Kabar duka kembali datang ke dunia militer Indonesia. Melansir dari akun twitter/X resmi milik TNI-AU (@_TNIAU), dua pesawat serang ringan berjenis A29 Super Tucano mengalami lost contact dan jatuh di sekitar Pasuruan, Jawa Timur pada Kamis (16/11/2023) kemarin. Dua pesawat Super Tucano dengan nomor registrasi TT-3103 dan TT-3111 jatuh saat menjalani latihan profisiensi.
Insiden ini menyebabka 4 pilot yang mengoperasikan 2 pesawat Super Tucano tersebut harus tewas. Keempat pilot tersebut yakni, Kolonel Pnb Subhan, S.T., M.A.P, Kolonel Adm Widiono Hadiwijaya, S.A.P., M.Si., Letkol Pnb Sandhra Gunawan, S.Sos., M.I.Pol. dan Mayor Pnb Yuda Anggara Seta, S.Sos.
Pesawat A29 atau Embraer 314 Super Tucano merupakan salah satu alutsisat yang dibeli oleh Indonesia guna melengkapi kekuatan dari TNI-AU. Pesawat ini meskipun terkesan klasik, namun merupakan salah satu pesawat serang darat bermesin baling-baling terbaik di era modern. Tercatat, Indonesia pada pengadaan di tahun 2012 silam membeli sekitar 16 unit pesawat A29 Super Tucano.
Pesawat Serang Ringan Buatan Brazil
Brazil memang bukan salah satu negara produsen alutsista dunia yang menguasai pangsa pasar persenjaatan grobal. Namun, beberapa persenjataan dan alutsista buatan Brazil cukup dikenal dan digunakan oleh beberapa negara, salah satunya adalah pesawat A29 Super Tucano. Melansir dari laman resmi Embraer (embraer.com), pesawat A29 Super Tucano merupakan pesawat yang didesain pada akhir dekade 1990-an dan mulai diproduksi pada tahun 2003.
Pesawat dengan desain seperti pesawat latih ini memang didasarkan dari pendahulunya, yakni Embraer EMB-14 Tucano yang merupakan pesawat latih menengah. Pesawat ini didesain sebagai pesawat anti perang gerilya atau COIN (Counter-Insurgency). Target utama dari pesawat ini adalah untuk memberantas gerakan-gerakan separatis, kartel narkoba dan juga pasukan bersenjata yang tidak memiliki sistem pertahanan udara.
Melansir dari laman militarytoday.com, pesawat ini digunakan oleh beberapa negara seperti Afghanistan, Kolombia, Brazil, Indonesia, Filipina dan Bahkan Amerika Serikat. Pesawat Super Tucano milik TNI-AU datang pada periode 2012-2014 guna menggantikan pesawat anti-gerilya OV-10 Bronco yang dibeli pada tahun 1975 silam dari Amerika Serikat.
Meskipun Terlihat Jadul Namun Memiliki Sistem Persenjataan Canggih
Meskipun sepintas seperti pesawat era perang dunia II, akan tetapi performa pesawat ini tidak bisa diremehkan. Melansir dari laman resmi Embraer (embraer.com), pesawat ini dilengkapi oleh sebuah mesin Pratt & Whitney Canada PT6A-68C turboprop yang mampu membuat pesawat ini terbang dengan kecepatan 590 km/jam dan memiliki jarak jaungkauan sekitar 1.300 km tergantung bahan bakar dan beban yang dibawa. Pesawat ini juga telah dilengkapi oleh manajemen kontrol penerbangan dan sistem avionik canggih yang modern.
Pesawat ini memiliki persenjataan utama sepasang senapan mesin M3P dengan kaliber 12.7 mm yang terpasang di sayap pesawat. Pesawat ini juga mampu membawa beberapa persenjataan lain seperti pod kanon otomatis 20 mm, pod roket tanpa pemandu dan tangki bahan bakar cadangan. Pesawat yang dioperasikan oleh 2 orang operator ini juga dapat membawa rudal udara ke udara MAA-1 Piranhan buatan Brazil, AIM-9 Sidewinder dan rudal Python. Pesawat ini juga mampu membawa beragam rudal serangan darat dan bom berpresisi guna mendukung peran bantuan tembakan udara.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
Artikel Terkait
-
Detik-detik Jatuhnya 2 Pesawat Super Tucano Tewaskan 4 Perwira TNI AU Di Pasuruan
-
TNI AU Ungkap Kronologi Jatuhnya 2 Pesawat Super Tucano di Pasuruan
-
Profil 2 Pilot Pesawat Tempur TNI AU Super Tucano yang Jatuh di Pasuruan
-
Diduga Tabrak Tebing, 6 Fakta Kecelakaan Dua Pesawat TNI AU Super Tucano di Pasuruan
-
Satu dari Dua Pesawat Super Tucano TNI AU yang Jatuh di Pasuruan Masih Hilang!
Ulasan
-
Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi
Terkini
-
Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia