Lia Nurida, penulis yang penggemar serial drama Korea bergenre crime and thriller ini telah menerbitkan sejumlah novel di antaranya: Let Me Love, Let Me Fall (2013), Pemetik Air Mata (2014), Podcast (2022), Spoiler (2023), dan lain-lain.
Caramellove Recipe adalah karyanya yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (2018) dan yang akan saya ulas berikut ini.
Caramella alias Karmel dan Satria baru saja lolos babak penyisihan awal kompetisi memasak Teen Cooking Competition, ketika Satria terpaksa mundur karena sakit tifus.
Miss Anne, guru pembimbing mereka, memilih Sadam sebagai partner memasak Karmel yang baru. Padahal Karmel membenci anak pemilik restoran Italia Luigi’s itu, sejak kasus daun bawang di lomba sekolah dulu.
Sadam yang ketus, dingin, menyebalkan, dan memandang rendah kemampuan Karmen, membuat gadis itu tertekan di sepanjang babak 20 besar yang hanya menyediakan tempat untuk sepuluh tim terbaik.
“Gue nggak selemah yang lo pikirin!” Karmel akhirnya memberanikan diri membuka suara.
Sadam membalikkan badan dan membalas kata-kata Karmel, “Loh, yang bilang lo lemah siapa? Gue cuma bilang seharusnya kita bisa lebih baik dari ini,” jawab Sadam. Cowok itu menggeleng-geleng dan tertawa kecil. Tawa yang diterima Karmel sebagai bentuk ledekan. (hlm 120)
Chemistry memasak yang belum tercipta antara Karmel dan Sadam, ternyata masih harus ditambah dengan masalah lain. Karmel menyadari jika Satria menghindarinya sejak sakit dan Miss Anne mengganti posisinya dengan Sadam. Padahal Karmel berharap, sahabatnya itu mendukungnya di kompetisi memasak.
Satu hal yang tidak diketahui Karmel, Satria melakukan itu karena ia cemburu pada Karmel. Satria menyayangi gadis itu lebih dari sahabat, tapi ia juga menyadari, sedari dulu hati Karmel hanya untuk seseorang yang dibenci gadis itu.
Ketika Karmel dan Sadam lolos babak lima besar dan mendapat reward untuk mengikuti Cooking Camp di Trizara Resort, Lembang, sikap Sadam pada Karmel mulai berubah. Ia mulai merasakan ketertarikan pada Karmel.
Tanpa Karmel ketahui, Sadam memang sengaja menghindari Karmel agar bisa leluasa memandangi cewek itu dari jauh. Di matanya, Karmel tampak lain dari biasanya. Cantik!
Sadam mulai merasakan ada yang mengobrak-abrik hatinya. (hlm 180)
Novel Caramellove Recipe menyajikan kisah cinta yang berbeda dari umumnya. Tak ada adegan menye-menye ala ABG bucin di dalam cerita, bahkan tak ada bagian romansa yang terlalu mencolok.
Cinta, persahabatan, kerja keras, dan semangat meraih tujuan, merupakan hal-hal yang ingin ditonjolkan dalam novel ini. Dan membalutnya dalam sebuah cerita berlatar kompetisi memasak yang jarak dilirik penulis lain, bagi saya adalah sebuah ide hebat.
Satu hal yang juga cukup istimewa dalam novel ini adalah istilah kuliner yang dipakai dalam pembagian bab, yaitu: Appetizer untuk prolog, Main Course untuk setiap bab, dan Dessert untuk epilog.
Bagaimana, kalian sudah tertarik belum untuk membacanya?
Baca Juga
Artikel Terkait
-
4 Fakta Alex Abbad, Pemeran Pak Yoram di Jatuh Cinta Seperti di Film-Film
-
Sisi Romantis sang Tokoh Legendaris, Ulasan Buku Kisah Cinta Soekarno
-
Ulasan Novel 'Jaga Mayit', Aku Ikhlas Menjaga Nenek Selamanya!
-
Filsafat, Pencarian Jati Diri, dan Perjalanan Hidup dalam Novel Sorge
-
Bukan Tipe Bucin, Pria dengan Zodiak Ini Terkenal Susah Jatuh Cinta
Ulasan
-
Belajar Tenang ala Buddhis di Buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3
-
Jadi Guru Gak Boleh Nanggung! Seni Menjadi Guru Keren ala J. Sumardianta
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Film Mother Mary: Balutan Estetika A24 dalam Tragedi Musikal Modern
-
Novel Lampuki: Tragedi Kemanusiaan yang Menghujam Desa Lampuki
Terkini
-
Wacana Tutup Prodi: Solusi Relevansi atau Kedok Kegagalan Negara?
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
-
Bosan Helm Pasaran? Cargloss Chips Highway Patrol Usung Gaya Polisi 80-an
-
Bisikan dari Rimbun Bambu di Belakang Rumah