Tanggal 17 November 2023, Film Thanksgiving resmi dirilis di bioskop. Genre filmnya sendiri merupakan perpaduan horor, misteri, dan thriller yang diproduksi oleh Sony Pictures di bawah arahan sutradara Eli Roth. Roth, bersama Jeff Rendel, juga menggarap skenario film ini.
Pemeran utamanya: Addison Rae, Patrick Dempsey, Jalen Thomas Brooks, Nell Verlaque, Milo Manheim, dan Gina Gershon. Film ini mengeksplor konsep kerusuhan Black Friday di Kota Plymouth, Massachusetts, yang berujung pada peristiwa mengerikan. Sebuah pembunuh misterius.
Korban tewas mengalami kematian yang mengerikan, dari serangan kapak hingga tertancap di billboard toko swalayan. Seiring berjalannya waktu, motif di balik pembunuhan tersebut terungkap, yang membuka jalan menuju rencana lebih menakutkan. Namun, hanya sang pembunuh yang mengetahui rencana tersebut. Masyarakat Plymouth akhirnya bersatu untuk mengungkap identitas dan motif sang pembunuh.
Ulasan
Film Thanksgiving, meskipun memasuki ranah tema yang telah ditempuh oleh banyak film serupa, tapi untungnya memberikan pengalaman yang menghibur kendati tidak sempurna. Kecepatan pengenalan karakter pada awalnya, yang menyajikan gambaran secara sat-set, terkesan jadi terasa terburu-buru, dan beberapa poin mungkin kurang mendapat penjelasan yang memadai.
Adegan sadis dalam film ini, walaupun memiliki kekejaman yang sesuai dengan genrenya, tapi sayangnya mengalami proses sensor yang berlebihan. Sebagian penonton kecewa, sih, tapi aku nggak, karena pada dasarnya nggak kuat nonton yang berdarah-darah.
Tapi bagi penonton yang suka? Mereka pasti tebersit pertanyaan: mengapa harus disensor sedemikian rupa, sedangkan penonton yang memilih menonton film ini sudah tahu dan paham banget kalau filmnya sangat mengandung unsur kesadisan?
Pase awal yang kurang mendominasi daya tarik film, sehingga meninggalkan kesan awal yang kurang menggigit. Namun, pada babak pertengahan hingga akhir, plot mulai mendapatkan momentum. Perkembangan karakter dan situasi yang menegangkan memberikan dimensi yang lebih dalam pada pengalaman menonton.
Meskipun jumpscare berhasil mencapai sasaran, dan aksi penyerangan disajikan dengan keunikan tersendiri, tapi skor dariku 7/10, yang memang cenderung bersifat subjektif. Iya, tentu saja film ini berhasil mencapai tujuan horornya, tetapi sensor yang ketat dan pase awal yang kurang bikin tertarik, membuatku cukup memberikan skor segitu. Bagi pencinta genre ini, film ini jelas memuaskan dahaga mereka. Selamat menonton karena masih tayang di bioskop!
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Ringgo Agus Rahman: Anak Gue Tidak Akan Pernah Jadi Aktor, Nggak Keren
-
Geli Diminta Adegan Ciuman dengan Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir: Rapihin Gigi Lo!
-
Jatuh Cinta Seperti di Film-Film Ternyata Terinspirasi dari Kisah Asmara Ringgo Agus Rahman
-
Ulasan Film A Bottle in a Gaza Sea: Pesan Perdamaian dari Seorang Perempuan
-
Aksi Perhatian Bryan Domani yang Diam-Diam Berikan Tisu Saat Nadzira Shafa Menangis Banjir Pujian
Ulasan
-
Bukan Sekadar Horor Biasa, Film Alas Roban Padukan Mitos Lokal dan Teror Psikologis
-
Film Uang Passolo: Hadirkan Kritik Sosial yang Lucu, Kocak, dan Menyentuh
-
Drama China When I Fly Towards You: Belajar Menerima Diri Sendiri
-
Analisis Konflik Batin dan Kekerasan Seksual dalam Novel Lelaki Harimau Eka Kurniawan
-
Film Beauty and the Beat: Harmoni di Balik Rivalitas Diva yang Menghibur!
Terkini
-
Besek Nasi dan Doa yang Pelan-Pelan Naik ke Langit
-
Bus yang Tidak Ingin Mengucapkan Selamat Tinggal
-
Misteri Pemuda Berjaket Levis di Dekat Pohon Mahoni
-
RedMagic 11 Pro Tembus 4 Juta AnTuTu, Seberani Apa Performa HP Gaming Ini?
-
Manga Dark Romance Firefly Wedding Diadaptasi Anime oleh David Production