Culture Shock merupakan series Indonesia bergenre drama dan komedi yang disutradarai Jay Sukmo. Series ini dirilis pada 2025 dan tayang di VISION+ serta Netflix, dengan total 8 episode. Pemeran utamanya adalah Ajil Ditto sebagai Riko dan Davina Karamoy sebagai Sabrina, bersama Giulio Parengkuan, Dhea Ananda, Harleyava Princy, Shahabi Sakri, dan pemain lainnya.
Cerita berpusat pada Riko, remaja asal Muara Enim yang mendapat beasiswa untuk bersekolah di Jakarta. Kepindahan ini membuat Riko harus beradaptasi dengan lingkungan yang jauh berbeda dari kehidupan sebelumnya. Apalagi, ia membawa aturan dari ibunya untuk menjaga keperjakaan sampai usia 30 tahun. Di sekolah barunya, Riko bertemu Sabrina dan teman-temannya yang membuat kehidupan di Jakarta semakin penuh kejutan.
Riko dan Kehidupan Barunya di Jakarta
Sejak datang ke Jakarta, Riko langsung mengalami culture shock. Ia yang polos harus berhadapan dengan lingkungan sekolah yang jauh lebih terbuka. Setiap hal yang berkaitan dengan seks membuat Riko panik karena ia percaya pada larangan dari ibunya. Kehadiran Frans sebagai teman baru juga membuat Riko sedikit terbantu menghadapi berbagai kejadian aneh yang dialaminya.
Di sekolah, Riko kemudian semakin dekat dengan Sabrina dan geng LUST. Sabrina sendiri merupakan siswi populer yang cukup penasaran dengan berbagai hal tentang hubungan dan pergaulan. Riko mulai memiliki perasaan kepada Sabrina, tetapi situasinya tidak berjalan mudah karena Sabrina justru semakin dekat dengan Mahesa. Riko pun harus menghadapi kenyataan bahwa perasaannya tidak langsung mendapat balasan.
Masalah Riko semakin bertambah ketika ia berusaha mencari cara untuk menghadapi kondisinya. Ia bahkan mencari uang agar bisa berkonsultasi dengan psikolog. Di sisi lain, hubungan pertemanannya dengan Frans mulai mengalami masalah. Sabrina dan geng LUST juga tidak bisa tenang karena mereka menjadi korban penyebaran video deep-fake yang membuat keadaan di sekolah semakin kacau.
Menjelang akhir cerita, Riko sempat berada dalam kondisi yang membuatnya harus menjauh dari sekolah. Hubungannya dengan Frans juga semakin renggang, sementara Sabrina dan teman-temannya berusaha mencari tahu siapa orang di balik video deep-fake tersebut. Dugaan kemudian mengarah kepada Ilham. Di tengah semua masalah itu, Riko perlahan mulai belajar menghadapi ketakutan dan tidak terus-menerus lari dari keadaan.
Pada episode terakhir, Riko akhirnya kembali ke sekolah. Ia masih mendapat cibiran dari teman-temannya, tetapi kali ini sudah lebih berani menghadapi keadaan dan mulai berdamai dengan dirinya sendiri. Frans juga berusaha menyelesaikan masalahnya dengan Flo, sedangkan Sabrina dan geng LUST masih mengejar pelaku video deep-fake sambil mempersiapkan final futsal. Di sisi lain, Desi, ibu Riko, mengambil keputusan besar dengan meninggalkan pekerjaannya. Cerita kemudian ditutup dengan perkembangan masing-masing karakter setelah melewati berbagai masalah sepanjang series.
Ulasan Series Culture Shock
Reaksi pertama nonton series Culture Shock langsung fokus ke karakter Riko. Dia benar-benar polos ketika harus masuk ke lingkungan baru di Jakarta. Perbedaan dengan kehidupan sebelumnya terasa banget. Riko sering bingung menghadapi tingkah teman-temannya, dan dari situ muncul banyak kejadian yang lucu.
Ajil Ditto juga berhasil memerankan Riko yang polos dan gampang panik. Ekspresinya saat ada di situasi yang menurutnya aneh malah bikin ketawa. Sementara Davina Karamoy sebagai Sabrina punya karakter yang lebih berani dan terbuka. Perbedaan sifat mereka bikin hubungan Riko dan Sabrina jadi semakin menarik.
Selain itu, hubungan pertemanan di series ini juga menarik. Riko dan Frans beberapa kali terlibat masalah yang bikin hubungan mereka naik turun. Sementara itu, Sabrina dan geng LUST juga punya cerita sendiri, apalagi setelah muncul video deep-fake yang bikin mereka ikut terseret masalah. Dari sini, ceritanya jadi lebih beragam dan bukan cuma mengandalkan komedi dan kisah cinta Riko.
Sejauh ini, Culture Shock menurutku seru sih untuk ditonton apalagi kalau suka cerita remaja yang ringan dan banyak tingkah lucu. Ada komedi, pertemanan, sedikit romance, tapi tetap diselipkan masalah serius. Beberapa konfliknya memang dibuat heboh, tapi masih bisa dinikmati.
Baca Juga
-
Ulasan Novel Inestable: Belajar Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan
-
Novel Sabtu Bersama Bapak: Hangatnya Pesan Seorang Ayah
-
Ulasan Fall 2: Deadpoint,Perjuangan Hidup Mati di Atas Menara
-
Bisnis Kriminal yang Berujung Kekacauan di Serial The Gentlemen Season 2
-
Review Lagu Kamu Yang Kutunggu: Bukti Chemistry Romantis Rossa dan Afgan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Runner: Aksi Simpel tapi Menghibur Banget, Keren!
-
Ulasan Do Do Sol Sol La La Sol: Tentang Harapan yang Tumbuh dari Kehilangan
-
Belajar Berdamai dengan Kehilangan Lewat Novel Serangkai
-
Pasti Ada Jalan Keluar: Mengubah Cara Pandang dalam Menghadapi Masalah
-
Review Can This Love Be Translated?: Cinta Tak Semudah Menerjemahkan Kata
Terkini
-
Anime The Fable Season 2 Tayang Januari 2027, Yamaoka Arc Resmi Diadaptasi
-
Bye Garis Halus! 4 Serum Adenosine Jaga Wajah Tetap Kenyal Tanpa Iritasi
-
Bukan Oversharing, Tulisan yang Jujur dan Personal Tetap Punya Batasan
-
Bye Sel Kulit Mati! 5 Lulur Mandi Beras Bikin Kulit Lembut dan Bercahaya
-
Ketika Pemimpin Tak Percaya Pakar, Bagaimana Negara Menentukan Arah?