Buku ini menguraikan panjang lebar tentang bagaimana menentukan lokasi bisnis yang tepat. Bicara tentang lokasi bisnis, memang sangat penting dan tak boleh diabaikan oleh para pebisnis, pedagang, pengusaha, atau mereka yang sedang merencanakan membuka bisnis kuliner atau jenis bisnis lainnya.
Disadari atau tidak, lokasi yang strategis sangat menentukan sukses tidaknya sebuah usaha yang akan kita jalankan. Memang ada hal lain yang menjadi penunjang kesuksesan dalam berbisnis. Misalnya, kualitas barang yang bagus dan harga yang bersahabat, pelayanan yang cepat dan ramah, dan sebagainya.
L. Sally Maitimu, penulis buku ini, menjelaskan bahwa dalam membuka usaha ada banyak faktor yang harus diperhitungkan. Lokasi adalah faktor terpenting. Sally melihat beberapa usaha yang dibangun dengan modal cukup besar dan tidak mampu bertahan lama karena faktor lokasi yang kurang tepat. Dalam menentukan lokasi ada beberapa faktor yang harus diketahui dan dipelajari dengan baik. Apakah lokasi itu di area pariwisata, gedung perkantoran, komplek perumahan, mall, atau lainnya.
Ketika memutuskan untuk memilih sebuah usaha, seorang pengusaha membayangkan tempat usaha akan membawa sukses baginya. Apa pun jenis usahanya, hasil yang besar adalah tujuan mereka yang membuka usaha. Tempat di mana usaha itu berjalan adalah ladang emas si pengusaha. Terkesan klise memang, namun merupakan fakta bahwa faktor utama dari berhasilnya usaha kita adalah lokasi (Ladang Emas, hlm. 1-2).
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Jangan lupa, selain mencari lokasi yang strategis, jenis bisnis yang akan dijalankan juga harus diperhatikan dan dipikirkan matang-matang. Jangan hanya ikut-ikutan tren belaka, tanpa ada hasrat atau passion di dalamnya.
Artinya, bisnis tersebut harus yang sesuai dengan passion atau minat kita. Katakanlah, bisnis yang benar-benar kita sukai, sehingga dalam menjalankan bisnis tersebut kita akan memiliki semangat dan rasa cinta, apa pun kondisinya.
Berdasarkan pengalaman Sally, banyak orang memiliki modal dan membuka usaha karena tren bisnis yang ada. Sekarang ini kita lihat banyaknya orang membuka kedai kopi yang biji kopinya berasal dari wilayah lokal hingga luar negeri.
Kafe yang dimiliki oleh mereka yang membangunnya dengan passion akan terlihat hidup. Bilamana pengusaha tidak mempunyai passion yang kuat di bidang usahanya, maka baik pengelolaan maupun penanganan dalam persaingan pasar tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh. Setelah tren menghilang, atau terdesak dengan kompetisi pasar, pengusaha tanpa passion lebih memilih banting setir dan meninggalkan usahanya terbengkalai. Sementara pengusaha yang memiliki passion akan terus-menerus mencari cara agar usahanya bertahan dalam persaingan pasar dan berkembang (Ladang Emas, hlm. 10).
Terbitnya buku “Ladang Emas” karya L. Sally Maitimu (Gramedia, 2017) ini sangat cocok dijadikan sebagai bacaan bagi para pebisnis atau mereka yang ingin terjun ke dunia bisnis. Semoga buku ini menjadi salah satu penyemangat dan motivasi sukses dalam berbisnis.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
Ulasan
-
The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup
-
Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia
-
Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
Terkini
-
Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban
-
CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual