Drama Korea "Save Me" dirilis pada tahun 2017 dan dikembangkan oleh Studio Dragon untuk OCN.
Berdasarkan webtoon populer berjudul "Out Of The World", ceritanya mengikuti keluarga Im yang memutuskan pindah ke Muji-gun setelah sang ayah, Im Joo Ho (Jung Hae Kyun) kehilangan bisnisnya.
Im Sang Mi (diperankan oleh Seo YeJi), pemeran utama wanita, dan kakaknya Sang Jin berusaha untuk tetap positif di tengah perubahan yang dialaminya.
Namun, para pengganggu di kota melihat Sang Jin sebagai korban yang mudah dihasut. Sementara itu, pemimpin sekte Goseonwon yaitu Baek Jung Ki, dan dua bawahan utamanya mengincar keluarga Im untuk menjadi anggota baru dengan menawarkan bantuan, rumah, dan berbagai insentif lainnya. Baek Jung Ki, terutama, menunjukkan ketertarikannya pada Sang Mi.
Cerita ini juga melibatkan empat sahabat laki-laki yang pada awalnya terlihat konyol, namun ternyata memiliki peran penting dalam membantu Sang Mi dan Sang Jin di sekolah.
Masing-masing dari mereka memiliki situasi keluarga yang sangat berbeda, dan penonton diberikan kesempatan untuk memahami kisah hidup mereka.
Review Drama Korea Save Me
Sama seperti drama-drama di saluran OCN lainnya, "Save Me" terasa lebih seperti sebuah film daripada drama Korea biasa karena sinematografi dan format layar lebarnya.
Palet warna biru dan keabu-abuan serta musik rock yang menjadi bagian dari soundtrack sangat cocok dengan tema drama ini sejak episode awal.
Meskipun ini merupakan sebuah drama thriller yang tidak ada hubungannya dengan hal-hal gaib, "Save Me" benar-benar terasa seperti film horor karena sebagian besar melibatkan adegan pemujaan sekte sesat.
"Save Me" punya penulisan cerita yang dikemas dengan apik, yang mampu menciptakan momen emosional yang dapat membuat penonton tertegun, bahagia, dan bahkan terisak.
Para pemain drama ini patut diacungi jempol dalam menjalankan karakter-karakter yang rumit.
Akting Seo Ye Ji mencuri perhatian dengan penampilannya sebagai Sang Mi yang membawa kekuatan dan kerapuhan dalam karakternya.
Yun Yoo Sun, yang berperan sebagai ibu Sang Mi dan Sang Jin, juga memberikan penampilan yang tidak kalah memukau.
Satu lagi yang layak dicatat adalah penampilan luar biasa dari Park Ji Young yang memerankan bawahan pemimpin sekte Kang.
Dia berhasil memainkan karakter yang rumit dan berlapis-lapis dengan sangat baik, sehingga penonton merasa benci dan kasihan pada saat yang bersamaan.
Sebelum menonton drama ini, perlu diperhatikan karena drama ini mengusung topik-topik gelap seperti pemerkosaan, penyakit mental, dan sekte agama.
Jadi, jika kamu merasa tidak nyaman dengan tema-tema tersebut, sebaiknya dihindari. Namun, jika kamu mencari drama yang menarik dan memiliki kedalaman emosional, "Save Me" dapat menjadi pilihan yang tepat.
Baca Juga
-
Polemik Royalti Musik: Kenapa Lagu di Kafe Sering Jadi Masalah?
-
Revolusi Digital Detox: Bukan Sekadar Tren, Tapi Kebutuhan
-
4 Rekomendasi Film tentang Menemukan Tujuan Hidup, Penuh Inspirasi!
-
Futsal sebagai Cerminan Ekonomi Mikro di Lingkup Generasi Muda
-
Di Lapangan Futsal, Kami Belajar Menjadi Tim Sejati
Artikel Terkait
-
Sinopsis Drama Goryeo-Khitan War, Kisah Peperangan Besar Antar Dua Kerajaan
-
5 Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Drama Korea 'Twinkling Watermelon'
-
4 Rekomendasi Drakor Tema Malaikat Maut, Mulai Romantis hingga Thriller
-
Review Drama Korea It's Okay to Not Be Okay, Ceritakan Kisah Cinta dan Penyembuhan Trauma
-
Susul Choi Woo Shik, Park Bo Young Diincar Main Drama Korea 'Romantic Movie'
Ulasan
-
Review Film Siapa Dia: Perjalanan Epik Sinema Indonesia!
-
Review Film Lebih dari Selamanya: Kisah Romansa yang Menyentuh Jiwa
-
Ulasan Novel Icing on the Murder: Rahasia Gelap di Balik Kue Pengantin
-
Solusi Dilema Karier vs Keluarga dari Buku Jadi Kaya dengan Bisnis di Rumah
-
Ulasan Novel Eternal Memories: Perang Sepi antara Nyata dan Terasa Nyata
Terkini
-
Heboh! Lucinta Luna Orasi di Depan DPR, Sindir Pemerintah hingga Kibarkan Bendera One Piece
-
Guru Hebat Butuh Kebijakan yang Nggak Setengah-Setengah
-
Tidak Matre, Pedro Acosta Pilih Motor Kompetitif daripada Gaji Selangit
-
Gelombang Aksi Kian Memanas, Bayang-Bayang Tragedi 1998 Kembali Terngiang
-
Ketika Futsal Menjadi Media Broadcasting Alternatif Generasi Z