Dalam buku "Teruntuk Kamu yang Kusebut Perempuan" ini, penulis mengungkapkan curahan isi hatinya untuk sosok perempuan istimewa dengan tulus, lewat barisan kata-kata indah dalam sajak puisi.
Sosok perempuan istimewa yang dimaksud dalam buku kumpulan puisi ini bukan hanya seorang ibu. Sosok perempuan tersebut bisa jadi siapa saja perempuan yang ada dalam kehidupan pembaca buku. Seperti, kekasih, istri, nenek, anak perempuan, ataupun wanita-wanita hebat yang menginspirasi kehidupan di sekitar kita dalam kegiatan sehari-hari. Sebab, bahasa dan diksi indah yang terkandung dalam sebuah puisi, akan menjadi bermakna tergantung dari penafsiran sudut pandang masing-masing orang atau pembaca buku.
Salah satu kutipan puisi dalam buku ini adalah sebagai berikut.
Jika Aku adalah Keluh,
Maukah Kau mengulurkan tangan?
Mengusapnya,
Agar Keluh itu tetap milikmu.
BACA JUGA: Taman Pintar, Tempat Wisata Edukasi yang Wajib Dikunjungi di Jogja
Jika Aku adalah Gaduh,
Sudikah Kau membisikkan suara?
Lirih, berbisik:
"Gaduh atau melepuh bersamaku?"
Jika Aku adalah Riuh,
Relakah Kau berdiam sejenak?
Menatapku,
Menyadarkanku,
Keluh, Gaduh, Riuh; Itu Kamu.
Kutipan puisi diatas adalah salah satu puisi yang ada dalam buku kumpulan puisi "Teruntuk Kamu Yang Kusebut Perempuan". Buku kumpulan puisi ini berisi berbagai macam sajak indah yang pasti menyentuh hati dan pikiran pembaca. Sebab puisi adalah karya sastra yang tidak hanya dibaca, namun juga harus diresapi dan dirasakan dalam hati.
Buku ini ditulis oleh Akhmad Idris. Beliau adalah penulis yang juga berprofesi sebagai dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Tak heran apabila puisi-puisi karyanya sangat indah dan memiliki makna yang berkesan.
Selain berisi tentang sosok perempuan, buku kumpulan puisi ini juga berkisah tentang isu-isu sosial, hakikat kemerdekaan, serta cinta dan kerinduan. Buku ini diterbikan oleh Noken Studio Publisher dan merupakan buku yang baru terbit di bulan Maret 2023. Bagi pembaca yang menyukai puisi bisa menikmati buku kumpulan puisi "Teruntuk Kamu Yang Kusebut Perempuan" ini sebagai teman santai di waktu luang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Berlibur ke Patung Buddha Tidur Trowulan Mojokerto, Terbesar di Indonesia
-
Chris Martin Ungkap Lagu Favoritnya Saat Diwawancarai oleh Najwa Shihab
-
Ulasan 'Wasiat Nabi Khidir untuk Rakyat Indonesia': Kumpulan Esai Aktual
-
Ulasan Buku 'Cinta dan Pala', Kumpulan Cerpen Beragam Kisah dan Makna
-
Ulasan Novel Pijar: Kisah Nyata Sang Penulis Novel
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Buku The Power of Sun Tzu: Panduan Taktis Menghadapi Tekanan Hidup Modern
-
Soul Plate: Ketika Member Astro Berubah Jadi Malaikat Restoran, Efektifkah Promosinya?
-
Kisah Tragedi Berdarah di Apartemen Virgil dalam film, They Will Kill You
-
The Legend of Kitchen Soldier: Suguhkan Kisah Heroik Chef ala Tentara Korea
-
Ketika Luka Batin Dibahas dengan Hangat dalam Loving the Wounded Soul
Terkini
-
Dari Chat 5 Menit Menjadi FBI Kasur Lipat: Saat Cinta Menjadi Obsesi
-
Siapakah Lelaki Misterius yang Mendorong Brankar Jenazah Dini Hari Itu?
-
Pertemanan Tanaman Plastik: Tampak Hidup di Story, Mati di Kehidupan Nyata
-
Manga Horor Junji Ito, The Long Hair in the Attic Siap Diangkat Jadi Film Live Action
-
Connect Community: Bergerak dari Kampus, Berdampak bagi Remaja Desa