Pelecehan seksual pada anak merupakan masalah serius yang mengancam hak tumbuh kembang mereka. Untuk mengurangi dan melawan permasalahan ini, orang tua dan pendidik wajib mengambil langkah-langkah antisipasi yang efektif. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengenalkan konsep PANTS kepada anak-anak.
Konsep PANTS dirancang agar anak-anak mengenal dan memahami batasan-batasan pribadi, serta mengenali tanda-tanda pelecehan seksual.
Selain itu, dilansir dari laman National Society for the Prevention of Cruelty to Children, konsep PANTS juga mendidik anak-anak agar memiliki pengetahuan tentang otoritas tubuh, atau dalam istilah lain sering dikenal sebagai my body my authority.
P: Privat are private (Privasi adalah privat)
Anak-anak diajarkan untuk mengenali bagian-bagian tubuh yang bersifat pribadi dan tidak boleh disentuh oleh orang lain tanpa izin. Mereka wajib mahami hak mereka untuk menjaga privasi dan menghormati privasi orang lain.
A: Always remember your body belongs to you (Selalu ingat tubuh Anda adalah milik Anda)
Anak-anak harus mengetahui bahwa mereka tidak boleh merahasiakan segala sesuatu yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Jika ada orang dewasa yang berusaha meminta dan memaksa menjaga rahasia yang tidak pantas, anak-anak wajib berani berbicara dan mencari bantuan atau pertolongan.
N: No Means No (Tidak berarti tidak)
Anak-anak perlu belajar bahwa mereka memiliki hak untuk menolak segala bentuk sentuhan fisik yang tidak mereka inginkan, bahkan dari orang dewasa. Dengan menunjukkan batasan-batasan dengan tegas merupakan langkah melindungi anak.
T: Talk about secrets that upset you (Ceritakan hal yang membuatmu tidak nyaman kepada orang lain yang dipercaya)
Anak-anak hendaknya dididik dan didampingi untuk memercayai insting dan perasaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman dengan seseorang atau situasi tertentu, mereka harus berbicara kepada orang dewasa yang bisa dipercaya.
S: Speak up, someone can help (Berbicaralah, seseorang bisa membantu)
Anak-anak juga perlu mengetahui jika mereka mengalami pelecehan seksual, harus segera diceritakan kepada seseorang yang mereka percayai, seperti orang tua, guru, atau pengasuh, bahkan melaporkan tindakan pelecehan tersebut pada aparat penegak hukum.
Itulah sejumlah langkah dengan metode PANTS yang bisa dilakukan oleh orang tua demi menjaga dan mencegah pelecehan seksual.
Oleh karena itu, orang tua dan pendidik perlu memberikan pemahaman yang jelas tentang konsep PANTS melalui komunikasi terbuka dan memberikan contoh-contoh konkret.
Baca Juga
-
Ketika Anak Takut Berangkat Sekolah, Siapa Bertanggung Jawab?
-
Urusan Energi Hijau dan Panasnya Bumi yang Bikin Cemas
-
Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga
-
Demi Korban atau Selamatkan Muka? Menelanjangi Borok Penanganan Kasus di SMAN 1 Sentolo
-
Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan
Artikel Terkait
-
7 Momen Ulang Tahun Natarina, Putri Taufik Hidayat yang Penampilannya Mulai Curi Perhatian
-
Terjerat Kasus Pelecehan, Lizzo Kehilangan 220 Ribu Pengikut Instagram
-
Pengakuan Finalis Miss Universe Indonesia 2023: Disuruh Buka Semua Pakaian sampai...
-
TERUNGKAP! Putri Pinkan Mambo Diblokir Ibunya Sendiri Setelah Mengaku Dilecehkan Ayah Tiri
-
Jadi Korban Pelecehan Ayah Tiri, MA Heran Terus DIjelek-jelekkan Pinkan Mambo
Ulasan
-
Review Serial Prefiero la Muerte: Suguhkan Kisah Cinta Unik Berbalut Horor
-
Ulasan Novel Bumi: Petualangan Tiga Sahabat Menjelajahi Dunia Paralel
-
Keberuntungan Sedang Menghampirimu: Ketika Kepedulian Menjadi Jalan Menuju Harapan
-
Belajar Menghargai Pengorbanan Orang Tua dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu
-
Bedah Lagu "Rayuan Perempuan Gila": Relate Banget Buat Kamu yang Punya Trust Issue
Terkini
-
EHEF 2026 Resmi Digelar di UGM, Hadirkan 90 Kampus Eropa dan 1.000 Beasiswa
-
Jarang Komentari Politik, SBY Sindir Pedas: Kok Begini Liar Politik Kita?
-
Realistis atau Pesimis? Mengulik Tren Stop the Wedding dari Sisi Finansial
-
4 Serum Korea Berbahan Rice Extract, Rahasia Wajah Tampak Glowing dan Mulus
-
Refleksi Tren Stop the Wedding: Menikah Itu Kesiapan, Bukan Tuntutan Usia