Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan kata lain, tak ada manusia yang sempurna kecuali Rasulullah Saw. Tugas kita adalah mensyukuri segala nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada kita. Baik itu nikmat berupa kesehatan, usia panjang, rezeki halal, dan lain sebagainya.
Bicara tentang ketidaksempurnaan manusia, ada sebuah cerita menarik yang bisa kita renungi bersama. Cerita berjudul ‘Sepasang Mata untuk Cinta yang Buta’ karya Noor H. Dee (penerbit Lingkar Pena, 2008).
Dikisahkan, Cinta adalah nama seorang gadis yang terlahir tanpa bisa melihat. Ia hidup di dalam keluarga yang tak mencintainya. Ketidaksempurnaan yang ada pada dirinya itulah yang membuat kedua orangtunya tak mau menerima kehadirannya di dunia ini.
Orangtuanya merasa malu memiliki anak yang terlahir cacat. Sehingga Cinta akhirnya dikurung di dalam kamar. Saat beranjak remaja, Cinta tumbuh menjadi gadis yang begitu cantik. Hanya Ratih, satu-satunya teman Cinta yang begitu setia membersamainya. Dari Ratih lah, Cinta mengenal isi dunia. Berikut ini petikan sebagian kisahnya:
Cinta besar di dalam kamar. Terpasung seperti seorang gadis gila yang celaka. Cinta yang sebelumnya menganggap bahwa dunia ini hanyalah semesta kegelapan, lambat laun akhirnya Cinta mengerti juga betapa dunia ini sebenarnya tidaklah gelap dan membosankan, tetapi penuh warna.
Cinta tahu itu dari Ratih yang setiap hari selalu membantu keperlaun dirinya: memberikan makan dan minum, membereskan pakaiannya, dan mengantarkan ke toilet jika Cinta ingin buang air besar maupun kecil.
Sebenarnya, Cinta berkali-kali menggugat atau mempertanyakan kepada Ratih, mengapa dirinya tidak bisa melihat. Namun, jawaban yang dilontarkan oleh Ratih seolah tak pernah bisa memuaskan Cinta.
Hingga pada suatu hari, Ratih memutuskan ingin memberikan sepasang matanya untuk Cinta. Kisah gadis bernama Cinta yang tak bisa melihat meninggalkan pelajaran berharga kepada kita bahwa tak ada manusia sempurna di dunia ini.
Selain cerita tentang gadis bernama Cinta yang begitu menyedihkan, masih banyak cerita-cerita lain yang bisa disimak dalam buku kumpulan cerita pendek ini. Misalnya cerita berjudul ‘Seorang Wanita yang Ingin Membunuh’ mengisahkan seorang istri yang ingin menghabisi nyawa suaminya yang tega melakukan perselingkuhan. Semoga ulasan ini menghibur dan bermanfaat.
Baca Juga
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
-
Bahagia di Usia 48 dan Masih Lajang: Rahasia di Balik Berdamai dengan Diri Sendiri
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
Artikel Terkait
-
IKATAN CINTA 10 Oktober 2022: Syok! Rahasia Siena dan Nino Akhirnya Diketahui oleh Orang Ini
-
Cinta Laura Berharap Pelaku KDRT Dipenjara: Trauma Korban Bertahan Jangka Panjang
-
Mengkritisi Kepincangan dalam Rumah Tangga, Ulasan Buku Memelihara Suami
-
IKATAN CINTA 10 Oktober 2022: Adegan Syur Andin Menggoda Aldebaran, Buat Mama Rosa Respon Begini
-
Denise Chariesta Bahas Sosok Lelaki yang Jadi Cinta Matinya: Pacaran 4 Tahun Namun Sayang Beda Agama
Ulasan
-
Ulasan Beyond the Bar: Menguji Batas Idealisme dalam Praktik Hukum
-
4 Sisi Gelap Emily dalam A Rose for Emily yang Bikin Merinding
-
Dari Merubah hingga Seronok dalam Buku Remah-Remah Bahasa: Perbincangan dari Luar Pagar
-
A Shop for Killers Season 2: Pertarungan Sengit Murthehelp Melawan Babylon
-
Review Anak Semua Bangsa Karya Pramoedya: Dari Duka Menuju Kesadaran
Terkini
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel
-
Lomba Menghias Pasar Godean HUT ke-81 RI, Jadi Wujud Syukur Pedagang
-
Tak Melulu Merek Luar, ini 6 Sepatu Lokal yang Gak Kalah Keren!
-
4 Cara Digital Detox untuk Mengurangi Ketergantungan pada Gadget