Pada tanggal 13 September kali ini menjadi salah satu momen yang cukup bersejarah bagi dunia kedirgantaraan internasional, khususnya di benua Eropa. Pasalnya, di tanggal ini di tahun 1906 terjadi sebuah penerbangan pertama di benua Eropa yang dilakukan dengan menggunakan pesawat tipe Santos-Dumont 14-bis dari masa permulaan penerbangan (Pioneer Era).
Dilansir oleh buku “The Rebirth of European Aviation,” penerbangan ini juga menjadi awal mula pengembangan teknologi pesawat di benua Eropa kala itu.
Awal Mula Perancangan Pesawat Santos-Dumot 14-bis
Pesawat Santos-Dumont 14-bis merupakan salah satu desain pesawat bersayap ganda yang dirancang oleh orang Brazil yang menetap di Eropa, yakni Alberto Santos-Dumont. Melansir dari buku “Santos Dumont: A Study in Obsession”, dalam rancangan pesawatnya, Alberto Santos-Dumont mengambil konsep aeronautika yang dikembangkan oleh Lawrance Halgrave yang dikenal dengan “Halgrave Cells”.
Pada tahun 1905-1906 dia mulai merancang pesawat tersebut dengan bantuan dari salah satu perintis penerbangan Eropa, Gabriel Voisin. Santos-Dumont juga disokong oleh klub penerbangan asal Paris, Prancis yakni Aero-Club de France.
BACA JUGA: 10 Fitur Microsoft Word dan Fungsinya yang Tak Banyak Diketahui
Pesawat tersebut kemudian dibangun menggunakan campuran rangka dari bambu, kayu, aluminium dan dilapisi kain sutra yang berasal dari Jepang. Untuk mesinnya, Santos-Dumont sempat mencoba beberapa mesin, hingga pada akhirnya menggunakan mesin Antoinette V8 piston-engine water-cooled yang mampu menghasilkan tenagak 37 kilowatt.
Proses Penerbangan Pesawat Santos-Dumont 14-bis
Menyadur dari artikel berjudul “The 1906 Santos-Dumont No. 14bis”, pesawat tersebut mulai diuji coba pada kurun waktu Juli 1906 hingga awal September 1906. Sempat mengalami beberapa kali kegagalan dan kerusakan, Santos-Dumont dan timnya tidak patah semangat dalam menguji coba pesawat tersebut.
Pada tanggal 13 September 1906, Santos-Dumont kembali menguji pesawatnya. Pada hari itu juga berkumpul beberapa anggota dari Aero-Club de France guna menyaksikan uji coba ini. Pada kesempatan pertama pesawat tersebut gagal terbang, akan tetapi pesawat tersebut berhasil melayang di kesempatan kedua dengan terbang sejauh 4-7 meter dan sukses melayang dengan ketinggian 70 cm.
Pesawat tersebut kemudian jatuh dengan menghantam bagian hidungya terlebih dahulu. Meskipun dianggap berhasil melayang, akan tetapi uji coba tersebut belum dianggap sukses karena tidak memenuhi standar terbang yang ditargetkan, yakni diatas 30 meter jauhnya. Namun, peristiwa ini menandai penerbangan pertama di benua Eropa yang menggunakan pesawat bermesin bersayap tetap.
Penerbangan ini juga menandai sebagai penerbangan purwarupa alat terbang bermesin pertama yang dilakukan di luar dari desain yang dibuat oleh Wright bersaudara dari Amerika Serikat. Santos-Dumont pada akhirnya sukses menerbangkan pesawat rancangannya pada tanggal 23 Oktober 1906 dan berhasil membuat rekor sekaligus memperoleh hadiah guna konsep pesawat sederhananya kala itu.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
-
Piala Dunia 2026: Tak Hanya Messi, Ronaldo Turut Cetak Rekor Prestisius
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dan Misi Raih Rekor Pencetak Gol Terbanyak
-
Resmi Jadi Raja Gol, Mampukah Messi Lewati Rekor 16 Gol Miroslav Klose di Piala Dunia 2026?
-
Sejarah Tercipta, Wasit Wanita Pimpin Laga di Ajang Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
Ulasan
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
Ulasan Novel Katri, di Balik Senyum Tenang yang Menyimpan Seribu Rahasia
-
Review The Motorcycle Diaries: Awal Mula Lahirnya Sang Che Guevara
-
Review Buku "Tentang Dewasa": Teman Renungan dalam Menjalani Kehidupan
-
Dunia yang Menghakimi Sebelum Memahami: Pelajaran Berharga dari Film Saat Aku Bersuara
Terkini
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
-
Rapi dan Effortless! Intip 4 Inspo OOTD Smart Casual ala Nam Joo Hyuk
-
Fokus Pemulihan Kesehatan, Moka ILLIT Kembali Hiatus dari Kegiatan Grup
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia