Terdapat 23 judul dalam buku kumpulan cerita pendek bertajuk Berapa Harga Nyawa Hari Ini? Tiga cerpen di antaranya telah menjadi juara dalam lomba cipta cerpen, sedangkan yang lainnya pernah dimuat di media nasional, seperti Jawa Pos, Kedaulatan Rakyat, Detik.com, dan lain sebagainya.
Tiga cerpen yang dimaksud berjudul Bahasa Ibu menjadi Juara 1 Lomba Kategori Umum, Pekan Literasi Bank Indonesia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto (2020), Algoritma Kesedihan Juara 1 Lomba Cerpen Patah Hati, Inspirasi Pena (2020), dan Berapa Harga Nyawa Hari Ini? Juara 3 Lomba Cerpen Tulis.me (2021).
Cerpen Bahasa Ibu menceritakan empat tokoh utama yang unik bernama Bahasa Ibu, Bahasa Ayah, Kamus Besar dan Bahasa Nasional. Bahasa Ibu cemburu ketika anaknya sekolah dan mengenal Bahasa Nasional menjadi lupa kepada Bahasa Ibu.
Bahkan si anak mulai tidak suka dipeluk oleh Bahasa Ibu. Dia mulai sering berkata dengan istilah-istilah yang susah dimengerti Bahasa Ibu dan Bahasa Ayah.
Bahasa Ibu akhirnya mengadukan apa yang dia rasakan kepada Bahasa Ayah. Namun, Bahasa Ayah tidak mengerti. Hingga akhirnya, si anak lulus kuliah dan mulai bekerja di Kamus Besar. Awal-awal bekerja, anaknya merasa senang. Dia telah menjadi orang kota sejati. Tiap hari dia bicara dalam Bahasa Nasional, bahkan sampai ke dalam bahasa di dalam hati dan bahasa di alam mimpi.
Sementara cerpen Algoritma Kesedihan mengisahkan tentang penemuan bayi di gerbang panti pada hari Jumat dini hari. Bayi itu berada di dalam keranjang, menangis pilu di gerbang. Ia terbalut peralatan bayi dan selimut bermotif mawar di antara kupu-kupu. Kemudian, kepala panti menemukannya.
Sedangkan cerpen Berapa Harga Nyawa Hari Ini? mengangkat kisah seorang perawat bernama Laras yang selalu punya ide bercerita. Ia bercerita Dokter Jamal, 58 tahun, menolak diberi sisa ventilator satu-satunya, padahal kondisinya kritis. Dia malah minta diberikan saja ke pasien lain di dekat jendela. Dia juga tidak mau dapat tempat istimewa.
Penulis buku kumpulan cerita ini bernama Eko Triono yang lahir di Cilacap tahun 1989. Bukunya yang berjudul Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-pohon? (2016) meriah penghargaan sastra Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2017 dan termasuk dalam 5 besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2017.
Baca Juga
-
Rilis di Tiongkok, Vivo Y500i Ditenagai Baterai 7200 mAh dan Isi Cepat 44W
-
Realme P4 Power Siap Meluncur 29 Januari di India, HP Baru Bawa Baterai Setara Power Bank
-
Oppo A6 5G Meluncur di Indonesia: Baterai 7000 mAh Pengisian Daya Cepat SUPERVOOC 45W
-
4 Rekomendasi Tablet Murah Anti Lemot, RAM 8 GB Harga Mulai Rp 1 Jutaan
-
4 Rekomendasi HP Murah Usung Kamera Optical Image Stabilization, Ambil Foto dan Video Anti Goyang
Artikel Terkait
-
5 Tips Sederhana Menjadi Pembaca yang Baik, Wajib Kamu Terapkan!
-
Ulasan Buku "Sajak Sepotong Hati di Bumi" Karya Arif Budi Wurianto
-
Ulasan Buku Marketing 5.0: Technology for Humanity, Menengok Cara Pandang Baru tentang Teknologi
-
Ibu Produser Film Wilson Tirta Bahas Tuntas Soal Buku Kecil-Kecil Belajar Bisnis
-
Informasi Pasanggiri Video Maca Sajak Sunda Piala Ajip Rosidi Berhadiah Rp6,5 Juta, Deadline Pendaftaran 18 Februari
Ulasan
-
Return to Silent Hill: Adaptasi Horor yang Mengecewakan dan Gagal Total!
-
Mengenal Sisi Lain Tan Malaka Lewat Karya Legendaris Dari Penjara ke Penjara
-
Sharing Literasi Keuangan dari Ayah Milenial di Buku Kamu Tidak Sendirian
-
Menguak Misteri Lorong Rahasia dalam Lima Sekawan Beraksi Kembali
-
Ruqyah: The Exorcism, Ketika Iman Diuji di Tengah Teror Kerasukan
Terkini
-
Aktor Dibalik Layar: Alexander Zwiers Disebut Tokoh Sentral Naturalisasi
-
4 Sunscreen Stick dengan Blue Light Protection, Praktis untuk Daily Use
-
Menakar Keadilan bagi Rakyat Kecil: Mengapa Permintaan Maaf Aparat Saja Tidak Cukup?
-
Sinopsis The Practical Guide to Love, Drama Korea Romansa Baru Han Ji Min
-
4 Tinted Sunscreen Non-Comedogenic, Bikin Wajah Flawless Tanpa Menyumbat Pori-Pori