Salah satu karya sastra yang menarik untuk dibaca adalah karya sastra dari Jepang. Ada banyak sekali penulis-penulis Jepang yang karyanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Novel-novel yang diterjemahkan dari Jepang memiliki keunikan dan diri khas tersendiri, sehingga tidak jarang banyak orang yang jadi jatuh cinta dan mengoleksi berbagai buku-buku terjemahan dari Jepang.
Kita juga bisa mengenal Negeri Sakura ini lebih dekat melalui berbagai gambaran yang ada di karya sastra Jepang. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi buku terjemahan dari penulis Jepang yang ada versi bahasa Indonesianya. Yuk, disimak.
1. Jika Kucing Lenyap Dari Dunia karya Genki Kawamura
Buku karangan Genki Kawamura yang memiliki cover lucu dan heartwarming ini berkisah tentang seorang lelaki muda penyendiri yang bekerja sebagai tukang pos. Ia divonis mengidap kanker stadium akhir dan sudah cukup parah. Dokter memperkirakan umurnya tersisa sebentar lagi.
Di tengah kekalutan itu, datang sebuah tawaran menggiurkan untuk melakukan perjanjian dengan iblis agar hidupnya terselamatkan. Namun, tentu saja itu semua tidak gratis. Harga yang harus ia bayar adalah ia harus bersedia menghilangkan sebuah benda yang ia sayangi di dunia ini satu benda setiap harinya. Menarik sekali, bukan?
2. My Tomorrow, Your Yesterday karya Takafumi Nanatsuki
Rekomendasi kedua berasal dari pengarang Jepang bernama Takafumi Nanatsuki. Genre buku kali ini adalah drama-romance. Bercerita tentang keberanian untuk mencintai seseorang dengan begitu dalam, yang akhirnya mengajari kita untuk mencintai dengan tulus dan dewasa.
Dikemas dalam sebuah kisah yang manis sekaligus getir. Kisah dua orang manusia yang dihubungkan oleh takdir yang ajaib ini pada tahun 2016 sempat difilmkan dan diperankan oleh Sota Fukushi dan Nana Komatsu sebagai pemeran utamanya.
3. 7 Tastes of Love karya Toko Koyanaga
Rekomendasi ketiga ditujukan untuk para pembaca yang juga menyukai dunia kuliner. Melalui Seven Tastes of Love, penulis akan menghadirkan masakan khas Jepang yang penuh dengan cita rasa. Sebuah kisah yang akan mengingatkanmu pada rumah.
Karya sastra yang meraih The Japan Oishii Novel Award pertama ini menyadarkan pembaca bahwa makanan dapat membuat jarak semakin dekat dengan orang yang kita sayangi, dan sebaliknya, juga dapat menciptakan jarak.
Itulah tiga rekomendasi buku terjemahan dari Jepang yang bisa kamu baca untuk lebih mengenal Negeri Sakura ini. Ada banyak sekali buku-buku menarik lainnya yang siap kamu jelajahi dengan berbagai genre. Selamat membaca.
Baca Juga
-
3 Buku Parenting Rekomendasi Nikita Willy, Sukses Didik Anak Tumbuh Optimal
-
Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan
-
Dapat Komentar Jahat soal Debut 'HyoRiSoo', Begini Reaksi Menohok Yuri SNSD
-
Haechan NCT Pamer Parfum Favorit dari Brand Lokal, Ini 7 Alternatif Lainnya
-
Skin Barrier Rusak? Perbaiki dengan 5 Pilihan Moisturizer Ini!
Artikel Terkait
-
Jepang Bikin Fasilitas Gravitasi Buatan di Bulan dan Mars
-
Viral Tantangan Makan Natto di Media Sosial, Banyak yang Enek Padahal Ini Manfaatnya untuk Kesehatan
-
Keren! SMKN Jateng Buka Kelas Khusus, Lulusan Langsung Kerja sambil Kuliah di Jepang
-
Mengenang Shinzo Abe, Kontribusi dan Dinamika Politik di Jepang
-
Mengenal Apa Itu Natto, Makanan Fermentasi dari Jepang yang Viral di TikTok
Ulasan
-
Review 'Lucky Strike': Saat Taktik Pura-Pura Mati Jadi Satu-Satunya Jalan Selamat dari Pasukan SS
-
Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman
-
Ribuan Followers tapi Kesepian? Buku Klasik Tahun 1936 Ini Punya Jawaban Menohok Buat Gen Z!
-
Mengupas Sisi Lain Dewi Ayu di 'Cantik Itu Luka': Pelacur yang Menolak Tunduk pada Takdir
-
Marah Itu Wajar, I Hate Everything! Mengajarkannya dengan Cara Lucu
Terkini
-
Sinopsis MR: Iyaku Joho Tantosha, Drama Jepang Dibintangi Mukai Osamu
-
Gonta-Ganti Aplikasi Birokrasi: Gen Z Butuh Efisiensi, Bukan Viral
-
Navigasi Quarter-Life Crisis: Menemukan Ketenangan di Tengah Ketidakpastian
-
Bibir Makin Cerah dan Fresh! 4 Rekomendasi Lip Tint Mengandung Vitamin C
-
Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian