah sesuatu yang ingin mereka lakukan ke depannya.
Secara umum, diadakannya peer teaching itu bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan kompetensi dasar tutor sebaya sebagai bekal praktik peer teaching di sekolah/ lembaga pendidikan dalam program tutor sebaya. Selain itu siswa juga dilatih supaya terlatih dalam komunikatif, produktif dan kompetitif.
“Setelah mengikuti Peer Teaching, aku merasa senang, bahagia bisa berbagi pengalaman saat magang. Cukup kaget juga karena peer teaching ini mendapat respon positif dari siswa kelas X. Oh iya, Aku merasa diriku sangat sangat keren karena bisa kembali berproses, belajar kembali materi yang sudah aku pilih, dan aku dapat menyelesaikan peer teaching ini dengan lancar, dimana Peer Teaching ini merupakan salah satu syarat kelulusan di SMK Bakti Karya Parigi,” pungkas Padila.
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
Terkini
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah