Berbicara mengenai upacara pemakaman di Jepang, saat ini ritual pemakaman yang terjadi 90% dilakukan oleh penganut Buddha. Pemakaman tradisional cara Buddhis ini merupakan kesempatan untuk orang-orang terdekat, kolega atau keluarga untuk berkumpul dan berkabung. Mengutip informasi dari laman Savvy Tokyo, ini dia ritual dan etiket menghadiri upacara pemakaman di Jepang.
Pakaian Berkabung di Jepang
Di banyak budaya, dress code untuk menghadiri pemakaman biasanya pakaian berwarna gelap. Biru tua atau abu-abu masih diperbolehkan. Tapi, di Jepang semua pakaian harus serba hitam baik atasan dan bawahan. Untuk pria, pakaian berkabung biasanya adalah setelan jas hitam lengkap dengan dasi hitam polos. Sementara kemejanya diperbolehkan menggunakan kemeja putih polos. Selama prosesi pemakaman, disarankan untuk tidak melepas jas tak peduli seberapa panas cuaca saat itu.
Sementara itu, para wanita mengenakan gaun khusus yang juga berwarna hitam. Diperbolehkan memakai celana panjang. Pilihlah celana panjang yang menutupi seluruh kaki. Kenakan kaos kaki dan sepatu hitam formal untuk menutupi bagian kaki.
Hal-Hal yang Harus Dibawa
Juzu atau tasbih Buddha adalah barang yang wajib dibawa ketika menghadiri pemakaman. Selain itu, biasanya para pelayat membawa koden (uang belasungkawa). Aturan dasarnya adalah semakin dekat hubungan kekerabatan dengan almarhum, semakin besar nominal uang yang harus diberikan. Koden biasanya dimasukkan dalam amplop khusus yang dibungkus dengan dompet kain khusus yang disebut koden bukuro.
Sebelum Memberikan Penghormatan
Ketika tiba di aula pemakaman atau kuil, hal pertama yang dilakukan adalah memberikan koden. Caranya adalah letakan koden di antara tangan ketika memberikan penghormatan. Setelah itu dekati altar dan nyalakan tiga dupa sambil mengucapkan doa pada almarhum. Datang lebih awal lebih disarankan agar bisa memberikan penghormatan dengan khidmat.
Dalam upacara pemakaman ini kebaktian dimulai oleh pendeta yang membacakan sutra. Semua tamu berkumpul di altar untuk berdoa bersama. Setelah itu membungkuk sekali ke sisi ruangan sambil memegang dupa di tangan. Lalu, biasanya pelayat dan orang-orang terdekat diperbolehkan mengisi peti mati dengan bunga sebagai tanda perpisahan.
Ketika pelayat pulang, mereka akan membawa persembahan belasungkawa berupa handuk tangan atau sapu tangan. Sudah menjadi kebiasaan pelayat akan diberikan garam untuk ditaburkan ke badan ketika sampai di rumah.
Nah, itulah seputar upacara pemakaman di Jepang dan etiket menghadiri upacaranya, di masa modern seperti sekarang, kebiasaan ini sudah banyak mengalami penyesuaian. Beberapa keluarga masih melanggengkan tradisi ini, ada pula yang mengadakan ritual lain untuk menghormati pelayat yang hadir pada pemakaman.
Baca Juga
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
-
6 Fakta Menarik Perfect Crown yang akan Segera Tayang
-
Frieren: Beyond Journey's End Season 2, Musim yang Lebih Emosional dan Sepi
-
Deretan Anime Yang Tayang Bulan Maret 2026, Wajib Dinantikan!
-
5 Fakta Zom 100: Bucket List of the Dead yang Bikin Penasaran Penggemar
Artikel Terkait
-
Hasil Kolaborasi THE RAMPAGE Dan MIYAVI, Lagu Tema Hanzai Toshi
-
Mengenal Asa-ra, Budaya Sarapan Ramen yang Menjadi Budaya Lokal di Jepang
-
Bang Gin dan Kawan-kawan Cari Kerja, Adegan Paling Kocak di Film Gintama 2
-
BLACKPINK Puncaki Chart Lagu Terpopuler Billboard Indonesia, Jepang dan Korea Selatan
-
Seorang Pekerja Indonesia Bunuh Diri di Jepang, Jenazahnya Dipulangkan KBRI ke Jawa Tengah
Ulasan
-
Ulasan Drama Mother and Mom: Kritik terhadap Obsesi Menjadi Ibu Ideal
-
Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!
-
Dari Maryamah Karpov ke Maryam Mah Kapok Garapan Asma Nadia dkk
-
Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan
-
Al-Adzkar An-Nawawiyah: Kitab yang Mengajak Kita Mengingat Tuhandi Tengah Notifikasi dan Kecemasan
Terkini
-
Merah Putih Berkibar di 4 Negara, WNI Ikut Doakan Korban Gempa NTT
-
Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris
-
iQOO Neo11 Ultra Siap Jadi Monster Gaming Baru: Usung Chip Gahar dan Baterai Jumbo 9.100 mAh
-
Ironi di Negeri Tropis: Buah Melimpah, Harga Tak Ramah
-
Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026