Perubahan adalah hal yang niscaya dalam kehidupan ini. Perubahan yang saya maksudkan di sini memiliki makna yang sangat luas. Baik perubahan zaman, perubahan kebiasaan kita, perubahan di dunia bisnis, dan lain sebagainya.
Orang yang tidak mau berubah, maka dia akan ketinggalan zaman dan akhirnya hanya menjadi kenangan. Contoh perubahan misalnya melakukan perubahan kebiasaan dari yang semula memiliki kebiasaan kurang baik menjadi lebih baik.
Dalam dunia bisnis juga sama. Mereka yang enggan melakukan perubahan, sementara zaman kian berkembang pesat, ditambah teknologi yang semakin canggih, maka bisnis yang semula jaya pun pada akhirnya akan mengalami kemerosotan bahkan kebangkrutan dan akhirnya tumbang.
Agung Adiprasetyo menjelaskan, lompatan teknologi informasi, komunikasi, dan digital, telah mengubah kebiasaan hidup masyarakat hari ini. Di samping teknologi, perubahan juga terjadi karena perlintasan generasi. Dunia menjadi makin terbuka. Harga teknologi makin murah. Informasi mengalir bagai air bah. Semua keadaan ini menantang kemapanan di semua sektor kehidupan.
Dalam buku ‘Raksasa Mati Gaya, Bertahan Hidup Lewat Suksesi, Teknologi, dan Konsumen’ diungkap bahwa perusahaan yang bertahan di masa mendatang ternyata bukan perusahaan yang berskala besar semata, namun perusahaan yang fleksibel, lincah, dan cepat menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Ada beberapa fenomena yang membuat perusahaan raksasa tumbang. Persoalan kelambanan untuk berubah karena birokrasi yang berlapis dan membentang luas. Keadaan ini membuat pengambilan keputusan lambat, dan gerak perusahaan menjadi susah (hlm. viii).
Hidup di era serba teknologi seperti saat ini, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi hal yang sangat penting dalam berbagai lini kehidupan. Sebuah perusahaan atau para pemilik bisnis, tentu tidak akan mau memiliki karyawan yang SDM-nya rendah. Karena hal itu dapat berdampak buruk bagi nasib perusahaan atau bisnisnya di masa depan.
Agung Adiprasetyo menjelaskan, tak bisa disangkal lagi pertarungan perusahaan paling utama adalah pertarungan dalam mendapatkan SDM secara tepat. Dan pemenang perangnya adalah perusahaan yang pas cara dan waktu dalam memberdayakan kompetensi SDM.
Buku karya Agung Adiprasetyo yang terbit di penerbit Kompas (2017) ini dapat dijadikan sebagai bahan renungan bagi siapa saja, khususnya bagi para pelaku bisnis atau pemilik perusahaan yang ingin terus meraih kejayaan dalam bisnis yang ditekuninya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
9 Kelebihan BritAma Bisnis, Lengkap dengan Limit Transfernya
-
Habis Gelar Penikahan di Resor Mewah, BCL Umrah Naik Pesawat Kelas Bisnis: Dari Mana Saja Sumber Penghasilannya?
-
rankpillar, Partner untuk Para Startup Series A Hingga Unicorn
-
Tutup Tahun 2023 dan Sambut Tahun 2024, BSI Gelar Sujud Syukur dan Zikir Bersama
-
Raih Kebahagiaan Sejati Lewat Buku 'Rahasia Meraih Nikmat Dunia Akhirat'
Ulasan
-
Episode 3 dan 4 Drama Gold Land Terasa Semakin Gelap dan Mendebarkan
-
Di Balik Sorotan Kamera: Pertarungan Moral dalam Novel Take Four
-
Rewang Sebagai Perekat Hati, Menilik Tradisi Masak Basamo di Muaro Jambi
-
Trauma Masa Kecil dan Topeng Sosial dalam Novel Andreas Kurniawan
-
Seraut Kenangan dalam Secangkir Kopi di Kedai Tempo Doeloe Kalisat Jember
Terkini
-
Gen Z dan Keputusan Tunda Pernikahan: Pilihan Pribadi atau Tekanan Zaman?
-
Desainer Buka Suara, Jisoo BLACKPINK Bebas dari Dugaan Pengembalian Outfit
-
Baeksang Arts Awards 2026 Resmi Digelar, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya
-
Dari Sangkar ke Rekening: Jalan Sunyi Side Hustle Jual Beli Burung
-
Pocong yang Membesar sambil Menyeringai Gila di Kebun Pisang