Setiap orang butuh uang. Hal ini dapat dimaklumi karena dengan uang, kita dapat memenuhi beragam kebutuhan, mulai sandang, pangan, papan, dan lain sebagainya. Tanpa memiliki uang yang cukup, umumnya seseorang akan merasa hidupnya merana dan menderita karena tak bisa memenuhi segala kebutuhannya.
Disadari atau tidak, uang memang telah menjadi sumber kebahagiaan dalam hidup setiap orang. Maka tak heran bila ada orang yang rela bekerja, banting tulang siang dan malam demi meraup uang sebanyak-banyaknya, agar ia bisa menikmati kebahagiaan dengan uang tersebut.
Yang selanjutnya menjadi pertanyaan adalah: benarkah uang menjadi satu-satunya sumber kebahagiaan dalam hidup ini? Benarkah kita tak bisa hidup tanpa uang?
Ya, saya sepakat bahwa uang adalah termasuk prioritas dalam hidup ini. Namun, ketika kita tidak mampu mengelola uang dengan baik, maka saya yakin bukannya bahagia yang akan kita dapat, melainkan rasa tidak puas dan selalu ingin mencari uang lebih banyak lagi.
Dalam buku “360° of Success” (Bhuana Ilmu Populer, 2015) dijelaskan, memiliki uang hanyalah satu bahan dari kesuksesan. Uang bukanlah alat untuk menuju hidup yang bahagia. Uang tidak membuat Anda bahagia. Uang hanyalah alat. Banyak orang bahagia walaupun akun simpanan di bank hanya sedikit.
Hidup yang bahagia dibangun di sekitar diri Anda dengan orang-orang yang mengasihi Anda, dengan Anda yang terus menjaga kesehatan fisik, mencari passion, dan meluangkan waktu untuk rileks dan beristirahat; hal-hal yang menjadi bumbu kehidupan dan menambah rasa pada hari-hari Anda (hlm. 29).
Hal yang penting kita pahami bahwa sebanyak apa pun kita memiliki uang, tetapi bila kita tidak mampu mengelolanya dengan baik dan bijaksana, maka uang tersebut tidak akan pernah mencukupi segala keinginan kita.
Ana Weber dalam buku ini menulis, kebahagiaan sangat erat kaitannya dengan relasi dan uang. Hal ini penting ketika menciptakan relasi yang positif dengan uang untuk menyadari bahwa uang sebagai sebuah komoditas yang berdiri sendiri dan tidak akan menciptakan pemenuhan. Kekuatan itu ada di dalam hubungan Anda dengan uang.
Menjaga pertemanan dengan uang akan membangun sebuah relasi yang sehat. Kita menghabiskan waktu membangun relasi dengan anggota keluarga, teman, rekan kerja, tetangga, anak-anak serta anggota keluarga dan saudara dekat, tetapi kita tidak pernah berpikir menggunakan waktu untuk mengolah relasi dengan uang (hlm. 2).
Melalui buku “36° of Success” karya Ana Weber ini, kita dapat memahami bahwa uang bukan segala-galanya. Uang hanyalah salah satu alat atau sarana untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup. Selain uang, ada tiga hal penting penunjang kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup ini, yakni relasi, energi, dan waktu. Selamat membaca.
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
-
Usai Menyebut Uang Bulanan Rp 25 Juta dari Sule Kurang, Nathalie Holscher Pamer Mobil Sport Mewah
-
Binance PHK Ribuan Karyawan, Efek Dugaan Pencucian Uang via Kripto?
-
Mau Hapus Tato Syahnaz, Segini Uang yang Harus Dikeluarkan Rendy Kjaernett: Mau di Singapura atau di Indonesia Sama Aja!
-
Keuangan Pas-pasan, Rendy Kjaernett Harus Keluarkan Uang Ratusan Juta Untuk Hapus Tato Syahnaz: Sakitnya Dua Kali
-
Ulasan Buku In a Blue Moon Karya Ilana Tan: Ketika Benci jadi Cinta
Ulasan
-
Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu
-
Enam Cerita, Satu Kematian: Menelusuri Kebenaran di Novel Girls in the Dark
-
Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak
-
Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan
-
Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang
Terkini
-
Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu
-
Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20
-
Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial
-
Bebas Berbahasa Bukan Bebas Salah: Nyaman Berbahasa Tanpa jadi Polisi Ejaan
-
Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun