Buku ini berisi 101 kisah jenaka Nasruddin Hoja, seorang sufi ternama dari Konya. Ia menawarkan jalan kearifan yang jenaka, yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Menurut pendapat yang masyhur, Nasruddin hidup di akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15. Lahir di desa Khortu, Sivri Hisar, Anatolia Tengah, Turki pada tahun 776 H/ 1372 M. Pendapat ini menyatakan bahwa ia adalah seorang yang bermazhab Hanafi. Ia meninggal dunia di kota Ak-Shehir, Propinsi Konya pada tahun 838 H/ 1432 M dan dimakamkan di kota itu (hlm. 5).
Yang menarik dari kisah-kisah kejenakaan atau bahkan humor dan anekdot ala Nasruddin Hoja adalah bahwa humornya menyimpan makna kearifan, kedalaman, kaya akan pesan moral, bahkan pesan-pesan spiritual yang mecerahkan, dan sebagainya (hlm. 6).
‘Shalat Jumat di Hari Kamis’ adalah salah satu judul kisah jenaka yang dituturkan dalam buku ini. Jadi ceritanya, Nasruddin memiliki keledai yang amat malas. Lambat sekali kalau berjalan. Jarak satu kilometer harus ditempuhnya sampai berjam-jam lamanya.
Maka, ketika suatu hari Nasruddin ingin pergi ke masjid untuk menunaikan shalat Jumat, ia pun berangkat lebih awal, agar tidak ketinggalan. Ya, ia berangkat pada hari Kamis dengan mengendarai keledainya yang jalannya sangat lelet tersebut.
Ketika ditanya mau ke mana oleh seorang teman di jalan, ia menjawab mau shalat Jumat di kampung sebelah. Tentu saja temannya merasa heran dan kembali bertanya, “Lho, tapi ini kan masih hari Kamis?”
Nasruddin pun menjawab, “Iya, aku tahu, tapi keledaiku ini amat istimewa, dia lambat sekali kalau berjalan. Aku sudah bersyukur kalau besok bisa tiba di masjid itu tepat pada waktunya”.
Kisah jenaka lainnya tentang Nasruddin Hoja dalam buku ini berjudul “Memberi Minum Kantong”. Kisahnya begini, suatu hari Nasruddin bersama seorang sahabatnya menghadiri sebuah acara perkawinan. Di acara pesta itu, dihidangkan begitu banyak makanan dan masakan yang lezat.
Singkat cerita, Nasruddin melihat sahabatnya terus-menerus makan. Tak hanya itu, sahabatnya juga terus-menerus memasukkan banyak makanan dan masakan ke dalam kantong yang dibawanya. Melihat kerakusan sahabatnya, Nasruddin lantas mengambil sebuah teko besar berisi air.
Diam-diam Nasruddin menuangkan teko itu ke dalam kantong sahabatnya. Tentu saja hal tersebut mengejutkan dan membuat marah sahabatnya. “Hei, apa yang kau lakukan? Kenapa kantongku kau tuangi air?!”
Nasruddin pun meminta maaf, “Uh, maaf Sobat, aku tidak bermaksud buruk. Tadi kulihat banyak makanan yang ditelan oleh kantongmu ini, jadi aku khawatir kalau kantongmu ini jadi kehausan. Karenanya kuberi dia minum secukupnya”.
Kisah-kisah jenaka Nasruddin Hoja dalam buku karya Muhibin yang diterbitkan MedPress Digital 2012 ini masih banyak dan bisa menjadi bacaan yang menghibur sekaligus bahan renungan bersama.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
-
Kisah Cinta Naif Di Masa Nazi, Ulasan Novel Lelaki Malang, Kenapa Lagi?
-
Tak Dapat Restu Jokowi, Perjuangan Selvi Ananda Demi Nikahi Gibran Rakabuming
-
Perjuangan Gibran Rakabuming saat Pacari Selvi Ananda, The Real Cinta Tak Pandang Kasta
-
Lika-Liku Kisah Cinta Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda, Sempat Tidak Direstui Karena Beda Agama
-
Ulasan Novel 'Kisah yang Pilu untuk Kita yang Ragu' Karya Boy Candra
Ulasan
-
Terjebak di Tengah Masa Lalu yang Belum Usai dalam Novel Cincin Kedua
-
Review Beware Boiuna: Teror Monster Raksasa Amazon yang Penuh Ketegangan!
-
Tak Cuma Berpikir Positif, Pentingnya Mengamati Pola Hidup di Buku 59 Detik
-
What I Talk About When I Talk About Running: Pelajaran tentang Disiplin dan Ketekunan
-
Buku Control Your Expectation: Mengelola Ekspektasi agar Hidup Lebih Tenang
Terkini
-
Law of the Line Tayang 2027, Jang Ki Yong dan Oh Jung Se Adu Strategi
-
Gaji Baru Masuk, Rencana Menabung Langsung Kalah oleh Keinginan: Relate?
-
Terlalu Sering Baca Review Sebelum Belanja Bikin Kita Kena Krisis Insting, Benarkah?
-
Gelar Tak Jamin Kerja: Mengurai Fenomena 'Kuliah Scam' Anak Muda
-
Berhenti Tanya Kapan Nikah! Menikah Bukan Perlombaan, tapi Soal Kesiapan Mindset dan Jodoh