Indonesia tidak pernah kehabisan makanan tradisional, dari Sabang sampai Merauke memiliki kekhasannya masing-masing. Salah satu makanan tradisional yang patut dicoba yaitu otak-otak khas dari Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Meskipun namanya otak-otak, namun makanan satu ini terbuat dari ikan yang dicampur dengan rempah-rempah khas diolah sedemikian rupa hingga menjadi sebuah makanan yang lezat.
Otak-otak ini merupakan salah satu oleh-oleh saat berkunjung ke tempat asalnya Tanjungpinang, bahkan makanan yang paling banyak dijumpai di Kepulauan Riau.
BACA JUGA: 5 Menu Spesial Ramadan di Gerai Makanan dan Minuman Favorit Kamu, Wajib Coba!
Uniknya otak-otak
Komposisi dari otak-otak beragam, ada pedagang yang mengisinya dengan ikan tenggiri, udang maupun cumi. Uniknya, otak-otak ini dibungkus dengan daun kelapa kemudian melalui proses pemanggang di atas arang. Saat kamu berkunjung ke Pekanbaru, pada bulan radaman ini terdapat sebuah gerai yang menjual otak-otak dipinggir jalan.
Lokasinya berada persis di seberang Wisma SMR, Panam Kota Pekanbaru persis sebelum Ramayana dari arah simpang Arengka. Gempulan asap yang sangat tebal dari pemanggang otak-otak akan terlihat jika melintasi area ini dan pembeli pun mengantri untuk dapat menyantap otak-otak ketika waktu berbuka tiba.
Satu porsi otak-otak ini dihargai 2 ribu rupiah dan banyak pelanggan yang membeli bahkan hingga puluhan otak-otak. Rasanya yang lezat dan gurih dengan perpaduan resep istimewa membuat otak-otak ini selalu ramai di kunjungi pembeli terutama pada bulan ramadan.
Jam operasional
Gerai yang diberi nama otak-otak enak Pekanbaru ini juga memiliki sambal merah menambah kelezatan setiap gigitannya. Kamu dapat mengunjungi tempat ini mulai pukul 17.00 WIB, biasanya sebelum berbuka stok otak-otak di gerai ini sudah habis, jadi datanglah lebih awal jika tidak ingin kehabisan.
Penjual akan dengan semangat melayani setiap pesanan pelanggan untuk setiap pembeliannya. Bara api seolah tak dibiarkan padam karena selalu melayani setiap otak-otak yang dipesan. Jika otak-otak telah masak, daun kelapa akan berubah menjadi kering dan otak-otak awalnya berwarna kuning akan berubah menjadi warna kemerahan menandakan telah matang dan siap di konsumsi.
Gerai ini merupakan salah satu yang mempertahankan makanan tradisional ditengah gempuran jajanan kekinian di Pekanbaru. Jika hari biasanya, bagi pembeli yang ingin mendapatkan otak-otak ini dapat mengunjungi gerainya di ruko Jalan Melur, Panam, Kota Pekanbaru.
Coba dan rasakan sensasi kenikmatan makanan khas Tanjungpinang ini serta dapat menjadi salah satu list menu berbuka puasa keluarga.
Baca Juga
-
Connect Community: Bergerak dari Kampus, Berdampak bagi Remaja Desa
-
Nikmati Sambal Seruit Khas Lampung di Jambi, Tempat Nyaman Rasa Juara!
-
Mencicipi Rendang dan Ikan Bakar Juara di Rumah Makan Ganto Sori Kuala Tungkal
-
Mencicipi Autentisitas Jambi, Sensasi Asam Pedas Tempoyak Ikan
-
Wisata Mangrove Pantai Kelapa, Eksotisme Laut Lepas dan Satwa Jinak Tungkal
Artikel Terkait
-
Pahalanya Dilipatgandakan, Inilah 3 Amalan Pokok di Bulan Ramadan Menurut Ustadz Adi Hidayat
-
Ribuan Personel Polisi Disiagakan Selama Ramadan, Ada Apa?
-
Gawat, Aib Iis Dahlia Tahun Lalu Dibongkar Anak Sulung di Awal Bulan Ramadan
-
BUMN Impor 215 Ribu Ton Gula Buat Lebaran
-
5 Keutamaan Membaca Surat Al-Fath saat Bulan Ramadan
Ulasan
-
Dibalik Wajah Sempurna: Mengupas Ain, Horor Psikologis Tentang Bahaya Menjadi Pusat Perhatian
-
Petualangan Lima Sekawan yang Ikonik di Buku Enid Blyton
-
Satu Hari Bersama Mantan: Saat Cinta Remaja Berujung Tragedi dan Kehilangan
-
The Murder on the Links: Misteri Hercule Poirot yang Penuh Twist dan Tipuan
-
Review Signal: Drama Korea Crime-Thriller Legendaris yang Masih Eksis hingga Kini
Terkini
-
Paylater dan Normalisasi Utang Kecil-Kecil: Kebiasaan Baru Generasi Digital?
-
Renjun NCT Umumkan Debut Solo Lewat Mini Album Spesial, Echoes Between Us
-
4 Cara Mudah Download Video di TikTok: Tanpa Watermark, Aman, dan Tetap HD
-
4 HP Murah Baru 2026 yang Layak Dibeli: Baterai Besar, Kamera Tajam, dan Harga Bersahabat
-
Lewat Lensa Kamera, APC Angkat Cerita Kaum Marginal dalam Pameran Fotografi