Ilmu psikologi sangat penting dipelajari oleh siapa pun. Dengan ilmu ini kita dapat mengetahui karakter atau watak manusia yang begitu beragam. Sehingga diharapkan, usai memepelajari ilmu ini, setiap orang mampu beradaptasi dengan baik di tengah masyarakat. Perlu dipahami, ilmu psikologi itu memiliki kaitan yang sangat erat dengan agama.
Dalam buku ‘Religius Psikologi’ dijelaskan, awal mula psikologi agama timbul adalah implikasi dari fenomena dan kondisi psikologi manusia yang bermasalah. Persoalan-persoalan yang muncul adalah masalah fenomena psikologi tersebut, di mana ia kemudian memerlukan solusi. Perawatan gangguan psikologis, yang merusak ketenteraman manusia. Hal itulah yang disebut oleh pakar psikologi sebagai psikoterapi. Bagaimanapun psikoterapi dan nilai-nilai yang mempengaruhinya sudah lama diselidiki, baik psikolog maupun masyarakat umum (M.L. Gross, 1978).
Kenyataan hubungan antara psikologi dengan agama adalah sesuatu yang tak terelakkan, keduanya membuat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Psikologi merupakan segmen perilaku, sedangkan agama adalah cerminan yang mengantarkan orang berperilaku baik ataupun buruk. Keduanya, psikologi dan agama adalah dimensi kerohanian ataupun spirit-spirit yang melekat pada diri manusia dan mengikat dalam satu disiplin keilmuan yang kemudian disebut psikologi agama (halaman 3).
Khairunnas Rajab menguraikan, nilai-nilai agama memengaruhi perkembangan psikologi di era modern. Bahkan akhir-akhir ini nilai-nilai agama menjadi isu yang paling banyak dibincangkan dan dibicarakan dalam bidang psikologi. Banyak ilustrasi yang menunjukkan terjadinya perkembangan ini. Contohnya (salah satunya) sains telah kehilangan otoritasnya sebagai sumber kebenaran. Ini tercermin dalam sejumlah analisis yang berhasil menunjukkan bahwa ilmu sebenarnya merupakan suatu bentuk budaya intuitif dan mengandung nilai (M. Polanyi, 1962).
Pendekatan agama dalam psikologi, dengan psikologi agama sebagai titik kajian merupakan telaah empirik manusia dalam hubungannya dengan spiritual. Pada aspek ini, sesuai dengan perkembangannya psikologi agama telah diserap oleh nilai magic, sihir, perdukunan, pengkultusan, dan efek-efek emosional (halaman 8).
Semoga terbitnya buku karya Khairunnas Rajab (penerbit Aswaja Pressindo) ini dapat menjadi tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi para pembaca. Terlebih mereka, anak-anak muda yang sedang menimba ilmu di perguruan tinggi.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
8 Genre Musik Berdasarkan Kepribadian, Mana Nih yang Kamu Banget?
-
5 Rekomendasi Anime Bergenre Psikologi Seru yang Wajib Ditonton, Penuh Teka-teki!
-
Ulasan Buku Pembaca Bintang di Kedai Kopi Bulan Purnama
-
5 Rekomendasi Buku untuk Perempuan yang Ingin Hidup Merdeka
-
4 Tips Membuka Penyewaan Buku yang Bisa Dicoba, Manfaatkan Koleksimu!
Ulasan
-
Penebusan Dosa Masa Lalu dalam Novel The Kite Runner Karya Khaled Hosseini
-
Film Nobody Loves Kay dan Sisi Gelap yang Jarang Dibahas dari Dunia Esports
-
Kemunafikan Berkedok Agama di Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa
-
Mengejar Mimpi atau Menuruti Takdir? Dilema Molly dalam Novel Adore You
-
Review Light Shop: Hadir dengan Tema Kehilangan dan Penebusan yang Mendalam
Terkini
-
Lenovo Yoga Tab Resmi di Indonesia, Tablet AI Native Harga Rp11 Jutaan
-
3 Bedak Tabur untuk Usia 30-an, Siap Samarkan Noda Hitam!
-
Ramai-Ramai Tukar Rupiah ke Dolar, Seberapa Efektif Amankan Tabungan?
-
The Judge from Hell Lanjut Musim 2, Dijadwalkan Rilis pada 2027!
-
4 Cleanser Tranexamic Acid Harga Murah Rp20 Ribuan, Cerahkan Kulit Kusam