Novel ini menceritakan tentang "Kedai Kopi Bulan Purnama" yang tidak memiliki lokasi tertentu. Kadang kedai ini muncul di mana saja sesuka hati, dan para tamu tidak ditanyai pesanan. Hal yang menarik dari kedai kopi ini juga, para pelayannya adalah para kucing.
Awal dari cerita ini berfokus kepada Serikawa Mizuki, seorang pengarang skenario drama TV yang pernah berjaya pada masanya, sayangnya ia mengalami kemerosotan dalam kariernya sehingga tidak berjalan sesuai dengan apa yang ia inginkan. Lalu, ia menemukan Kedai Kopi Bulan Purnama tersebut yang terasa ajaib menurutnya, karena kedai itu muncul disaat segala sesuatu tidak berjalan sesuai harapannya.
Di dalam kedai itu, ia bertemu dengan para pelayan yang merupakan kucing. Di dalam kedai itupun, ia dibaca "bintang" oleh sang master, seekor kucing raksasa belang tiga, dan bertemu dengan kucing-kucing anak buahnya.
Hal yang membuat cerita ini kembali menjadi lebih menarik adalah Akari, Satsuki, Megumi, dan Mizumoto juga bertemu dengan Kedai Kopi Bulan Purnama ini, dan terungkaplah apa saja hubungan antara para tokoh ini.
Novel "Kedai Kopi Bulan Purnama" berfokus pada "bintang" sebagai arah hidup dari masing-masing tokoh. Sebenarnya saya tidak terlalu percaya dengan yang namanya zodiak ataupun tertarik dengan astrologi, karena menurut saya terlalu rumit. Tetapi, novel ini cukup menghibur. Dari cara penyampaian para tokohnya juga tidak terkesan menggurui.
Hal yang saya suka dari novel "Kedai Kopi Bulan Purnama," walaupun berfokus pada unsur magis, tetapi latar belakang dan cerita-cerita dari para tokoh juga banyak yang berfokus dengan kehidupan saat ini. Masalah tentang kehidupan, dan relasi dari masa lalu dijelaskan dengan baik oleh penulis.
Buku yang diterjemahkan oleh Penerbit Baca di tahun 2022 ini cocok untuk tipe pembaca yang menyukai kisah manis ditengah unsur magis. Selain itu, ada beberapa ilustrasi yang imut di dalam cerita sehingga membuat novel ini menjadi lebih menarik.
Memang pada awalnya agak sulit untuk memahami tentang astrologi yang dijelaskan di dalam buku untuk saya yang cukup jarang memahami hal ini, tetapi ternyata tidak terlalu masalah. Penyampaian pesan dari penulis juga tidak terlalu berlebihan, dan deskripsi dari penulis juga cukup jelas. Pokoknya novel "Kedai Kopi Bulan Purnama" cocok banget dibaca waktu santai!
Baca Juga
-
Sirah Cinta Tanah Baghdad, Ketika Balas Budi Harus Tahu Batas
-
Review Novel Deessert, Masalah Cinta yang Belum Selesai
-
Review Novel Jadi Siapa Pemenangnya? Pilih Orang Baru atau Cinta Pertama?
-
Review Novel Romankasa, si Aktor Narsis dan Asisten Tak Berpengalaman
-
Review Novel Kembali Bebas, Ketika Menikah Lama Bukan Berarti Bahagia
Artikel Terkait
Ulasan
-
Mengintip Kunci The 5 AM Club pada Buku The Miracle Morning for Muslims
-
Review Hanuman Ansh: Mukjizat Lebih Mudah Dipercaya Ketimbang Manusianya
-
Hati-Hati Kena Mental, Review Film 'Verity' Hadirkan Ketegangan Erotis dan Plot Twist Berlapis
-
Review Serial Candy Caddy: Kisah Caddy Golf Melawan Stigma Sosial
-
Melawan Lupa, Menepis Stigma: Membaca Luka yang Tertinggal di Prahara 1965
Terkini
-
Kulit Auto Calm! 5 Sunscreen Korea Tea Tree Penyelamat Kulit Sensitif
-
LIAR GAME Season 2 Resmi Diumumkan, Seiyuu Utama Bagikan Komentar Antusias
-
Gen Z dan Rasa Bersalah saat Rehat Sejenak: Jebakan Budaya Produktivitas?
-
Nonton Sambil Istigfar, 4 Drakor Ini Bikin Kamu Bingung Harus Dukung Siapa!
-
White Blast Tayang November, Mayat Misterius Picu Ketegangan di Stasiun