Harta dan tahta adalah sebuah makna yang banyak dicari oleh para orang dewasa di masa sekarang. Banyak orang yang menganggap bahwa manusia yang memiliki tahta, maka orang itu akan berkuasa dan memiliki harta.
Pada dasarnya manusia memiliki keinginan untuk ingin lebih dan lebih, beberapa manusia ada yang tidak puas terhadap penggapaian mereka mengenai kekuasaan.
Tidak sedikit manusia yang mencari segala cara untuk mendapatkan harta dan tahta, mengapa demikian? hal tersebut dijelaskan pada buku yang berjudul "Animal Farm" ditulis oleh George Orwel.
Di dalam buku tersebut penulis memberikan gambaran mengenai isu dan situasi dengan hewan yang dijadikan simbolnya. Buku ini memiliki kisah yang unik, karena mengangkat isu yang terjadi di dunia nyata.
Novel "Animal Farm' ini menceritakan tentang sebuah dongeng tentang seorang penguasa yang mempunyai sifat angkuh dan gila akan kekuasaan, dengan latar waktu pada era zaman dahulu.
Novel ini pada pertengahan tahun 1945 setelah penerbitannya, novel ini sudah menjadi topik pembahasan dari seluruh dunia, bahkan dijadikan sebagai dongeng pengantar tidur oleh masyarakat pada saat itu.
Penulis mengangkat isu konflik yang berisi tentang ketidakadilan dan kekuasaan yang terjadi pada saat itu, penulis menggambarkan hal tersebut dengan menjadikan hewan sebagai tokoh utamanya.
Penulis mengungkapkan jika buku nya tersebut merupakan sebuah penyampaian terhadap pemerintahan yang kejam tersebut.
Melalui kisah yang terdapat dalam buku ini, George Orwell selaku penulis buku ini berharap agar para masyarakat lebih teredukasi mengenai situs pemerintahan zaman dahulu yang terbilang kejam.
Namun, untuk menghindari kesalahpahaman, maka penulis menggambarkannya sebagai seekor hewan.
Buku ini memiliki beberapa versi dan terjemahan dengan bahasa dan nama yang berbeda. Pada setiap versi terdapat sub judul bernama "A Fairy Story" dan "A Satire".
Buku ini merupakan karya sastra yang mempunyai kesan tersendiri di mata para pembaca. Bahkan sangking berkesan, buku ini sampai dijadikan sebagai sumber penelitian sastra.
Dalam buku ini memang terbilang cukup sensitif karena membahas mengenai isu dan konflik pemerintahan dari sebuah negara. Akan tetapi, buku ini terbilang memberikan pengetahuan baru bagi para pembaca mengenai teori kekuasaan yang tak kenal ampun.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Review Buku From Here to the Great Unknown: Sisi Manusiawi Keluarga Elvis Presley
-
Ulasan Buku 'The Wager', Misteri Lautan Perang Dunia Pertama
-
Ulasan Buku "What i Ate in One Year", Kuliner Dunia Yang Menakjubkan
-
Ulasan Buku "Brothers", Kenangan Kecil untuk Mendiang Sang Adik
-
Ulasan Buku The Demon of Unrest: Sejarah Kelam Dunia
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Guru Aini: Ketika Ketekunan Menaklukkan Ketakutan pada Matematika
-
Sonobudoyo, Museum yang Menyimpan Jejak Panjang Kebudayaan Jawa
-
Ulasan Film Sunshine, Bedah Isu Aborsi dan Kriminalisasi Reproduksi
-
Novel Dilizzy: Ketika Cinta, Luka dan Mimpi Terbentur Kasta serta Restu
-
Review Lobang Buaya: Saat Hantunya Cuma Alibi untuk Misteri Pembunuhan Berdarah
Terkini
-
6 Rekomendasi Drakor dengan Kisah Penuh Intrik dan Manipulasi
-
Jebakan Overqualification: Ketika Gelar Sarjana Tertahan di Sektor Informal
-
Aktor Lovely Runner Song Ji Ho Akan Menikah Oktober Ini Usai Pacaran Lama
-
Lelah Batin dan Patah Hati? Coba 7 Langkah Pemulihan ala Penulis Satoshi Yagisawa Ini
-
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, John Herdman Keluar dari Bayang-bayang STY?