Akhir-akhir ini isu tentang kesehatan mental sedang marak menjadi perbincangan bagi para millenial dan Gen Z. Adanya stress di lingkungan akademik, keluarga, sosial maupun dunia kerja membuat rawan tertekan dan merasa ada yang salah dengan kondisi psikologisnya. Tapi sebelum buru-buru self diagnosed, ada baiknya mencari tahu dulu dengan membaca banyak referensi agar tidak asal memberi justifikasi pada diri sendiri.
Salah satu referensi yang ringan dan bisa dibaca oleh semua kalangan adalah buku dengan judul Yang Belum Usai, yang dikeluarkan oleh Pijar Psikologi dengan beberapa penulis di dalamnya.
Nah buku ini bercerita tentang luka batin dan bagaimana cara untuk pulih darinya. Barangkali ada di antara kita yang menganggap diri sendiri normal secara psikologis. Tapi ternyata sering merasa sedih dengan hal-hal sepele, sesuatu yang buat kebanyakan orang itu biasa-biasa saja, tapi bagi kita bisa bikin kepikiran. Kadang merasa hampa, tidak menemukan makna, selalu merasa bersalah dan meragukan diri sendiri.
Ternyata hal-hal negatif yang terjadi di dalam diri seperti di atas bisa jadi adalah luka batin yang belum sembuh. Luka itu berasal dari trauma, emosi kuat yang berasal dari peristiwa masa kecil (primal wounds), maupun perasaan yang tidak disadari dan belum terselesaikan secara tuntas (unfinished business).
Di antara sumber-sumber luka batin ini, ada pembahasan menarik tentang primal wounds. Yakni didikan pengasuh atau pola parenting yang seseorang dapatkan semasa kecil, yang akan sangat berdampak pada mekanisme pertahanannya ketika menghadapi masalah saat dewasa kelak. Hal-hal seperti ini amat banyak terjadi di sekitar kita.
Seseorang yang sebenarnya mampu dalam mengerjakan sesuatu tapi terus menerus merasa dirinya tidak berguna, boleh jadi semasa kecilnya selalu disalahkan orang tua, dan tidak mendapatkan kepercayaan. Orang tua yang jarang memberikan afeksi dan dukungan kepada anaknya sedari kecil, tidak jarang akan membesarkan anak yang seumur hidupnya merasa tidak berharga dan tidak pantas dicintai.
Salah satu upaya untuk mengobati luka batin adalah dengan melakukan journaling. Mencatat dengan detail setiap perasaan negatif yang mulai muncul. Menguraikan akar-akarnya sampai kita tahu betul jenis perasaan yang dialami. Kemudian melihat dengan lebih dalam apakah dibalik perasaan negatif itu, ada makna atau hal-hal positif yang tersembunyi. Jangan lupa membuat gratitude journal setiap harinya. Mencatat hal-hal yang patut disyukuri akan membuat kita relatif lebih bahagia dalam menjalani hidup dan bisa memandang hidup ini dengan lebih baik.
Ibarat luka fisik, luka batin itu adalah rasa sakit yang perlu diupayakan kesembuhannya agar kita bisa hidup lebih tenang.
Time heals nothing, kata penulis. Waktu tidak bisa menyembuhkan luka. Luka itu perlu dicari letak keberadaannya, dirawat dan diobati hingga ia benar-benar pulih.
Dengan mengetahui dan membersihkan hal-hal yang belum usai di dalam diri kita, semoga itu bisa menjadi salah satu upaya untuk hidup lebih tenang dan bahagia.
Baca Juga
-
The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
Artikel Terkait
-
Vakum Gegara Covid-19, Jogja Book Fair kembali Digelar Kolaborasi dengan FKY
-
Ulasan Buku "Mengasuh & Mendidik Buah Hati Tanpa Kekerasan"
-
Viral Cewek Baru Kenalan Ogah Ditanya Kuliah-Kerja, Apa Pertanyaan Awal PDKT yang Tepat untuk Gen Z?
-
Jogja Book Fair 2023 Hadirkan Diskon Hingga 80 Persen, Yuk Merapat 8-14 Oktober!
-
3 Rekomendasi Novel Terbaik Karya Vladimir Nabokov, Sarat Unsur Alegori
Ulasan
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"
-
Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang
-
Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Lagu Mungkin di Depan Buram dan Harapan di Tengah Ketidakpastian Masa Depan
Terkini
-
Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang
-
Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Bye Pori Tersumbat! 4 Cleanser Volcanic untuk Kulit Mulus Bebas Komedo