Tempe adalah makanan sehari-hari orang Indonesia, hampir semua orang pasti suka makan tempe, tua atau muda, petani atau pejabat, semua suka tempe. Rasanya yang gurih membuatnya cocok dijadikan lauk utama maupun lauk pendamping.
Tempe bisa diolah dengan berbagai macam cara, digoreng langsung, ditumis, dicampur dengan sayuran, atau diberi kuah santan menjadi sayur lodeh.
Selain itu, tempe juga merupakan salah satu sumber protein yang bisa didapat dengan harga yang murah, wajar saja kalau tempe menjadi salah satu bahan masakan yang selalu masuk dalam daftar belanja.
Saking seringnya beli tempe, kadang-kadang sampai lupa kalau masih punya stok tempe di kulkas, alhasil tempenya pun hampir busuk dan rasanya sudah berubah bila diolah.
Punya tempe yang hampir busuk di kulkas? Jangan buru-buru dibuang, karena tempe itu masih bisa diolah jadi makanan yang enak.
Namanya tempe mendol, yakni olahan yang terbuat dari tempe yang hampir busuk kemudian diberi bumbu, sehingga rasanya jadi makin nikmat. Makanan ini berasal dari Jawa Timur, umumnya dimakan bersama rawon atau sebagai lauk pendamping dari nasi campur.
Lantas, mengapa harus dibuat dari tempe yang sudah busuk? Sebenarnya sih sah-sah saja kalau mau menggunakan tempe yang masih dalam kondisi baik, tapi anehnya, semakin busuk tempe yang digunakan, rasanya akan semakin enak.
Cara membuatnya pun cukup mudah, cukup lumatkan tempe yang sudah hampir busuk, kemudian uleg bawang putih, bawang merah, cabai, dan garam. lalu campurkan pada tempe yang sudah dilumatkan. Setelah itu, kepal-kepal adonan seperti membuat perkedel, lalu tinggal digoreng.
Tempe mendol lebih nikmat kalau disajikan saat masih panas, karena rasa khas dari tempe yang hampir busuk tadi tidak terlalu terasa dan akan lebih dominan ke rasa bumbunya. Bisa dimakan secara langsung dengan sambal atau sebagai lauk pendamping dari makanan berkuah seperti rawon atau lodeh.
Tempe adalah makanan ajaib, sehat, enak, mudah diolah jadi apa saja, dan pastinya murah meriah. Tertarik untuk mencoba tempe mendol? Yuk coba buat!
Baca Juga
-
Marco Bezzecchi Sempat Overthinking, Bukti Cedera Tak Hanya Serang Fisik
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Mau Jual Makanan yang Lagi Viral? Ini 5 Etika yang Perlu Diterapkan
-
Pimpin Klasemen, Jorge Martin Tak Mau Ambisi jadi Juara Dunia Lagi?
Artikel Terkait
-
Syok Standar Tinggi Badan Akmil Makin Rendah, Megawati Soekarnoputri Ajak Orangtua Beri Makanan Bergizi, Apa Saja?
-
Ini Sejarah dan Tempat Makan Dimsum Sepuasnya di Surabaya
-
Dukung Gerakan Mengurangi Sampah Makanan, Bukalapak Sumbang 1 Ton Produk Makanan dan Minuman
-
Beli Tomyum Rating Terburuk Seharga Rp120 Ribu, Warna Kuah Bikin Publik Gagal Fokus
-
Enak Banget Tsay! Chenle NCT Bahagia Santap Makanan Lokal, Bikin Ngiler!
Ulasan
-
Dianggap Mitos hingga Diakui Pahlawan Nasional: Siapakah Ratu Kalinyamat?
-
Novel Celebrity Wedding, Pernikahan Kontrak Antara Akuntan Publik dan Musisi
-
1000x Ghea Indrawari, Lagu yang Bikin Saya Berhenti Membandingkan Cinta
-
Ulasan Ketok Mejik: Aksi Konyol Para Mekanik Mempertahankan Rumah Warisan
-
Novel Dari Hari ke Hari: Sejarah Besar Diceritakan dari Mata Seorang Bocah
Terkini
-
5 Merek Sepatu Lokal dengan Visual Keren dan Harga Terjangkau
-
4 Clay Mask Ampuh Bersihkan Pori untuk Cegah Bruntusan pada Kulit Berminyak
-
Underemployment: Saat Keringat Sarjana Cuma Jadi Angka Formal
-
Desa Les Bekali Generasi Muda dengan Bahasa Inggris, Siap Mendunia?
-
Naturalisasi Pemain Sepak Bola: Proses Kemenangan atau Kesalahan Berulang?